Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2020, Morbidelli Pole Position, Rossi Start Ketiga, Live Trans7

Jokowi Resmi Tunda Pilkada Serentak hingga Desember 2020

- Apahabar.com Rabu, 6 Mei 2020 - 16:59 WIB

Jokowi Resmi Tunda Pilkada Serentak hingga Desember 2020

Presiden Joko Widodo. Foto-Antara/Sigid Kurniawan/POOL

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo resmi menandatangani Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota.

Dalam Perppu Nomor 2 Tahun 2020 tersebut dijelaskan bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 akan diundur hingga Desember 2020 karena dampak Covid-19.

“Pemungutan suara serentak yang ditunda sebagaimana dimaksud pada ayat (l) dilaksanakan pada bulan Desember 2020,” bunyi Perppu yang diteken 4 Mei 2020 tersebut.

1. Penundaan Pilkada tertunda karena adanya bencana non-alam

Di dalam Perppu itu menjelaskan apabila sebagian wilayah pemilihan atau seluruh wilayah pemilihan terjadi kerusuhan, gangguan keamanan, bencana alam, bencana non-alam, atau gangguan lain yang mengakibatkan sebagian tahapan pemilihan serentak tidak dapat dilaksanakan, sebagai gantinya dilakukan setelah penetapan penundaan dengan Keputusan KPU.

“Pemungutan suara serentak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 ayat (6) ditunda karena terjadi bencana nonalam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120 ayat (1),” tulis Perppu tersebut.

Baca juga :  Awal Tahun Depan, Arab Saudi Berencana Terbitkan Kembali Visa Turis

2. Covid-19 menjadi alasan penundaan Pilkada 2020

Di dalam Perppu juga menerangkan, penyebaran Covid-19 yang semakin masif menjadi alasan kenapa akhirnya Pilkada 2020 harus ditunda pada Desember 2020.

“Bahwa dalam rangka penanggulangan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-l9) sebagai bencana nasional perlu diambil kebijakan dan langkah-langkah luar biasa baik di tingkat pusat maupun daerah termasuk perlunya dilakukan penundaan tahapan pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota serentak tahun 2O2O agar pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota tetap dapat berlangsung secara demokratis dan berkualitas serta untuk menjaga stabilitas politik dalam negeri,” tulis Perppu 2/2020.

Baca juga :  Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer

3. Pilkada serentak awalnya akan diadakan pada September 2020

Sebelumnya, pemerintah dan DPR RI resmi menunda pelaksanaan Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2020. Pemungutan suara yang rencananya dilaksanakan 23 September itu, mundur menjadi 9 Desember.

Keputusan diambil saat rapat kerja Komisi II dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dalam siaran virtual, Selasa (14/04).

“Komisi II DPR RI menyetujui usulan pemerintah terhadap penundaan pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Serentak 2020, menjadi 9 Desember 2020,” ujar Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia dikutip dari Idntimes.com.(Idn)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ketika Dendam Berujung Mutilasi di Sungai Tabuk
apahabar.com

Nasional

Jangan Sembarang Konsumsi Tanaman Bajakah
apahabar.com

Nasional

Bawaslu: Laporkan Segala Bentuk Kecurangan
apahabar.com

Nasional

Banjir Dua Meter, Warga Desa Aceh Selatan Terpaksa Dievakuasi
Gunakan Joki, Ini Sanksi Buat Peserta CPNS

Nasional

Gunakan Joki, Ini Sanksi Buat Peserta CPNS
apahabar.com

Nasional

Besok Ada Gerhana Matahari, di Kalsel Puncaknya Pukul 16.25
apahabar.com

Nasional

Wapres: Tidak Ada Perbedaan Pernyataan BMKG dan BNPB
apahabar.com

Nasional

Jumlah Kasus Kematian Covid-19 Spanyol Terus Menurun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com