Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Banjir Masih Merendam Rumah Warga, Dinsos Tabalong Bagikan Sembako

Jokowi: Semua Daerah Keluhkan Pendapatannya Anjlok

- Apahabar.com Sabtu, 16 Mei 2020 - 18:31 WIB

Jokowi: Semua Daerah Keluhkan Pendapatannya Anjlok

Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (15/05). Foto-Sekretariat Presiden/Lukas

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa banyak pemerintah daerah (Pemda) yang mengeluhkan merosotnya pendapatan asli daerah (PAD) akibat pandemi Covid-19.

Bahkan menurutnya, penurunan PAD yang dialami daerah bisa mencapai 30 persen hingga 50 persen dibanding periode sebelumnya.

“Iya, kalau sekarang ini semuanya mengeluh. karena pasti PAD-nya menurun drastis. Ya karena aktivitas masyarakat juga anjlok sehingga retribusi tidak bisa dipungut. Ini relevansi dari sebuah kebijakan, konsekuensinya income PAD turun,” jelas Jokowi dalam keterangan pers seperti dilansir Republika.co.id, Jumat (15/05) malam.

Terkait penurunan PAD yang dialami pemda ini sempat diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Menkeu menyampaikan, pandemi Covid-19 berdampak luas terhadap perekonomian nasional dan daerah, terutama di zona merah dengan kasus penyebaran yang cukup tinggi seperti DKI Jakarta.

Menkeu mengungkapkan, penurunan PAD paling parah dialami daerah di Pulau Jawa sebagai episentrum penyebaran Covid-19.

“Jawa jauh lebih tajam, yakni PAD bisa drop sampai 40 persen. Kalau di luar Jawa barangkali lebih sedikit. Di DKI (Jakarta) yang bahkan PAD-nya bisa turun hampir 50 persen,” jelas Sri Mulyani, pertengahan April lalu.

Berdasarkan APBD 2019 lalu, PAD Provinsi DKI Jakarta dianggarkan Rp 50,84 triliun. Angka PAD ini didapat dari pajak daerah, pengelolaan kekayaan daerah, retribusi daerah, dan lain-lain PAD yang sah. Sementara berdasarkan APBD 2020 ini, target PAD dipatok di angka Rp 57 triliun.

Pemerintah pusat juga berencana melakukan pemangkasan alokasi transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sepanjang 2020 ini. Pemangkasan dilakukan karena pemerintah pusat melakukan penyesuaian atas penurunan penerimaan pajak. Pendapatan negara pun diproyeksikan menurun sampai 10 persen.

Menkeu menyebutkan, pemangkasan TKDD tahun 2020 bisa menyentuh Rp 94 triliun. Kendati begitu, ujarnya, pemangkasan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan mempertimbangkan kemampuan fiskal setiap daerah.

“Ada daerah yang memiliki kapasitas fiskal bagus dan ada yang sangat kecil. Tentu kita akan adjust pemotongan berdasarkan kapasitas masing-masing,” jelasnya.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kawal Aksi Demo AMP, Seorang Prajurit TNI Tewas Dibacok
apahabar.com

Nasional

Hakim PN Medan Ditemukan Tewas, Kapolda Sumut: Pelakunya Orang Dekat  
apahabar.com

Nasional

Teror Bom Ancam Rumah Pimpinan KPK
apahabar.com

Nasional

Duka Musim Dingin, ACT Kalsel Serukan Kepedulian untuk Palestina
apahabar.com

Nasional

KPK Tahan Bupati Bengkalis Terkait Suap Proyek Jalan
apahabar.com

Nasional

Menko Muhadjir Effendy Sebut Rokok Hambat Siklus Pembangunan Manusia

Nasional

Legislator Sebut F-35 Lebih Hebat Ketimbang Eurofighter Typhoon

Nasional

Habib Rizieq Nikahkan Najwa Shihab Malam Ini, Sebar 10 Ribu Undangan, Anies Bakal Jadi Saksi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com