LSM Laporkan Denny Indrayana ke Bawaslu, Terindikasi Kampanye Jelang PSU Si Jago Merah Ngamuk di Cempaka 7 Banjarmasin, Jemaah Salat Tarawih Berhamburan Tensi Politik Memanas, Bawaslu RI Turun Gunung ke Kalimantan Selatan Buntut Video Guru Wildan, Bawaslu Klarifikasi PWNU Kalsel Resmi! PPKM Mikro di Banjarbaru Kembali Diperpanjang hingga 19 April

Jokowi Siapkan 3 Jurus Hadapi Musim Kemarau yang Lebih Berat

- Apahabar.com Selasa, 5 Mei 2020 - 12:51 WIB

Jokowi Siapkan 3 Jurus Hadapi Musim Kemarau yang Lebih Berat

Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Foto-Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan tiga jurus atau tiga hal untuk mengantisipasi dampak musim kering yang lebih berat dari biasanya beberapa bulan ke depan terhadap ketersediaan bahan pangan pokok.

“Saya sudah menyinggung beberapa kali peringatan FAO mengenai krisis pangan dunia. Oleh sebab itu urusan berkaitan dengan musim kemarau harus benar-benar kita hitung benar-benar,” kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas secara virtual bertopik “Antisipasi Dampak Kekeringan Terhadap Ketersediaan Bahan Pangan Pokok” dari Istana Merdeka Jakarta, Selasa, 5 Mei 2020.

Jokowi menggarisbawahi prediksi BMKG bahwa 30 persen wilayah-wilayah yang masuk zona musim tiga bulan ke depan akan mengalami musim kering lebih dari biasanya.

Oleh sebab itu dia menekankan pentingnya antisipasi mitigasi yang harus benar-benar disiapkan sehingga stabilitas harga bahan pangan tidak terganggu. Maka beberapa hal yang ingin ia tekankan yakni pertama, ketersediaan air di beberapa sentra-sentra pertanian.

“Ini merupakan kunci. Oleh sebab itu ini harus disiapkan dari sekarang mulai dari penyimpanan air hujan, kemudian memenuhi danau, waduk embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya, itu penting,” katanya.

Hal kedua yakni percepatan musim tanam, yang harus memanfaatkan curah hujan yang masih ada saat ini. “Harus dipastikan petani harus tetap berproduksi, harus tetap bertanam dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujar dia.

Oleh sebab itu ketersediaan sarana prasarana pertanian baik yang berkaitan dengan bibit, pupuk, harus benar-benar ada dan harganya terjangkau.

Di samping itu juga stimulus ekonomi bagi petani, kata Kepala Negara, harus dipertajam lagi.

Hal ketiga mengenai manajemen pengelolaan stok untuk kebutuhan pokok, untuk bahan-bahan pokok, ditekankan kalkulasinya harus detail.

“Bulog harus tetap membeli gabah dari petani sehingga harga di petani jadi lebih baik,” ujar Jokowi.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mantan KSAD Pramono Edhie Wibowo Meninggal Dunia
apahabar.com

Nasional

JMSI Sayangkan Vonis untuk Pimred Banjarhits.id
apahabar.com

Nasional

Dukung PJJ, Advan Rilis Tablet Murah
apahabar.com

Nasional

Kisah Bendera Merah Putih Tertua di Kota Cirebon
apahabar.com

Nasional

Kampanye Akbar Jokowi-Amin di Kalsel, Persiapan Stadion 17 Mei 50 Persen
apahabar.com

Nasional

Bom Bunuh Diri di Medan, Polda Kalbar Tingkatkan Penjagaan
apahabar.com

Nasional

DKI Jakarta Diperkirakan Hujan Disertai Petir
apahabar.com

Nasional

Petugas KPPS yang Meninggal Jadi 469 Orang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com