Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Jokowi Siapkan 3 Jurus Hadapi Musim Kemarau yang Lebih Berat

- Apahabar.com Selasa, 5 Mei 2020 - 12:51 WIB

Jokowi Siapkan 3 Jurus Hadapi Musim Kemarau yang Lebih Berat

Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Foto-Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan tiga jurus atau tiga hal untuk mengantisipasi dampak musim kering yang lebih berat dari biasanya beberapa bulan ke depan terhadap ketersediaan bahan pangan pokok.

“Saya sudah menyinggung beberapa kali peringatan FAO mengenai krisis pangan dunia. Oleh sebab itu urusan berkaitan dengan musim kemarau harus benar-benar kita hitung benar-benar,” kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas secara virtual bertopik “Antisipasi Dampak Kekeringan Terhadap Ketersediaan Bahan Pangan Pokok” dari Istana Merdeka Jakarta, Selasa, 5 Mei 2020.

Jokowi menggarisbawahi prediksi BMKG bahwa 30 persen wilayah-wilayah yang masuk zona musim tiga bulan ke depan akan mengalami musim kering lebih dari biasanya.

Oleh sebab itu dia menekankan pentingnya antisipasi mitigasi yang harus benar-benar disiapkan sehingga stabilitas harga bahan pangan tidak terganggu. Maka beberapa hal yang ingin ia tekankan yakni pertama, ketersediaan air di beberapa sentra-sentra pertanian.

“Ini merupakan kunci. Oleh sebab itu ini harus disiapkan dari sekarang mulai dari penyimpanan air hujan, kemudian memenuhi danau, waduk embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya, itu penting,” katanya.

Hal kedua yakni percepatan musim tanam, yang harus memanfaatkan curah hujan yang masih ada saat ini. “Harus dipastikan petani harus tetap berproduksi, harus tetap bertanam dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujar dia.

Oleh sebab itu ketersediaan sarana prasarana pertanian baik yang berkaitan dengan bibit, pupuk, harus benar-benar ada dan harganya terjangkau.

Di samping itu juga stimulus ekonomi bagi petani, kata Kepala Negara, harus dipertajam lagi.

Hal ketiga mengenai manajemen pengelolaan stok untuk kebutuhan pokok, untuk bahan-bahan pokok, ditekankan kalkulasinya harus detail.

“Bulog harus tetap membeli gabah dari petani sehingga harga di petani jadi lebih baik,” ujar Jokowi.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ustadz Yusuf Mansur Jatuh Sakit, Banjir Doa Netizen
apahabar.com

Nasional

KKP Tangkap 3 Kapal Vietnam Pencuri Ikan di Natuna
apahabar.com

Nasional

Warga Nduga Pingsan karena Cuma Makan Satu Kali
apahabar.com

Nasional

Wapres Minta Dai Redakan Kepanikan Virus Corona
apahabar.com

Nasional

KPU: Quick Count Hanya Referensi Perhitungan Suara
apahabar.com

Nasional

Massa Aksi Bergerak ke MK Lantunkan Salawat Badar
apahabar.com

Nasional

Mengapa Hari Guru Diperingati, Ini Sejarahnya
apahabar.com

Nasional

Bisakah Presiden Dipecat karena Perpu? Pakar: Tidak Ada Dasar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com