2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan

Jokowi Soroti 4 Hal Ini dalam Pelaksanaan PSBB

- Apahabar.com Selasa, 12 Mei 2020 - 14:20 WIB

Jokowi Soroti 4 Hal Ini dalam Pelaksanaan PSBB

Presiden Joko Widodo. Foto-Antara/Akbar Nugroho Gumay/Pool/Aww

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menemukan setidaknya 4 hal penting dalam evaluasi pelaksanaan kebijakaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di empat provinsi dan 72 kabupaten/kota yang menerapkannya.

Empat hal itu mulai dari tren kasus, provinsi yang belum melaksanakan, pengendalian PSBB, dan sebaran PSBB.

“Yang ingin saya sampaikan yang pertama, kita ingin ada sebuah evaluasi yang detail pada provinsi kabupaten dan kota mengenai data tren penambahan atau penurunan kasus positif baru di setiap daerah yang menerapkan PSBB maupun tidak,” kata Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas melalui video conference dengan topik Evaluasi Pelaksanaan Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari Istana Merdeka Jakarta, Selasa (12/05).

Berdasarkan kasus baru, kata Jokowi, sebelum dilakukan PSBB dan sesudahnya terlihat hasil bervariasi dan berbeda-beda di setiap daerah. Hal ini, kata dia, karena memang pelaksanaannya juga dengan efektivitas yang berbeda-beda.

Akibatnya, ada yang daerah yang penambahan kasus barunya mengalami penurunan secara gradual, konsisten tapi tidak drastis. Namun, ada daerah yang penambahan kasusnya turun tapi juga belum konsisten dan masih fluktuatif.

“Juga ada daerah yang penambahan kasusnya tidak mengalami perubahan seperti sebelum PSBB, ini juga hal-hal seperti ini perlu digarisbawahi ada apa, kenapa,” katanya.

Hal kedua, Jokowi menemukan, dari 10 provinsi dengan kasus positif terbanyak, hanya 3 provinsi yang berstatus PSBB, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Barat. Tujuh provinsi lain masih non-PSBB.

Karena itu, ia mengatakan, perlu ada evaluasi baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang tidak memberlakukan PSBB. Khususnya provinsi-provinsi yang menjalankan kebijakan physical distancing serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Oleh sebab itu ini harus diperbandingkan antara yang PSBB dan non-PSBB karena memang ada inovasi-inovasi di lapangan dengan menerapkan model kebijakan pembatasan kegiatan di masyarakat disesuaikan konteks daerah masing-masing,” katanya.

Presiden menambahkan hal ketiga, yakni manajemen pengendalian PSBB juga diharapkan tidak terjebak pada batas-batas administrasi pemerintahan.

“Artinya juga bersifat aglomerasi, penanganan kawasan besar yang saling terhubung sehingga manajemen antardaerahnya jadi terpadu misalnya apa yang sudah dilakukan Jabodetabek ini saling kait-mengkait sehingga pengaturan mobilitas sosial dari masyarakat bisa terpadu dan lebih baik,” katanya.

Kemudian, kata Jokowi, hal keempat berdasarkan data Gugus Tugas yakni, 70 persen kasus positif ada di Pulau Jawa. Demikian juga angka kematian 82 persen juga ada di Jawa.

Kepala Negara pun meminta Gugus Tugas memastikan pengendalian Covid-19 di 5 provinsi di Pulau Jawa betul-betul dilakukan secara efektif terutama dalam 2 minggu ke depan ini. Pada kesempatan rapat tersebut Presiden juga meminta pelonggaran untuk PSBB agar dilakukan secara hati-hati dan tidak tergesa-gesa.

“Semua didasarkan pada data-data lapangan, pelaksanaan lapangan sehingga keputusan itu betul-betul adalah keputusan yang benar, hati-hati mengenai pelonggaran PSBB,” katanya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tangkal Hoaks, Jokowi Langsung yang Ingin Bertemu Masyarakat Kalsel 27 Maret
apahabar.com

Nasional

Jika Pemerintah Terapkan Tatanan New Normal, Simak Permintaan IDI
apahabar.com

Nasional

Kemenkes: Kondisi 2 WNI Positif Corona Baik, tapi Tak Nyaman Karena Dikenal
apahabar.com

Nasional

Pembunuh Calon Pengantin di Kandangan Terancam Hukuman Mati!
apahabar.com

Nasional

Kadiv PAS Kemenkumham Kalsel soal Penyiraman Air Keras: ‘Bukan Saya, Kalian Salah Orang’
apahabar.com

Nasional

Prabowo: Indonesia Tak Perlu Ragu Belajar dari China
apahabar.com

Nasional

Wakil Ketua KEIN: Pembangunan di Papua Harus Secara Keseluruhan
apahabar.com

Nasional

Pemilu 2019, Telkomsel Catat Kenaikan Trafik di Empat Daerah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com