2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin Nasihat Umar bin Abdul Aziz Tentang Kematian WHO Tetapkan Madinah Sebagai Kota Tersehat di Dunia, Simak Alasannya Hasil Liga Italia, Taklukkan Crotone 2-1, Fiorentina Kembali ke Jalur Kemenangan

Jokowi Soroti 7 Provinsi Belum Terapkan PSBB

- Apahabar.com Selasa, 12 Mei 2020 - 14:23 WIB

Jokowi Soroti 7 Provinsi Belum Terapkan PSBB

Presiden Joko Widodo. Foto-Biro Pers dan Media Sekretariat Kepresidenan

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti tujuh provinsi dengan jumlah kasus Covid-19 tinggi yang belum menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mengendalikan penularan virus corona penyebab penyakit tersebut.

Dalam rapat terbatas mengenai evaluasi PSBB melalui telekonferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/05), Jokowi meminta jajaran pemerintah mengevaluasi penanggulangan Covid-19 di wilayah yang belum menerapkan PSBB.

Dia juga meminta membandingkan perkembangan kasus di wilayah yang sudah menerapkan PSBB dengan yang belum menjalankannya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, hingga Senin (11/5)10 provinsi dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi meliputi DKI Jakarta (5.276), Jawa Timur (1.536), Jawa Barat (1.493), Jawa Tengah (980), Banten (541), Nusa Tenggara Barat (331), Bali (314), Sumatera Barat (299), Sumatera Selatan (278), dan Kalimantan Selatan (263).

Dari 10 provinsi dengan jumlah kasus Covid-19 tinggi tersebut, baru DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Barat yang melaksanakan PSBB.

“Tujuh provinsi lainnya masih non-PSBB, karena itu kita juga evaluasi, baik provinsi, kabupaten, kota yang tidak memberlakukan PSBB tapi juga menjalankan kebijakan physical distancing(pembatasan jarak fisik), menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam kehidupan sehari-hari,” kata Presiden.

Dalam rapat terbatas, Presiden mengemukakan bahwa ada provinsi dan kabupaten/kota yang belum melaksanakan PSBB tapi berhasil menurunkan penularan Covid-19 dengan membatasi kegiatan masyarakat.

“Karena memang ada inovasi di lapangan dengan menerapkan model kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat disesuaikan dengan konteks di daerah masing-masing,” katanya.

Presiden meminta instansi pemerintah terkait melakukan evaluasi secara komprehensif mengenai penyebaran Covid-19 di seluruh wilayah, terutama di wilayah yang belum menunjukkan penurunan kasus.

“Berdasarkan data kasus baru sebelum dilakukan PSBB dan sesudahnya, memang kalau kita lihat hasilnya bervariasi dan berbeda-beda setiap daerah. Ini memang pelaksanaannya dengan efektivitas yang berbeda-beda,” katanya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ketum JMSI: Negara Sistem Politik Tertutup Lebih Mampu Hadapi Krisis Kesehatan Pandemi Covid-19
Sriwijaya Air

Nasional

Analisis Sementara Tragedi Sriwijaya Air, Pesawat Pecah Menghantam Laut
apahabar.com

Nasional

Longsor Lagi, 5 Pendulang Intan di Pumpung Tertimbun
apahabar.com

Nasional

Gubernur Kaltim Bergeming, ‘Dirayu’ Al-Jazeera soal Lokasi Ibu Kota
apahabar.com

Nasional

Menko Airlangga: New Normal Dilakukan Bertahap
apahabar.com

Nasional

Terkait UU Cipta Kerja, Anies: Kami Tak Bisa Sampaikan Pendapat ke Jokowi
apahabar.com

Nasional

UU KPK Berlaku Hari Ini, Ekonom Bersurat ke Jokowi
apahabar.com

Nasional

Rupiah Terdampar ke Dasar Klasemen Mata Uang Asia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com