Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Jokowi Tegaskan Belum Ada Pelonggaran PSBB

- Apahabar.com Senin, 18 Mei 2020 - 14:13 WIB

Jokowi Tegaskan Belum Ada Pelonggaran PSBB

Presiden Joko Widodo saat meninjau penyaluran bantuan sosial di Kelurahan Johar Baru, Kecamatan Johar Baru, Jakarta, Senin (18/05). Foto-Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan, pemerintah belum akan melonggarkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Untuk itu, Jokowi meminta kepada masyarakat untuk tetap disiplin menjalani protokol kesehatan.

“Saya ingin tegaskan bahwa belum ada kebijakan pelonggaran PSBB. Karena jangan muncul nanti keliru ditangkap masyarakat bahwa pemerintah sudah mulai melonggarkan PSBB, belum. Jadi belum ada kebijakan pelonggaran PSBB,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas percepatan penanganan pandemi covid-19 di Istana Merdeka seperti dilansir dari Republika,co.id, Senin (18/05).

Namun, pemerintah saat ini tengah menyiapkan skenario pelonggaran PSBB. Skenario ini baru akan diputuskan setelah mempertimbangkan berbagai data dan fakta perkembangan corona di lapangan.

“Karena kita harus hati-hati, jangan keliru kita memutuskan,” ucap dia.

Jokowi mengatakan, dalam dua pekan ke depan, pemerintah pun masih akan fokus pada larangan mudik dan mengendalikan arus balik. Karena itu, ia meminta Kapolri dan Panglima TNI untuk memastikan larangan mudik ini berjalan efektif di lapangan.

“Dan perlu diingat juga bahwa yang kita larang itu mudiknya, bukan transportasinya,” tegasnya.

Presiden mengatakan, moda transportasi masih dapat beroperasi dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat, untuk melayani distribusi logistik, mengangkut penumpang yang beraktivitas untuk urusan pemerintahan, kesehatan, maupun kepulangan pekerja migran, dan untuk urusan ekonomi.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

PBNU: Ajaran Islam Bolehkan Poligami Asalkan Bisa Berlaku Adil
apahabar.com

Nasional

Kecewa Tak Dapat Proyek, Jendela Kantor Distanak Pecah Dilempar Batu
apahabar.com

Nasional

PDIP Juara di QC Indo barometer, Hasto: Jawa Jadi Kunci
apahabar.com

Nasional

Soal ‘Puan: Jika Negara Ingin Maju Dan Berkembang, Pendidikan Agama Islam Harus Di Hapus!!’ Tidak Benar
apahabar.com

Nasional

Polisi: Tersangka Kebakaran Kejagung Bertambah 3 Orang
apahabar.com

Nasional

Melalui JPS, Kemnaker Luncurkan Program Pengembangan dan Perluasan Kesempatan Kerja
apahabar.com

Nasional

Artis Tampan Jerry Lawalata Diciduk karena Dugaan Kasus Narkoba
apahabar.com

Nasional

Lapangan Sepakbola Simprug Disulap Jadi RS Darurat Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com