Istri Polisi Korban Penyerangan Mapolsek Daha: NKRI Harga Mati! PDP-Tracking GTPP Tambah Daftar Warga Kalsel Terjangkit Covid-19 Operasi Anti-Teror di Kalsel, Jumlah Pelaku Kemungkinan Bertambah 5 Terduga Teroris Ditangkap, MUI: Kalsel Bukan Zona Aman PSBB Berakhir, THM-Bioskop di Banjarmasin Terancam Mati Suri




Home Nasional

Rabu, 20 Mei 2020 - 20:42 WIB

Jubir Pemerintah: Perlu Kajian Data Komprehensif untuk Relaksasi PSBB

rifad - Apahabar.com

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. Foto-Antara/Nova Wahyudi

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. Foto-Antara/Nova Wahyudi

apahabar.com, JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menegaskan perlu kajian data yang komprehensif oleh semua pihak untuk melakukan relaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Yurianto menegaskan, relaksasi PSBB masih disusun dan belum diberlakukan.

“Ini sedang disusun oleh pemerintah, mohon tidak dimaknai bahwa sekarang sudah diberlakukan,” kata Yurianto dalam jumpa pers di Graha BNPB yang dipantau di Jakarta, Rabu (20/5).

Yurianto menegaskan sampai saat ini pemerintah masih berpegang teguh pada protokol kesehatan dan PSBB sebab pelaksanaannya harus fokus dan terus menerus.

Kemudian juga ditunjang dengan melakukan pemeriksaan massal dan masif, kontak tracing lebih agresif serta mengisolasi dan mengobati sebaik-baiknya jika ditemukan kasus atau ada yang sakit.

Baca juga :  Stabilitas Terjaga, Prospek Perekonomian Indonesia Diyakini Membaik

“Komitmen pemerintah tetap melakukan sebab indikator keberhasilan kita adalah seberapa banyak kita bisa mengendalikan pertambahan kasus baru yang nantinya juga akan mampu mengendalikan kasus kematian,” katanya.

Yurianto mengakui pemerintah memang sedang melakukan berbagai macam kajian dan skenario yang kemudian dikembangkan serta nantinya pasti dilaksanakan. Namun, apabila kondisi pengendalian penyakitnya sudah memungkinkan dilakukan relaksasi atau upaya untuk mengendorkan pembatasan-pembatasan di bidang-bidang PSBB.

Kajian tersebut masih terus dilakukan sebab permasalahan di tiap daerah atau provinsi, kabupaten dan kota tidak sama sehingga diperlukan kajian data oleh semua pihak terkait.

Ia meminta masyarakat untuk tidak memaknai hal itu sudah diberlakukan sebab jika relaksasi tidak terukur, maka yang terjadi adalah munculnya penularan-penularan baru.

Baca juga :  Jokowi: Kemungkinan Masjid Istiqlal Dibuka Kembali Juli 2020

Sebab, kata dia, akan muncul perasan tidak perlu lagi memakai masker, merasa tidak perlu lagi menjaga jarak serta merasa tidak perlu lagi menghindari kerumunan sehingga penularan Covid-19 akan semakin banyak dan kasus positif meningkat.
Oleh karena itu, ia menyampaikan gugus tugas nasional bersama gugus tugas yang ada di daerah akan konsisten dengan arahan Presiden untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

Begitu pula dengan pelaksanaan penegakan hukum dalam rangka untuk kepatuhan dan menjaga kedisiplinan penyelenggaraan PSBB pada daerah yang menyelenggarakannya atau disiplin menjalankan protokol kesehatan pada wilayah yang belum menerapkan PSBB.

“Ini penting karena bahkan WHO tidak bisa memastikan sampai kapan pandemi ini berlangsung,” ucapnya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Luka di Leher, Satu Gajah Jantan Tewas Tanpa Gading
apahabar.com

Nasional

Cara Cek Pengumuman Hasil SNMPTN 2019
Warga Sukajaya Bogor: Seperti Mimpi Dikujungi Presiden Jokowi

Nasional

Warga Sukajaya Bogor: Seperti Mimpi Dikujungi Presiden Jokowi
apahabar.com

Nasional

Giliran Agus Gumiwang Dipanggil ke Istana
apahabar.com

Nasional

Jokowi Bidik Puncak Bukit Sepaku Jadi Lokasi Istana yang Baru
Catat, Hanya ASN Eselon III ke Bawah Terima THR Tahun ini

Nasional

Catat, Hanya ASN Eselon III ke Bawah Terima THR Tahun ini
apahabar.com

Nasional

Baleg DPR Sepakati Revisi UU KPK Jadi UU Disahkan di Paripurna
Misteri Kematian Mahasiswa ITB di Kotabaru: Beringin dan Tangisan di Alam Gaib

Nasional

Misteri Kematian Mahasiswa ITB di Kotabaru: Beringin dan Tangisan di Alam Gaib