3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Kehamilan di Kabupaten Banjar Capai 1020, Dinkes Siapkan Rapid Test

- Apahabar.com Rabu, 27 Mei 2020 - 19:41 WIB

Kehamilan di Kabupaten Banjar Capai 1020, Dinkes Siapkan Rapid Test

Ibu hamil. Foto- Unsplash

apahabar.com, MARTAPURA – Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mencatat ada sekitar 1020 kehamilan.

Angka tersebut didapat setelah dilakukan pendataan, untuk dilakukan rapid-test bagi ibu hamil (Bumil) yang mendekati melahirkan.

“Karena ada beberapa kasus yang dirujuk melahirkan, ternyata reaktif saat di-rapid test. Makanya rumah sakit atau puskesmas meminta, agar semua ibu hamil harus di-rapid tes dulu,” ujar dr Diauddin, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjar.

Setelah didata, lanjut Diauddin, tercatat angka kehamilan tua di Kabupaten Banjar mencapai sekitar 1020 ibu hamil tua.

apahabar.com

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Banjar, dr Diauddin. Foto-kominfobanjar for apahabar.com.

“Kami data di Kabupaten Banjar ini, ibu hamil 37 minggu, itu seribu dua puluh. Jadi banyak sekali yang hamil di tempat kita ini,” jelas Dokter Dia, sapaan akrabnya.

Dokter Dia yang juga sebagai Jubir GTPP Covid-19 Banjar ini menjelaskan, angka kehamilan tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan diam di rumah akibat virus Corona.

“Kalau mau melihat kehamilan akibat seruan di rumah saja saat pandemi, nanti kita lihat dalam enam sampai tujuh bulan mendatang,” jelasnya.

Lebih lanjut Dia menjelaskan, karena ibu hamil tua ini jadi prioritas rapid-test, rencana parid-test massal di Pasar Martapura harus ditunda lantaran alat masih terbatas.

“Saat ini masih kita punya 1200 alat rapid test. Kalau dikurang dengan ibu hamil tadi, maka sisanya tinggal sedikit. Jadi nanti dulu rapid test massal,” imbuhnya.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk meminta tambahan alat rapid test.

“Di provinsi punya banyak alat rapid test. Tadi sudah kita koordinasikan,” pungkasnya.

Reporter: Hendra Lianor
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Berbagai Bingkisan untuk Anak Yatim, Bang Dhin Titip Pesan
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran Hebat di Alalak, Ratusan Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
apahabar.com

Kalsel

Puluhan Paket Sembako Dibagikan ke Warga Bantaran Sungai Barito
apahabar.com

Kalsel

Fatwa Larangan Salat Jumat, MUI Kalsel: Bagi PDP dan Pasien Suspect Saja
apahabar.com

Kalsel

Kisruh Seleksi Pemilihan Kades di Kabupaten Banjar, Dinas PMD Diprotes
apahabar.com

Kalsel

Imbauan Tak Digubris, Bawaslu Dibantu Satpol PP Copot APK
apahabar.com

Kalsel

Jelang Penetapan Hasil Verifikasi Faktual, Kapolsek Sungai Durian Temui Camat dan Ketua PPK

Kalsel

Operasi Yustisi di Pasar Wirang Tabalong, 2 Warga Diberi Teguran Lisan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com