H+4 Idulfitri, Arus Balik Mudik dari Kalsel ke Kaltim Meningkat Sejumlah Pegawai di Banjarmasin Balikin Duit THR, Kok Bisa? Lakalantas di Angkinang HSS, Warga Haruyan HST Tewas di Tempat Viral Shogun Vs Vario di Kandangan Lama, Dua Pengendara Tewas Seketika! Dahsyatnya Banjir di Satui, Haruyan, hingga Kotabaru: Kerugian Petani Tembus Miliaran Rupiah!

Kehamilan di Kabupaten Banjar Capai 1020, Dinkes Siapkan Rapid Test

- Apahabar.com Rabu, 27 Mei 2020 - 19:41 WIB

Kehamilan di Kabupaten Banjar Capai 1020, Dinkes Siapkan Rapid Test

Ibu hamil. Foto- Unsplash

apahabar.com, MARTAPURA – Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mencatat ada sekitar 1020 kehamilan.

Angka tersebut didapat setelah dilakukan pendataan, untuk dilakukan rapid-test bagi ibu hamil (Bumil) yang mendekati melahirkan.

“Karena ada beberapa kasus yang dirujuk melahirkan, ternyata reaktif saat di-rapid test. Makanya rumah sakit atau puskesmas meminta, agar semua ibu hamil harus di-rapid tes dulu,” ujar dr Diauddin, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjar.

Setelah didata, lanjut Diauddin, tercatat angka kehamilan tua di Kabupaten Banjar mencapai sekitar 1020 ibu hamil tua.

apahabar.com

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Banjar, dr Diauddin. Foto-kominfobanjar for apahabar.com.

“Kami data di Kabupaten Banjar ini, ibu hamil 37 minggu, itu seribu dua puluh. Jadi banyak sekali yang hamil di tempat kita ini,” jelas Dokter Dia, sapaan akrabnya.

Dokter Dia yang juga sebagai Jubir GTPP Covid-19 Banjar ini menjelaskan, angka kehamilan tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan diam di rumah akibat virus Corona.

“Kalau mau melihat kehamilan akibat seruan di rumah saja saat pandemi, nanti kita lihat dalam enam sampai tujuh bulan mendatang,” jelasnya.

Lebih lanjut Dia menjelaskan, karena ibu hamil tua ini jadi prioritas rapid-test, rencana parid-test massal di Pasar Martapura harus ditunda lantaran alat masih terbatas.

“Saat ini masih kita punya 1200 alat rapid test. Kalau dikurang dengan ibu hamil tadi, maka sisanya tinggal sedikit. Jadi nanti dulu rapid test massal,” imbuhnya.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk meminta tambahan alat rapid test.

“Di provinsi punya banyak alat rapid test. Tadi sudah kita koordinasikan,” pungkasnya.

Reporter: Hendra Lianor
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjar

Kalsel

Tahun Sulit Akibat Covid-19, Kejahatan di Kabupaten Banjar Meningkat
apahabar.com

Kalsel

Motif Pembunuhan di Belitung Darat, Pelaku Tak Terima Istri Dimarahi
apahabar.com

Kalsel

Bukan Honor, Himpaudi Batola Fokus Kompetensi
apahabar.com

Kalsel

Lebih Seribu Paket Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19 di Pulau Sembilan Disalurkan
BirinMu

Kalsel

Menang di Banjar, BirinMu Pede Rilis Hasil Pilgub Kalsel 2020
apahabar.com

Kalsel

Luas Tanam Belum Capai Target, Jagung Potensial di Batola
apahabar.com

Kalsel

425 Personel Gabungan Amankan Perayaan Natal di Banjarbaru

Kalsel

Ikut Gali Kubur, Kapolresta Terkesan dengan Sosok Guru Zuhdi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com