Hitungan Hari, Kasus Covid-19 di Banjarmasin Diprediksi Tembus 300 Kasus PSBB Berakhir Esok, Banjarbaru Siap Menuju ‘New Normal’ via PKM Banjarmasin ‘New Normal’: Wali Kota Tunggu Pusat , Pakar Tak Sepakat Puncak Covid-19 di Kalsel, Jutaan Warga Diprediksi Terjangkit Tambah Satu Lagi, Balita di Kotabaru Positif Covid-19




Home Opini

Kamis, 21 Mei 2020 - 15:03 WIB

Kekuatan Sedekah di Tengah Wabah Virus Corona

Triaji Nazulmi - Apahabar.com

Wakil Ketua PWNU Kalsel, Nasrullah AR.

Wakil Ketua PWNU Kalsel, Nasrullah AR.

Oleh: Nasrullah. AR

“Sedekah dapat menolak 70 macam bencana dan yang paling ringan (di antara bencana itu) adalah wabah penyakit kusta dan lepra,”
(HR. Thabrani dalam Mu’jamul Kabir)

Mewabahnya Virus Corona (Covid-19), memiliki dampak yang luas di berbagai lapisan masyarakat. Para pengusaha harus menerima kerugian, karyawan harus berhenti dari pekerjaan, pedagang sepi dari pembeli, aparat sipil negara harus terbatas dalam bekerja. Bahkan, dampak yang sangat menyedihkan adalah anak harus kehilangan orang tuanya, orang tua harus kehilangan anaknya, suami harus kehilangan istrinya, begitu sebaliknya istri harus kehilangan suaminya, syahid karena wabah Virus Corona (Covid-19).

Untung memang tak bisa diraih, malang tidak bisa ditolak. Bak diagendakan, bulan Ramadhan -yang syarat dengan rahasia-rahasia yang Allah anugerahkan kepada seluruh umat manusia di alam semesta ini-kali ini, kita menyaksikan berbagai peristiwa dan laku sikap hamba-Nya dalam merespon kejadian luar biasa (extra-ordinary) ini, bagai cerita tanpa ada akhir yang menyisakan duka dan nestapa.

Pada suasana puncak bulan Ramadhan ini, kami ingin menyampaikan pesan moral walaupun jauh dari kesempurnaan.

Baca juga :  Komisi III Labrak Etika Publik

Terkait kutipan hadits di atas, definisi sedekah sangat luas cakupannya, bukan sebatas pemberian berupa materi tetapi juga meliputi non-materi. Dalam arti yang luas, sedekah dapat menjadi power untuk melakukan recovery di seluruh aspek sendi kehidupan pada masa sulit seperti ini.

Di dalam sedekah juga terkandung nilai-nilai sosial karena akan tumbuh sikap saling peduli, bekerjasama atau saling tolong menolong. Salah satu bukti nyata adalah sedekah yang dipersembahkan oleh para tenaga medis seperti dokter dan perawat. Mereka rela menyedekahkan waktu, tenaga bahkan nyawa mereka -Allah yarham- demi pencegahan dan penyembuhan pasien yang terkena Virus Corona.

Menjadi harapan bagi kita, adanya peran serta semua pihak khususnya pemerintah, pengusaha dan elemen masyarakat yang mempunyai kemampuan yang lebih untuk memanfaatkan sedekah sebagai upaya pemulihan dari wabah yang terjadi sebagai pengejawantahan rasa kepedulian kepada masyarakat.

Dari peristiwa ini memang sangat banyak mengandung hikmah yang luar biasa. Salah satunya adalah kita mengenal jati diri kita yang sesungguhnya sebagai makhluk Allah dan Allah-lah Dzat yang Maha segalanya. Di sinilah makna ungkapan “man arafa nafsahu, faqad ‘arafa Rabbahu” menemukan relevansinya.

Baca juga :  PSBB Bukan Sekadar Bantuan Sosial

Untuk menjaga sedekah agar tetap memiliki nilai di hadapan Allah SWT, maka kebaikan ini harus disertai dengan iman dan keikhlasan. Sedekah tanpa iman dan keikhlasan akan kehilangan makna dan sia-sia. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 264.

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena ria (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir. (QS. Al-Baqarah: 264)

Semoga amal Ibadah kita diterima di sisi Allah.
Wallahu A’lam.

#Sholat Idul fitri di rumah aja

*
Penulis adalah Wakil Ketua PWNU Kalsel dan Ketua Bid. Mui Kalsel

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Opini

Mengembalikan Proses Belajar Mengajar Tatap Muka di Tengah Pandemi
Monumen Baru Perlawanan Ilham Bintang

Opini

Monumen Baru Perlawanan Ilham Bintang
apahabar.com

Opini

Peran Besar Para Influencer di Tengah Wabah
apahabar.com

Opini

B30 Terkesan Dipaksakan, dan Tak Sepenuhnya Sesuai NDPE
apahabar.com

Opini

Kunci Sukses Pelaksanaan PSBB
apahabar.com

Opini

Belajar dari Abah Guru; Memandang dengan Tatapan Cinta
apahabar.com

Opini

Hadapi Covid-19: Langkah Social Distancing dan Lockdown dalam Perspektif Hukum
apahabar.com

Opini

Corona Bukan Sebab Kematian