Selamat! bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Indonesia Financial Top Leader Award 2021 “Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak Detik-Detik Pembunuhan Brutal di Gambah HST, Korban Asyik Cabut Uban Mapolsek BAS HST Gempar! ODGJ Bawa Balok Ngamuk-Kejar Petugas Siap-Siap! Hasnur Mau Lepas Saham Perusahaan Kapalnya ke Publik

Kematian Covid-19 Hampir Tembus 100 Ribu, Warga AS Malah Liburan di Pantai

- Apahabar.com     Senin, 25 Mei 2020 - 10:58 WITA

Kematian Covid-19 Hampir Tembus 100 Ribu, Warga AS Malah Liburan di Pantai

Amerika Serikat dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia. Foto: USA Today

apahabar.com, JAKARTA – Total kasus kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat (AS) hampir menembus angka 100 ribu per 24 Mei 2020.

Ironisnya, cukup banyak warga AS yang tampak cuek dan memilih berlibur dan berjemur di pantai di saat pandemi Covid-19.

Dilansir Republika.co.id, pekan liburan Memorial Day di AS tahun ini ditandai dengan banyaknya orang-orang yang memadati Ocean City, Maryland. Hanya sedikit dari kerumunan warga tersebut yang terlihat menggunakan masker wajah.

Pemandangan yang sama juga terlihat di pantai-pantai AS. Di pantai, hanya sedikit orang yang terlihat berktivitas sambil mengenakan masker wajah.

Orang-orang yang datang ke pantai tampak berkumpul dalam kelompok kecil dan menjaga jarak dengan orang lain. Mereka juga tampak menghindari permainan seperti bola voli dan Frisbee.

Seorang warga bernama Bruce Clark mengaku pergi berlibur ke pantai karena merasa tidak terlalu khawatir dengan pandemi Covid-19. Selain itu Clark juga mengaku senang pergi keluar.

“Tapi buat mereka yang khawatir, saya menyarankan mereka tetap di rumah. Saya senang keluar,” ujar Clark, seperti dilansir Reuters.

Ketidakpedulian sebagian warga AS ini tentu menjadi ironi tersendiri, mengingat kasus kematian yang terjadi bukan sekedar angka. Tiap korban memiliki kehidupan yang berarti. Oleh karena itu, The New York Times berupaya untuk membuka mata warga AS dengan menampilkan sisi kemanusiaan dari 1.000 korban yang kehilangan nyawa akibat Covid-19 pada edisi terbarunya.

“Kami mencoba memanusikan angka-angka ini yang terus bertambah besar,” ungkap editor nasional The New York Times Marc Lacey.

Di antara 1.000 korban tersebut, ada Lila Fenwick yang berusia 87 tahun. Fenwick merupakan perempuan berkulit hitam pertama yang lulus dari Harvard Law.

Saat ini, seluruh negara bagian di AS telah melonggarkan aturan terkait pandemi Covid-19. Di beberapa negara bagian seperti Illinois dan New York, restoran-restoran masih menutup layanan makan di tempat. Akan tetapi, di banyak negara bagian daerah selatan, banyak usaha yang kembali buka dengan restriksi kapasitas pengunjung.

Tenaga kesehatan dan sebagian besar gubernur telah mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker setiap kali beraktivitas di luar rumah. Akan tetapi, imbauan ini justru diprotes dan ditolak oleh sebagian warga.

Beragam unggahan di sosial media menunjukkan beberapa tempat usaha menolak pengunjung yang tidak menggunakan masker untuk menutup hidung dan mulut mereka. Para pengunjung ini memberi respon yang sangat negatif dan penuh amarah.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Densus 88 Tangkap 6 Orang Terduga Teroris di Cirebon
apahabar.com

Nasional

Innalillahi, Ibunda Presiden Jokowi Meninggal Dunia
Ilustrasi, vaksinasi. Foto-Net

Nasional

37.640 Pasien Covid-19 Sembuh per Hari, RI Masih Urutan Teratas di Dunia
apahabar.com

Nasional

Positif Covid-19, Cepat Sembuh Ketum PBNU Said Aqil
apahabar.com

Nasional

DPD RI Kawal Erick Tata BUMN
apahabar.com

Nasional

Awal Musim Hujan Diprakirakan Akhir November
apahabar.com

Nasional

Mantan Calon Bupati dari PDIP Beri Camry ke Mahfud Md?
Imbas Libur Panjang

Nasional

Imbas Libur Panjang, Kasus Covid-19 Bertambah hingga 9.321
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com