3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Kematian Covid-19 Hampir Tembus 100 Ribu, Warga AS Malah Liburan di Pantai

- Apahabar.com Senin, 25 Mei 2020 - 10:58 WIB

Kematian Covid-19 Hampir Tembus 100 Ribu, Warga AS Malah Liburan di Pantai

Amerika Serikat dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia. Foto: USA Today

apahabar.com, JAKARTA – Total kasus kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat (AS) hampir menembus angka 100 ribu per 24 Mei 2020.

Ironisnya, cukup banyak warga AS yang tampak cuek dan memilih berlibur dan berjemur di pantai di saat pandemi Covid-19.

Dilansir Republika.co.id, pekan liburan Memorial Day di AS tahun ini ditandai dengan banyaknya orang-orang yang memadati Ocean City, Maryland. Hanya sedikit dari kerumunan warga tersebut yang terlihat menggunakan masker wajah.

Pemandangan yang sama juga terlihat di pantai-pantai AS. Di pantai, hanya sedikit orang yang terlihat berktivitas sambil mengenakan masker wajah.

Orang-orang yang datang ke pantai tampak berkumpul dalam kelompok kecil dan menjaga jarak dengan orang lain. Mereka juga tampak menghindari permainan seperti bola voli dan Frisbee.

Seorang warga bernama Bruce Clark mengaku pergi berlibur ke pantai karena merasa tidak terlalu khawatir dengan pandemi Covid-19. Selain itu Clark juga mengaku senang pergi keluar.

“Tapi buat mereka yang khawatir, saya menyarankan mereka tetap di rumah. Saya senang keluar,” ujar Clark, seperti dilansir Reuters.

Ketidakpedulian sebagian warga AS ini tentu menjadi ironi tersendiri, mengingat kasus kematian yang terjadi bukan sekedar angka. Tiap korban memiliki kehidupan yang berarti. Oleh karena itu, The New York Times berupaya untuk membuka mata warga AS dengan menampilkan sisi kemanusiaan dari 1.000 korban yang kehilangan nyawa akibat Covid-19 pada edisi terbarunya.

“Kami mencoba memanusikan angka-angka ini yang terus bertambah besar,” ungkap editor nasional The New York Times Marc Lacey.

Di antara 1.000 korban tersebut, ada Lila Fenwick yang berusia 87 tahun. Fenwick merupakan perempuan berkulit hitam pertama yang lulus dari Harvard Law.

Saat ini, seluruh negara bagian di AS telah melonggarkan aturan terkait pandemi Covid-19. Di beberapa negara bagian seperti Illinois dan New York, restoran-restoran masih menutup layanan makan di tempat. Akan tetapi, di banyak negara bagian daerah selatan, banyak usaha yang kembali buka dengan restriksi kapasitas pengunjung.

Tenaga kesehatan dan sebagian besar gubernur telah mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker setiap kali beraktivitas di luar rumah. Akan tetapi, imbauan ini justru diprotes dan ditolak oleh sebagian warga.

Beragam unggahan di sosial media menunjukkan beberapa tempat usaha menolak pengunjung yang tidak menggunakan masker untuk menutup hidung dan mulut mereka. Para pengunjung ini memberi respon yang sangat negatif dan penuh amarah.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tokoh Pers Banten Dapat Dukungan Nyalon Wali Kota Cilegon
apahabar.com

Nasional

Melawan Petugas Saat Disuruh Pakai Masker Ditangkap Polisi
apahabar.com

Nasional

Haji 2019; Jemaah Meninggal Dunia Dipastikan Badal Haji
apahabar.com

Nasional

CJR Sesalkan MA “Tak Hati-Hati” Memutus Kasasi Nuril
apahabar.com

Nasional

Pasca Bentrokan di Buton, Polisi Tetapkan Siaga I
apahabar.com

Nasional

IDI: Minggu Pertama Oktober 5 Dokter Gugur Akibat Covid-19, Total Menjadi 132
apahabar.com

Nasional

Linimasa Twitter Heboh Tanggapi Usul Penyuntikan Disinfektan dari Trump
apahabar.com

Nasional

6 Polisi Disanksi Pembebasan Tugas Terkait Kematian Mahasiswa Kendari
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com