Kopi Liberika Diminati Mancanegara, SPI Kalsel Sebut Mutiara Hitam Gambut Keren! OB-Sekuriti UIN Antasari Banjarmasin Juga Divaksin OTT KPK di Amuntai, Pegawai Kaget Ruang Kerja Bupati HSU Sudah Disegel Siang Ini, KSAL Bareng Menko Perekonomian Kunker Tinjau Vaksinasi-Replanting di Kotabaru Raperda Pajak HST Tuai Kritik, Jangan Matikan Usaha Kecil

Kemendikbud Tegaskan Tak akan Mundurkan Tahun Ajaran Baru

- Apahabar.com     Kamis, 28 Mei 2020 - 21:30 WITA

Kemendikbud Tegaskan Tak akan Mundurkan Tahun Ajaran Baru

Ilustrasi orang tua mengawasi anaknya belajar di rumah. Foto-iNews/Dicky Wismara

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan tahun ajaran baru akan tetap dimulai pada pertengahan Juli 2020.

Plt Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Hamid Muhammad, mengatakan, pihaknya tidak akan memundurkan tahun ajaran baru.

“Kita tidak memundurkan tahun ajaran baru ke Januari 2021. Kalau dimundurkan, maka akan ada beberapa konsekuensi yang harus disinkronkan,” ujar Hamid Muhammad, dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis (28/05).

Dia menambahkan ada beberapa alasan mengapa tahun ajaran baru tidak dimundurkan. Pertama, kelulusan siswa SMA dan SMP sudah diumumkan dan sebentar lagi pengumuman kelulusan SD.

Artinya, lanjut Hamid, kalau lulus dan tahun ajaran baru digeser maka anak yang lulus tersebut mau dikemanakan jika tahun ajaran baru diundur.

“Termasuk juga perguruan tinggi yang sudah melakukan seleksi. Ada SNMPTN yang sudah berlangsung dan awal Juli mendatang SBMPTN,” kata dia.

Kedua, tahun pelajarannya tetap sama tetapi pola pembelajarannya mungkin akan berbeda. Diperkirakan tahun ajaran baru dimulai pada 13 Juli.

“Mengapa 13 Juli, karena memang awal tahun ajaran baru itu minggu ketiga Juli dan hari Senin,” ujar dia.

Pembelajarannya pun tergantung zona yang ada di daerah itu. Zona hijau maka pembelajaran tatap muka dapat diselenggarakan. Sementara zona kuning dan merah maka akan melanjutkan pembelajaran daring.

“Nah untuk zona hijau, menurut Gugus Tugas ada sekitar 108 kabupaten/kota yang selama dua bulan terakhir, belum ada satupun kasus Covid-19,” ucap dia.

Namun, dia menegaskan penetapan zona hijau, kuning dan merah ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Kementerian Kesehatan. Pemerintah daerah tidak bisa menetapkannya sendiri. Kalau pun diperbolehkan pembelajaran tatap muka, harus tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Untuk mekanismenya, kita menunggu keputusan Mendikbud pekan depan. Itu seperti apa nanti akan dijelaskan. Kemungkinan untuk zona yang ada Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau zona kuning dan merah, tetap menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, dia juga menegaskan bahwa tahun ajaran baru bukan berarti sekolah kembali dibuka untuk semua daerah.

“Kadang-kadang ini menjadi rancu, tahun ajaran baru dikira dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. Itu tidak benar. Tahun ajaran baru yang dimaksud adalah dimulainya tahun pelajaran baru 2020/2021. Untuk pembukaan sekolahnya tergantung zona dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19” kata Hamid lagi.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Waspada! Rokok Elektronik Rentan Disusupi Narkoba
apahabar.com

Nasional

BPOM Sebut Tidak Ada Efek Samping Serius Saat Uji Vaksin Covid-19
apahabar.com

Nasional

Sebelum ke Australia, Presiden Jokowi Hadiri HPN 2020 di Kalsel
apahabar.com

Nasional

7 Juta Rakyat Cari Kerja, Pemerintah Takkan Pilih-Pilih Investasi
apahabar.com

Nasional

Polisi Tembak Mati 3 Bandar Sabu 288 Kilogram

Nasional

Eks Mensos Juliari Hadapi Sidang Vonis Bansos Besok
apahabar.com

Nasional

Pengungsi Banjir Jakarta Tersisa 1.539 Jiwa
Viral

Nasional

Wajahnya Viral, Ponsel Pria Mirip Jokowi Sempat Error Diserbu Ribuan Pesan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com