Tambah 103 Kasus, Semua Kelurahan di Banjarmasin Kini Zona Merah! Kalsel Jadi Atensi Presiden, Cuncung Minta GTPP Proaktif Eks Pacar Bidan Pembunuh Anak di Barito Utara Diperiksa Banjarmasin Buka Rumah Ibadah, Kemenag: Wajib Kantongi Suket Kalsel Diatensi Presiden, Warga Banjarbaru Sabar Dulu




Home Religi Sirah

Sabtu, 2 Mei 2020 - 05:30 WIB

Ketika Angin Dingin Menumbangkan Kaum Ad yang Congkak

Aam - Apahabar.com

ilustrasi.
Sumber: net

ilustrasi. Sumber: net

apahabar.com, BANJARMASIN – Kaum Ad disebut memiliki peradaban yang maju. Kemajuan itu nampak pada ukiran-ukiran di situs-situs

Iram. Sayangnya, kecerdasan dan kemajuan yang dimiliki mereka tak seimbang dengan kecerdasan spiritual. Mereka masih menyembah berhala.

Dalam kondisi itu, Nabi Hud AS diutus untuk mengingatkan Kaum Ad untuk kembali menyembah Allah SWT seperti leluhurnya, Nabi Nuh AS.

“Wahai kaumku, sembahlah Allah yang tiada tuhan lain bagi kalian selain-Nya.” (QS Hud:50).

Perkataan itu tidak berubah. Peringatan yang sama telah kem bali diucapkan seperti Adam, Idris, dan Nuh. Hanya, kaum Nabi Hud AS kerap mengejek utusan Allah itu.

Ahmad Bahjat dalam Sejarah Nabi-Nabi Allah menjelaskan, mereka berkata kepada Nabi Hud. “Bagaimana engkau menuduh tuhan-tuhan kami yang kami mendapati ayah-ayah kami menyembahnya?”

Nabi Hud menjawab: “Sungguh orang tua kalian telah berbuat kesalahan.”

Kaum Nabi Hud berkata, “Apakah engkau akan mengatakan wahai Hud bahwa setelah kami mati dan menjadi tanah yang beterbangan di udara, kita akan kembali hidup?”

Nabi Hud menjawab: “Kalian akan kembali pada hari kiamat dan Allah SWT akan bertanya kepada masing-masing dari kalian tentang apa yang kalian lakukan.” Allah SWT menceritakan sikap kaum itu terhadap hari kiamat pada QS al Mukminun: 33-37.

Baca juga :  Saudi Hentikan Ibadah Umrah Sementara, Bagaimana dengan Haji?

Mereka pun tertawa mendengar jawaban Nabi Hud. Mereka berkata kepadanya: “Tidak mungkin-tidak mungkin”.

Alqur’an menerangkan mereka sebagai al- Mala’. Mereka adalah para pembesar kaum. Orang-orang kaya dan para elite yang menentang para Nabi. Allah SWT menggambarkan mereka dalam firman- Nya: “Dan yang telah Kami mewahkan mereka dalam kehidupan dunia.” (QS al-Mu’minun: 33).

Mereka tak juga percaya ke pada peringatan Nabi Hud. Mereka pun mulai menuduh Nabi Hud gila.

“Kaum Ad ber kata: “Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan memercayai kamu. Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.” (QS Hud: 53-54).

Nabi Hud pun mengetahui azab akan turun kepada kaumnya. Terjadilah masa kering di muka bumi di mana langit tidak lagi menurunkan hujan. Matahari menyengat sangat kuat hingga laksana percikan-percikan api yang menimpa kepala manusia.

Baca juga :  Menjelang Wafat, Tuan Guru Husin Ali Kembali Berlaku Ganjil

Kaum Nabi Hud lantas bertanya kepadanya. “Mengapa terjadi kekeringan ini wahai Hud?”

Nabi Hud menjawab, “Sesungguhnya Allah SWT murka kepada kalian. Jika kalian beriman, maka allah SWT akan rela kepada kalian dan menurunkan hujan.”

Kaum Nabi Hud justru mengejeknya meski kekeringan semakin meningkat dan mematikan pepohonan. Kekeringan lantas berganti menjadi awan. Kaum Nabi Hud mengiranya hujan. Mereka bergembira dan keluar dari rumah-rumahnya. Tiba-tiba udara menjadi semakin dingin. Angin bertiup sangat kencang. Semua benda bergoyang. Angin terus bertiup hingga tujuh malam. Kaum Nabi Hud berlari menyelamatkan diri, tapi semua terlambat.

“Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus-menerus. Maka, kamu lihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).” (QS al-Haqqah;7).

Sumber; Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

17 Pahala Sahur yang Luar Biasa
apahabar.com

Habar

Salat Jumat Ditiadakan, Masjid di Martapura Ini Masih Menggelar ‘Diam-diam’
apahabar.com

Habar

PLN UP3 Barabai Bantu Kembangkan MSQ di Kalangan Pelajar
apahabar.com

Religi

Sekumpul Selalu Dipadati peziarah, Oleh-oleh Ini Selalu Digemari
apahabar.com

Religi

Tuan Guru Husin Ali, Istiharah Membeli Paku
apahabar.com

Habar

Besok, Masjid Tertua di Liang Anggang Banjarbaru Tidak Gelar Salat Idul Fitri
apahabar.com

Religi

Menjelang Haul Syekh Samman, Berikut Imbauan Ketua Panitia Untuk Jemaah
apahabar.com

Religi

Jaga Ukhuwah Islamiyah, Warga Flamboyan Gelar Bukber