3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin Berpaling dari Tim Gugus Tugas, Apa Alasannya?

- Apahabar.com Selasa, 26 Mei 2020 - 20:39 WIB

Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin Berpaling dari Tim Gugus Tugas, Apa Alasannya?

Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Muhammad Isnaini. Foto-apahabar.com/Ahya Firmansyah

apahabar.com, BANJARMASIN – Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Muhammad Isnaini menyatakan diri keluar dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin. Berpalingnya Isnaini dari gugus tugas karena tugas pokok dan fungsi dewan di tim tidak maksimal.

“Melihat perkembangan yang ada dan regulasi yang kami pahami tentang pengawasan dewan, ini tidak sejalan tentang tupoksi pengawasan,” ujar Isnaini, Selasa (26/5).

Sebab, menurutnya, sebagai dewan tidak harus masuk gugus tugas. “Kami tidak punya peran yang maksimal dalam pelaksanaan penanganan Covid-19 karena tergabung di dalam gugus tugas, terlebih evaluasi dan rapat tidak dilibatkan, untuk apa kami ada di sana,” cetus politisi Gerindra ini.

Ia menerangkan tupoksi dewan sebagai fungsinya adalah pengawasan, akan lebih maksimal dan optimal kalau dewan ada di luar dan dalam pengawasan menjadi lebih efektif mengawasi kebijakan pemerintah kota dalam menangani wabah ini.

“Karena kita di anggaran, akan kita evaluasi dan tidak lagi masuk dalam gugus tugas. Surat Keputusan (SK) dewan berada dalam gugus tugas itu sendiri agar bisa bersinergi memberi masukkan. Ternyata itu tidak optimal,” ungkapnya.

Isnaini pun mengatakan jika dirinya ada di luar tim bisa optimal terarah dan terukur dalam mengawasi pemkot untuk menanggulangi wabah Covid-19.

Diketahui bergabungnya anggota dewan ke dalam tim gugus tugas sebagai langkah sinergi antara pemerintah kota dan DPRD Banjarmasin dalam hal menangani wabah virus corona, terdiri unsur pimpinan sebanyak empat orang dan empat Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yaitu Ketua komisi-komisi DPRD Banjarmasin.

“Dewan tidak dilibatkan apalagi sewaktu pembahasan PSBB jilid 3, saya sendiri di dewan tidak menerima undangan pembahasan apakah akan melanjutkan PSBB itu atau tidak,” pungkasnya.

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Puluhan Paket Sembako Dibagikan ke Warga Bantaran Sungai Barito
apahabar.com

Kalsel

HST Gelar Upacara Dini Hari, Renungan Suci di TMP Kesuma Bangsa
apahabar.com

Kalsel

Tapin Songsong Pilgub, KPU Siapkan Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Jelang Haul Guru Sekumpul ke 15, Polres Banjar Lakukan Kring Serse Untuk Monitoring Tempat Rawan
Siring

Kalsel

Akses Jalan Kalsel-Kaltim Padat, Rombongan Haul Pilih Liburan ke Siring Pierre Tendean Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Itwasum Mabes Polri Atensikan Pencegahan Karhutla di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Kecelakaan Maut di Batola, Pengendara Motor Tewas Seketika
apahabar.com

Kalsel

Tolak Kunjungan DPRD Kalteng, Hasrat Dewan Kalsel ke Luar Daerah Pun Pupus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com