“Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak Detik-Detik Pembunuhan Brutal di Gambah HST, Korban Asyik Cabut Uban Mapolsek BAS HST Gempar! ODGJ Bawa Balok Ngamuk-Kejar Petugas Siap-Siap! Hasnur Mau Lepas Saham Perusahaan Kapalnya ke Publik Sodorkan 28 Alat Bukti, Korban Banjir Kalsel Mau Gotong Kulkas Rusak ke Pengadilan

Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin Berpaling dari Tim Gugus Tugas, Apa Alasannya?

- Apahabar.com     Selasa, 26 Mei 2020 - 20:39 WITA

Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin Berpaling dari Tim Gugus Tugas, Apa Alasannya?

Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Muhammad Isnaini. Foto-apahabar.com/Ahya Firmansyah

apahabar.com, BANJARMASIN – Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Muhammad Isnaini menyatakan diri keluar dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin. Berpalingnya Isnaini dari gugus tugas karena tugas pokok dan fungsi dewan di tim tidak maksimal.

“Melihat perkembangan yang ada dan regulasi yang kami pahami tentang pengawasan dewan, ini tidak sejalan tentang tupoksi pengawasan,” ujar Isnaini, Selasa (26/5).

Sebab, menurutnya, sebagai dewan tidak harus masuk gugus tugas. “Kami tidak punya peran yang maksimal dalam pelaksanaan penanganan Covid-19 karena tergabung di dalam gugus tugas, terlebih evaluasi dan rapat tidak dilibatkan, untuk apa kami ada di sana,” cetus politisi Gerindra ini.

Ia menerangkan tupoksi dewan sebagai fungsinya adalah pengawasan, akan lebih maksimal dan optimal kalau dewan ada di luar dan dalam pengawasan menjadi lebih efektif mengawasi kebijakan pemerintah kota dalam menangani wabah ini.

“Karena kita di anggaran, akan kita evaluasi dan tidak lagi masuk dalam gugus tugas. Surat Keputusan (SK) dewan berada dalam gugus tugas itu sendiri agar bisa bersinergi memberi masukkan. Ternyata itu tidak optimal,” ungkapnya.

Isnaini pun mengatakan jika dirinya ada di luar tim bisa optimal terarah dan terukur dalam mengawasi pemkot untuk menanggulangi wabah Covid-19.

Diketahui bergabungnya anggota dewan ke dalam tim gugus tugas sebagai langkah sinergi antara pemerintah kota dan DPRD Banjarmasin dalam hal menangani wabah virus corona, terdiri unsur pimpinan sebanyak empat orang dan empat Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yaitu Ketua komisi-komisi DPRD Banjarmasin.

“Dewan tidak dilibatkan apalagi sewaktu pembahasan PSBB jilid 3, saya sendiri di dewan tidak menerima undangan pembahasan apakah akan melanjutkan PSBB itu atau tidak,” pungkasnya.

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Polres HSU Gelar Latihan Peragaan Operasi Patuh Intan 2020
Covid-19

Kalsel

Update Covid-19 Tanbu: Positif 12 Orang, Sembuh 3
apahabar.com

Kalsel

SMKN1 Murung Pudak Gelar PAT Daring, Siswa Tetap Diminta Disiplin
apahabar.com

Kalsel

Dinilai Membina Pelayanan Publik Sangat Baik, Ibnu Sina Mendapat Penghargaan dari Menpan RB
Mabes TNI AD

Kalsel

Bantuan Kemanusiaan Mabes TNI AD Siap Didistribusikan untuk Korban Banjir Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Peduli Dampak Covid-19, Komunitas Baharat Bagikan Paket Lebaran di Pulau Laut
apahabar.com

Kalsel

Jangan Lengah, DBD Sama Berbahayanya dengan Corona
apahabar.com

Kalsel

Badan Membesar, Remaja di Kotabaru Ternyata Dihamili Ayah Sendiri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com