BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Ketum Hipmi Sambut Hidup New Normal Per 1 Juni

- Apahabar.com Selasa, 19 Mei 2020 - 14:52 WIB

Ketum Hipmi Sambut Hidup New Normal Per 1 Juni

Ketua Umum Hipmi Mardani H Maming saat Forum Hipmi Policy Discussion di Kantor Sekretariat BPP Hipmi Sahid Sudirman Center, Jakarta, Jumat (28/2). Hipmi bertindak sebagai tuan rumah dalam forum yang mengusung tema "Prospek Industri Nikel Dalam Negeri” itu. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Mardani H Maming (MHM) menyambut baik rencana pemerintah menetapkan mulai 1 Juni 2020 masyarakat bisa kembali hidup normal.

Namun MHM mengingatkan agar masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menerapan social distancing atau jaga jarak, serta rajin mencuci tangan, karena Covid-19 masih menjadi ancaman.

“Rencana mulai 1 Juni kita kembali hidup normal adalah terobosan yang positif dari pemerintah. Ini menjadi penting terutama dalam kaitan membangkitkan kembali perekonomian nasional. Namun bukan berarti kita mengabaikan aspek kesehatan. Kita tetap harus waspada, karena Covid-19 belum ada vaksin-nya,” kata MHM di Jakarta, Selasa (19/5).

Menurut MHM, pandemi Covid-19 berdampak luar biasa terhadap perekonomian Indonesia baik makro maupun mikro.

Jika kondisi itu berlangsung lebih lama, maka badai PHK mungkin akan terjadi lebih besar. Semakin banyak perusahaan terutama usaha kecil menengah yang gulung tikar.

Dengan dimulainya hidup normal per 1 Juni 2020, menurut MHM, dimungkinkan perekonomian kembali bisa berjalan baik.

“Namun dalam skenario “new normal” ini ada tahapannya, yang paling penting bahwa bagaimana kita bisa tetap produktif secara ekonomi namun sekaligus aman dari Covid-19. Antara sektor kesehatan dan ekonomi harus saling mendukung,” kata MHM.

Eks bupati Tanah Bumbu dua periode itu menilai bahwa ada hal positif yang bisa didapatkan dari dimulainya hidup normal per 1 Juni nanti. Yaitu gaya hidup sehat akan semakin meningkat di kalangan masyarakat maupun pelaku usaha.

“Kita akan tetap menerapkan protokol kesehatan, mulai pakai masker, jaga jarak dan kebiasaan cuci tangan di tengah menjalankan usaha,” ujar Mardani.

Sebelumnya, seluruh karyawan BUMN dikabarkan akan mulai beraktivitas normal pada 25 Mei 2020.

Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi atensi publik terkait kabar mengenai rencana kembali berkantornya karyawan BUMN.

Namun Erick menjelaskan bahwa ada mispersepsi yang beredar di masyarakat.

“Dalam surat edaran untuk internal BUMN jelas disampaikan bahwa tanggal pasti akan kembali berkantornya mayoritas karyawan BUMN menunggu keputusan umum pemerintah terkait pandemi Covid-19, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dan juga libur lebaran sesuai keputusan Pemerintah. Namun, untuk BUMN yang langsung melayani masyarakat dan tidak bisa dihentikan pelayanannya seperti PLN, telekomunikasi, Pertamina, dan lain lain tetap bekerja sesuai dengan ketetapan yang berlaku.”

Menurut Erick yang dilakukan BUMN pada 25 adalah rencana tiap unit usaha untuk merampungkan prosedur dan standar operasional perusahaan selama masa pemulihan yang akan disosialisasikan pada karyawan bukan jadwal masuk kembali ke kantor.

Erick menegaskan waktu bagi seluruh BUMN untuk kembali aktif berkantor menunggu pengumuman resmi dari pemerintah pusat mengenai izin dan protokol aktivitas fisik pada masa pemulihan pandemi Covid-19.

Menurutnya pada masa pemulihan yang banyak disebut sebagai The New Normal itu ada tren perubahan sosial, lingkungan, dan bisnis.

Pada era New Normal, interaksi fisik akan semakin terbatas. Sebaliknya interaksi digital yang selama masa WFH menjadi opsi utama dalam kegiatan masyarakat, diprediksi akan tetap bertahan.

“Karena itu butuh strategi kontigensi yang menyesuaikan dengan kondisi sosial, ekonomi, budaya, maupun lingkungan,” ujarnya.

Segala opsi ini masih dikaji secara mendalam oleh seluruh pihak. Waktu definitif terkait tahapan pelaksanaan pemulihan pasca-Covid di BUMN juga masih menunggu resmi pemerintah. (*)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Terungkap, Pemicu Kebakaran di Mapolsek Banjarmasin Tengah

Kalsel

Dugaan Wanprestasi Dalam Jerat Penipuan Bupati Balangan
apahabar.com

Kalsel

Waspada! 6 Wilayah Kalsel Pada Siang Hari Berpotensi Hujan Petir
apahabar.com

Kalsel

Pasar Ditutup Imbas PSBB, Wakil Rakyat Banjarmasin: Kaji Ulang
apahabar.com

Kalsel

Di Kalsel, Suara Jokowi Kalah di Kandang Partai Koalisi
apahabar.com

Kalsel

Jembatan Antasari Jadi Lautan Eceng Gondok, Juragan Klotok Sampai Terjebak
apahabar.com

Kalsel

Said Jola Sukses, Hendra Menangis
apahabar.com

Kalsel

Per September, TPK Hotel Berbintang Naik 1,28 Poin Dibanding Agustus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com