Kebakaran Gang Nuri, Asrama Anak Yatim Ikut Ludes Terbakar BREAKING! Api Kembali Berkobar di Gang Nuri Banjarmasin Fakta Sejarah Jembatan Barito: Sempat Ingin Diberi Nama Soeharto hingga Terpanjang di Asia Tenggara Menang Dua Game, Ganda Putra Indonesia Marcus/Kevin Gilas Pasangan Inggris Raya JANGAN PANIK! Banjarbaru Resmi Terapkan PPKM Level IV 26 Juli

Ketum Hipmi Sambut Hidup New Normal Per 1 Juni

- Apahabar.com     Selasa, 19 Mei 2020 - 14:52 WITA

Ketum Hipmi Sambut Hidup New Normal Per 1 Juni

Ketua Umum Hipmi Mardani H Maming saat Forum Hipmi Policy Discussion di Kantor Sekretariat BPP Hipmi Sahid Sudirman Center, Jakarta, Jumat (28/2). Hipmi bertindak sebagai tuan rumah dalam forum yang mengusung tema "Prospek Industri Nikel Dalam Negeri” itu. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Mardani H Maming (MHM) menyambut baik rencana pemerintah menetapkan mulai 1 Juni 2020 masyarakat bisa kembali hidup normal.

Namun MHM mengingatkan agar masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menerapan social distancing atau jaga jarak, serta rajin mencuci tangan, karena Covid-19 masih menjadi ancaman.

“Rencana mulai 1 Juni kita kembali hidup normal adalah terobosan yang positif dari pemerintah. Ini menjadi penting terutama dalam kaitan membangkitkan kembali perekonomian nasional. Namun bukan berarti kita mengabaikan aspek kesehatan. Kita tetap harus waspada, karena Covid-19 belum ada vaksin-nya,” kata MHM di Jakarta, Selasa (19/5).

Menurut MHM, pandemi Covid-19 berdampak luar biasa terhadap perekonomian Indonesia baik makro maupun mikro.

Jika kondisi itu berlangsung lebih lama, maka badai PHK mungkin akan terjadi lebih besar. Semakin banyak perusahaan terutama usaha kecil menengah yang gulung tikar.

Dengan dimulainya hidup normal per 1 Juni 2020, menurut MHM, dimungkinkan perekonomian kembali bisa berjalan baik.

“Namun dalam skenario “new normal” ini ada tahapannya, yang paling penting bahwa bagaimana kita bisa tetap produktif secara ekonomi namun sekaligus aman dari Covid-19. Antara sektor kesehatan dan ekonomi harus saling mendukung,” kata MHM.

Eks bupati Tanah Bumbu dua periode itu menilai bahwa ada hal positif yang bisa didapatkan dari dimulainya hidup normal per 1 Juni nanti. Yaitu gaya hidup sehat akan semakin meningkat di kalangan masyarakat maupun pelaku usaha.

“Kita akan tetap menerapkan protokol kesehatan, mulai pakai masker, jaga jarak dan kebiasaan cuci tangan di tengah menjalankan usaha,” ujar Mardani.

Sebelumnya, seluruh karyawan BUMN dikabarkan akan mulai beraktivitas normal pada 25 Mei 2020.

Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi atensi publik terkait kabar mengenai rencana kembali berkantornya karyawan BUMN.

Namun Erick menjelaskan bahwa ada mispersepsi yang beredar di masyarakat.

“Dalam surat edaran untuk internal BUMN jelas disampaikan bahwa tanggal pasti akan kembali berkantornya mayoritas karyawan BUMN menunggu keputusan umum pemerintah terkait pandemi Covid-19, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dan juga libur lebaran sesuai keputusan Pemerintah. Namun, untuk BUMN yang langsung melayani masyarakat dan tidak bisa dihentikan pelayanannya seperti PLN, telekomunikasi, Pertamina, dan lain lain tetap bekerja sesuai dengan ketetapan yang berlaku.”

Menurut Erick yang dilakukan BUMN pada 25 adalah rencana tiap unit usaha untuk merampungkan prosedur dan standar operasional perusahaan selama masa pemulihan yang akan disosialisasikan pada karyawan bukan jadwal masuk kembali ke kantor.

Erick menegaskan waktu bagi seluruh BUMN untuk kembali aktif berkantor menunggu pengumuman resmi dari pemerintah pusat mengenai izin dan protokol aktivitas fisik pada masa pemulihan pandemi Covid-19.

Menurutnya pada masa pemulihan yang banyak disebut sebagai The New Normal itu ada tren perubahan sosial, lingkungan, dan bisnis.

Pada era New Normal, interaksi fisik akan semakin terbatas. Sebaliknya interaksi digital yang selama masa WFH menjadi opsi utama dalam kegiatan masyarakat, diprediksi akan tetap bertahan.

“Karena itu butuh strategi kontigensi yang menyesuaikan dengan kondisi sosial, ekonomi, budaya, maupun lingkungan,” ujarnya.

Segala opsi ini masih dikaji secara mendalam oleh seluruh pihak. Waktu definitif terkait tahapan pelaksanaan pemulihan pasca-Covid di BUMN juga masih menunggu resmi pemerintah. (*)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel Hari ini: Warga Terjangkit Bertambah Puluhan Kasus
apahabar.com

Kalsel

Disebut Tak Berizin di Banjarmasin, Bos Travellindo Sebut Kemenag Aneh
jokowi

Kalsel

Kunker ke Kalsel, Catat Dua Agenda Penting Presiden Jokowi
apahabar.com

Kalsel

Dinkes Banjarmasin Bentuk Tim UPP untuk Tampung Pengaduan Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

Jelang Tahun Baru, Penyeberangan Tanjung Serdang-Batulicin Terpantau Normal
apahabar.com

Kalsel

Sore Ini, Satu Kecamatan di Tanbu Masuk Zona Hijau
apahabar.com

Kalsel

Tatap Pilwali Banjarmasin 2020, Hermansyah Mantap Calonkan Diri
apahabar.com

Kalsel

LDII Kalsel Sembelih 355 Hewan Kurban
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com