Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Kisah Guru Honorer Pulau Sembilan Kangen Murid Saat Pandemi Covid-19

- Apahabar.com Selasa, 19 Mei 2020 - 16:57 WIB

Kisah Guru Honorer Pulau Sembilan Kangen Murid Saat Pandemi Covid-19

Norhalimah, saat berpose dengan para anak didiknya di Pulau Sembilan yang diunggahnya di medsos. Foto-Imah for apahabar.com

apahabar.com, KOTABARU – Upaya memutus mata rantai Covid-19 mengharuskan pemerintah meliburkan seluruh siswa untuk belajar dari rumah.

Tak bisa bertemu dengan para murid, tentu saja memunculkan rasa kangen tersendiri bagi sejumlah tenaga pendidik atau guru.

Kondisi itulah yang dirasakan Norhalimah, seorang guru honorer muda.

Norhalimah mengabdikan diri selama delapan tahun mengajar di SDN Desa Tengah, Kecamatan Pulau Sembilan, Kotabaru.

Baru-baru ini, Imah sapaan akrab muridnya di Pulau Sembilan tak bisa membendung rasa kangennya terhadap para muridnya.

Jelas saja, itu bukan karena gajinya yang besar. Sebab, gaji honor yang didapat dari insentif daerah (insenda) hanya Rp800 ribu per bulan.

Melalui akun facebook-nya, Imah menggunggah sejumlah foto bersama murid-muridnya. Dalam foto kental suasana ceria, dan penuh kasih sayang.

Selain itu digoreskannya pula tulisan. Bunyinya, “Muridku Tersayang. Ketahuilah, bahwa gurumu amat tidak menyukai keadaan seperti ini. Kami memikirkan tentangmu. Kami harap kau tetap aman, dan selalu sehat di rumah. Kami merindukan senyum serta tawamu. Kami merindukanmu, juga kelas kita dengan segenap energi yang kalian bawa anak-anakku. Ibu selalu merindukan kalian,” tulis Imah, diakhiri emoji menangis.

Dijumpai apahabar.com, Imah mengaku rasa kangen berlebihannya dipicu libur panjang sekolah akibat pendemi.

“Iya, Mas. Sudah beberapa bulan ini kan liburan saya pulang ke kota. Tentu, hal itu membuat saya kengen sekali dengan anak-anak didik di Pulau Sembilan,” ujarnya.

Guru mata pelajaran Islam, alumnus STIT Darul Ulum Kotabaru itu bilang susana kekeluargaan, dan kasih sayang dengan para siswanya telah terbangun hampir sepuluh tahun.

“Intinya, sebenarnya tidak bisa diceritakan. Karena banyak hal yang menjadi penyebabnya. Selain anak-anaknya penyayang dengan guru, tapi para orang tua mereka sangat baik di Pulau itu,” ujar Imah, dengan mata berkaca.

Bayangkan saja, sambung Imah, satu hari saja tidak masuk kelas, anak-anak pasti ramai mencari penyebabnya ke guru-guru lainnya.

“Tidak lama, pasti mereka datang ke rumah saya, dan bertanya, ‘Kenapa ibu tidak masuk kelas, apa ibu sakit?” ujarnya.

“Anehnya lagi, mereka itu rela patungan beli jajanan, lalu dibawa ke rumah saya,” sambung Imah.

“Nah, itu lah yang terjadi di sana. Makanya, suasana itu yang sangat berat bagi saya, karena pandemi ini tidak bisa bertemu mereka. Semoga wabah cepat berlalu, sehingga kami bisa bertemu, dan berkumpul lagi seperti biasa,” pungkas imah mengakhiri.

Reporter: Masduki
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Terima Hibah dari Pemkab Batola, Sekjen Bawaslu RI Gunakan Perumpamaan

Kalsel

Anggaran Covid-19 2021 Banjarmasin Dipangkas, Apa Alasannya?
apahabar.com

Kalsel

Peringati HUT ke-25, Alumni Akabri 1995 Bimacakti Gelar Gowes Bersama
apahabar.com

Kalsel

5 Tahun Lagi Ibnu Sina Optimistis Festival Jukung Jadi Kejuaraan Dunia
apahabar.com

Kalsel

Tabrakan Maut di Rantau, Isi Perut Korban Berceceran di Jalan
apahabar.com

Kalsel

Akun Facebook Diretas, Rektor ULM Mengadu ke Mabes Polri
apahabar.com

Kalsel

Resmi, Pengusaha Advertising Polisikan Eks Kasat Pol PP Banjarmasin!
apahabar.com

Kalsel

786 Paket Sembako Dibagikan ke Warga Pelabuhan Trisakti
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com