Kapolres Angkat Bicara, Kapolsek Bungkam Soal Penembakan Maut Martapura Dugaan Skimming Bank Kalsel, Bank Sentral Angkat Bicara Pemerintah Canangkan Subtitusi Komoditas Impor Beralih ke Produk Dalam Negeri Kementerian Investasi Kantongi 700 Pengaduan Keberatan IUP yang Dicabut   Jawa Barat dan Sumatera Selatan Kurangi Impor Melalui Barter Komoditas UMKM
agustus

Kisah Napi Asimilasi Bertaubat, Kini Jualan Kue Lebaran

- Apahabar.com     Selasa, 19 Mei 2020 - 06:15 WITA

Kisah Napi Asimilasi Bertaubat, Kini Jualan Kue Lebaran

Nurmiati (tengah) kini sudah bebas. Foto-Okezone

apahabar.com, JAMBI – Nurmaiti, salah satu napi yang mendapat program asimilasi dari pemerintah. Perempuan berusia 43 tahun yang merupakanb warga Mayang, Kota Jambi sujud syukur tatkala mendapatkan program tersebut.

Wajah yang semula kerut dan suasana penuh beban dihukum pidana Pasal 372 dan 378 tentang penipuan, kini tersenyum semringah.

Betapa tidak, hukuman 2 tahun yang dipertanggungjawabkan di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Jambi membuat dirinya tidak ketemu dengan mudah suami dan anaknya sebagai mana saat bebas.

“Alhamdulillah, bahagia, senang bisa ketemu dengan keluarga anak-anak dan suami. Karena selama ini pisah dengan keluarga, apalagi sekarang ini bulan puasa, jadi bisa kumpul dengan keluarga,” ungkap Nurmaiti.

Diakuinya, selama di dalam Lapas hingga mendapatkan program asimilasi dari pemerintah tidak ada kendala dari petugas.

“Saya berterima kasih kepada petugas yang telah membantu proses pembebasan asimilasi. Mestinya, saya bebas bulan Agustus mendatang. Alhamdulillah bisa dipercepat,” imbuhnya.

Selanjutnya, dia juga menceritakan usai berada di rumah tidak banyak yang dilakukannya. Namun, program asimilasi yang diberikan seiring pandemi Covid-19 di saat bulan puasa, membuat dirinya bisa menambah penghasilan.

“Saat ini, aktivitas sehari-hari saya sekarang membuat kue kering untuk lebaran. Alhamdulillah udah banyak yang pesan selain keluarga teman orang-orang dekat di kota sini lah,” tutur Nurmaiti.
Meski berstatus sudah bebas, tapi dirinya masih wajib lapor ke pihak Bapas Kemenkumham Jambi.

“Saya wajib lapor seminggu satu kali. Sejak pandemi Covid-19, wajib lapornya lewat video call. Yang dibicarakan keberadaan saya, aktivitas keseharian saya,” ujarnya.

Ada momen haru usai keluar dari LP, yakni saat dirinya ketemu dengan anak-anaknya. “Saya ngobrol sampai jam 2 malam dengan anak, selama ini ada beban lantaran tidak pernah ketemu dengan anak. Saat ini sudah lega,” tukasnya sembari mengusap air mata yang keluar dari kedua kelopak matanya.

Dengan kejadian ini, ibu tiga putra tersebut berharap tidak kembali lagi menghuni Lapas. “Mudah-mudahan jangan terjadi lagi,” pungkasnya. (okz)

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Bangladesh Tolak Masuk, Ratusan Rohingya Terdampar di Laut
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Arab Saudi Beri Lampu Hijau, Travel Haji dan Umrah Kalsel Pesimistis
apahabar.com

Nasional

Paman Birin Optimistis Proyek KA Terealisasi: ‘Biar Lagu Kereta Malam Berhenti’

Nasional

Jokowi Tegaskan TWK Bukan Dasar Pemberhentian 75 Pegawai KPK
apahabar.com

Nasional

NASA Rekayasa Astronaut Bisa Hidup di Mars  
Kalsel Juga Indonesia

Nasional

Terharu! Kalsel Juga Indonesia Trending Topik di Twitter
apahabar.com

Nasional

VIDEO: Detik-detik Syekh Ali Jaber ditusuk Orang Tak Dikenal Di Masjid Di Bandar Lampung
Pulang dari China, Lima Warga AS Terinfeksi Corona

Nasional

Pulang dari China, Lima Warga AS Terinfeksi Corona
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com