Sidang Kasus Sabu 300 Kg di Banjarmasin, 4 Terdakwa Terancam Hukuman Mati! Tipu-Tipu Oknum DLH Banjarmasin, Sekantoran Diutangi Ratusan Juta Tipu Belasan Penyapu Jalan, Oknum ASN di Banjarmasin Akhirnya Mengaku! Berstatus Waspada, PVMBG Sebut Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif Kejari Banjarbaru Musnahkan Ratusan Gram Narkotika dan Barbuk Tindak Pidana Tetap Lainnya

Kisah Prof Ying, Hijabers Mualaf yang Temukan Alat Rapid Test

- Apahabar.com Senin, 25 Mei 2020 - 12:25 WIB

Kisah Prof Ying, Hijabers Mualaf yang Temukan Alat Rapid Test

Profesor Jackie Ying. Foto: dok.swhf.sg

apahabar.com, SINGAPURA – Nama Profesor Jackie Ying mencuat seiring ditemukannya alat uji covid-19 tercepat (Rapid test) pada tahun ini.

Ying adalah pimpinan Lab NanoBio, perusahaan sains, teknologi, dan penelitian yang menemukan alat rapid test tersebut.

Dan, Ying ternyata adalah seorang mualaf. Dia lahir di Taiwan pada 1966. Pada usia 7 tahun, ia dan keluarganya pindah ke Singapura. Ayahnya seorang dosen Sastra China, di Nanyang University.

Sejak kecil, ia sangat menyukai ilmu pengetahuan, khususnya ilmu kimia. Namun, informasi soal kehidupan pribadinya tidak tersentuh.

Namun, dalam beberapa kali, profesor Ying mengisi program inspirasi di mana, ia berbagi pengalaman tentang perubahan dan prestasi. Termasuk bagaimana ia memilih Islam. Profesor Ying mengakui awalnya, selain bekerja hanya sedikit hal yang ia lakukan. Seperti mengajak putrinya ke taman.

Seiring perjalanan waktu, ada perubahan dalam hidupnya. Ia mengenal agama melalui teman baiknya saat belajar di Raffles Girls School. Barulah, pada usia 30 tahun, ia mulai membaca soal agama Islam. Dalam kesimpulannya, Islam menurut Profesor Ying merupakan agama yang sederhana dan masuk akal.

Ketika menjadi Muslim, Profesor Ying mengakui tak ada reaksi negatif. Namun, koleganya tidak menghiraukan perubahan itu. Yang pasti, koleganya tidak lagi melihat sosok Profesor Ying yang tidak percaya dengan adanya Sang Pencipta dibalik sistematika biologis kehidupan. Namun, seorang yang meyakini ada sesuatu yang Maha Besar di balik sistem kehidupan.

Setelah menjadi Muslim, Profesor Ying akhirnya bisa melaksanakan umroh. Sepulangnya dari umroh, ia mulai mengenakan jilbab.

Sejak menjadi Muslim, Profesor Jackie Ying sangat aktif berdakwah di Yayasan Mandaki. Yayasan ini memiliki tujuan membantu pengembangan sumber daya komunitas Muslim Melayu di Singapura.

Kini, ia menjadi salah satu mentor di bawah Mendaki Project Anak didik yang dia akan mentor pemuda Muslim inspirasi yang berniat masuk ke bidang Sains, memberi mereka kesempatan untuk membenamkan diri dalam proyek-proyek penelitian yang dilakukan di laboratoriumnya.(Rep/Asc)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Rajin Baca Alquran, Joddy Bedjo: Allah Kasih Waktu Tobat
apahabar.com

Habar

Tidak Hanya Indonesia, 5 Negara Ini Juga Tidak Berangkatkan Haji 2020
Update Penginapan Gratis Haul Guru Sekumpul: 10 Ribu Jemaah Sudah Booking

Habar

Update Penginapan Gratis Haul Guru Sekumpul: 10 Ribu Jemaah Sudah Booking
apahabar.com

Habar

Menag: Persiapan Haji di Tanah Suci Beres, Amirul Hajj Belum Ditentukan
apahabar.com

Habar

Liga Dunia Muslim dan Umm Al-Qura Sepakati Kerja Sama
apahabar.com

Habar

Masjidil Haram Dijaga Ketat, Jemaah Umrah Tak Bisa Leluasa
apahabar.com

Habar

Relawan Posko Ami Guntung Alaban Siapkan Toilet Umum dan Tempat Parkir

Habar

Qari Sekumpul Ini Wafat, Sebelumnya Sempat Berbicara “Ganjil”
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com