Jadi Sekolah Unggulan, Intip Sederet Program Almazaya Islamic School Banjarmasin Resmi, Gugatan Anandamu Tunda Kemenangan Ibnu-Ariffin di Pilwali Banjarmasin Tidak Mau Diisolasi di Palembang, 2 Peserta PTQ asal Kalteng Kabur Tak Buat Bingung, Dewan Kalsel Minta Informasi Satu Pintu Soal Aktivitas Mudik Jelang Idulfitri, Disdag Banjarbaru Jamin Harga Bapokting Aman

Kisah Twindy, Dokter Cantik Terpapar Covid-19 Tak Bergejala

- Apahabar.com Senin, 11 Mei 2020 - 20:36 WIB

Kisah Twindy, Dokter Cantik Terpapar Covid-19 Tak Bergejala

Twindy Rarasati. Foto-Instagram

apahabar.com, JAKARTA – Penularan virus corona disease atau Covid-19 tanpa gejala, itu lah yang dialami Twindy Rarasati, dokter sekaligus publik figur ini.

Dokter cantik ini sebenarnya tak bertugas di bangsal Covid-19 itu tidak mengalami gejala umum pasien corona seperti batuk dan pilek. Hasil tes swab pun menyatakan dia negatif.

“Aku enggak ada batuk pilek, hasil lab aku normal, hasil (tes) swab negatif. Kan sering baca di internet, orang corona dengan gejala a, b, c, d, itu gejala bisa sama sekali enggak ada, atau enggak dominan satu saja,” kata dia saat melakukan Intagram Live bersama selebritas Sandra Dewi, Senin (11/5).

Twindy menduga, ia terinfeksi SARS-CoV-2 bisa saja dari orang yang tak tahu ternyata dirinya positif.

Apalagi di ruangan IGD rumah sakit, banyak pasien dengan berbagai kasus kesehatan masuk.

Namun, saat tahu dirinya positif corona, dia langsung mendapatkan perawatan selama dua minggu di rumah sakit.

Tak hanya itu, disambung karantina mandiri selama dua pekan.

“Mindset aku tanamin kalau sudah waktunya kena ya kena saja. Aku dirawat dua minggu dan karantina dua minggu. Sembuh, dinyatakan negatif. Besok baru mulai aktivitas lagi di rumah sakit,” kata dia.

Selama masa karantina, Twindy mengaku sesekali mengalami sesak napas, sakit kepala, namun tanpa demam dengan jumlah sel darah putih tak turun dan tak ada inflamasi signifikan.

Untuk penanganan, dia diberi vitamin C, antibiotik melalui infus dan Hydroxychloroquine sesuai pengawasan dokter.

Pemeriksaan suhu badan, tensi darah dan saturasi oksigen juga dia jalankan.

Twindy juga merasakan perubahan pada kekuatan tubuhnya terutama saat berolahraga.

“Di masa karantina mandiri aku juga ukur suhu sendiri, tetap beraktivitas fisik ringan. Aku sebelum kena juga aktif berolahraga, begitu kena kerasa banget fungsi paru (menurun), cepat capek. Yoga biasanya 90 menit jadi cuma 12 menit,” papar dia.

Kepada mereka yang baru terdiagnosis Covid-19, Twindy berpesan agar mematuhi anjuran dokter, jika harus dirawat di rumah sakit maka jalankan.

“Tanya apa bisa karantina mandiri atau dirawat di rumah sakit. Kalau disarankan karantina mandiri, lakukan. Hal-hal yang harus diperhatikan seperti ruangan dia (pasien) sendiri dengan ventilasi udara cukup. Jangan panik. Stay positive. Banyak berdoa,” pesan dia.

Twindy juga berpesan untuk tetap waspada namun jangan sampai paranoid.(ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hiburan

Usai Cetak dan Online, Kalsel Post Siap Mengudara
Afgan

Hiburan

Kolaborasi Afgan dan Jackson Wang Sentak Lini Masa Twitter
apahabar.com

Hiburan

Tegar Hadiri Pernikahan Sang Mantan, Ini Doa Lesti untuk Rizky D’Academy
apahabar.com

Hiburan

STKIP PGRI Banjarmasin Persembahkan Sendratari Kolosal Bujang Maluala
apahabar.com

Hiburan

Wizzy Siapkan Album Perdana
apahabar.com

Hiburan

Jelang Akad Nikah Syahrini, Masjid Camii Dijaga Ketat
apahabar.com

Hiburan

‘Indonesia Tanpa Asap’ Karya Justice Band Polres Kobar Sarat Pesan Moral
Netflix

Hiburan

Usung Cerita Cinta dan Budaya Bali, Netflix Garap Film A Perfect Fit
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com