Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Komnas HAM Survei Kepatuhan Warga Ibadah Ramadan di Rumah

- Apahabar.com Sabtu, 9 Mei 2020 - 06:45 WIB

Komnas HAM Survei Kepatuhan Warga Ibadah Ramadan di Rumah

Ilustrasi. Foto-CNN Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah mengimbau umat Islam ibadah Ramadan di rumah. Hasil survei Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), 94,5 persen dari 669 responden telah menjalani ibadah dari rumah.

“(Sebanyak) 94,5 persen memilih ibadah di rumah. Ini menurut saya menarik. Jadi paling besar orang ibadah di rumah. Ini yang saya bilang kepatuhan besar ini mobilitas kita,” kata Komisioner Bagian Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM Choirul Anam saat Konferensi Pers Daring Komnas HAM.

Dia menjelaskan, pengumpulan data survei ini dilakukan melalui Google Form sejak 29 April hingga 4 Mei 2020.

“Survei ini kami kreasikan untuk melihat dua aspek. Pertama bagaimana kita lihat penyelenggaraan ibadah. Sama menjawab kenapa kok spesifik untuk umat Islam, karena momentumnya Ramadhan. Karena ini tidak hanya soal ritual, banyak orang yang kumpul dan sebagainya. Karena konteksnya Ramadhan, kita memotretnya lebih banyak ke umat muslim,” jelas Choirul.

Choirul menyampaikan ada dua alasan responden memilih ibadah dari rumah. Selain akrena imbauan pemerintah, mereka sudah memiliki kesadaran sendiri perihal mengantisipasi penularan virus Corona.

“Ada beberapa catatan menarik. Pertama kepatuhan terhadap ibadah di rumah jauh lebih tinggi daripada tidak patuh. Salah satunya disadari dengan kesadaran dirinya.

Orang beribadah kecenderungannya patuh terhadap kesehatan dan anjuran pemerintah,” ujar dia.

Choirul meneruskan, ada 5,5 persen responden yang menyatakan tetap beribadah di masjid. Alasannya, masyarakat tersebut lebih khusyuk beribadah bila di dalam masjid.

“Kedua ada juga yang masih ada orang melaksanakan ibadah di tempat ibadah. Pertanyaan itu kita berikan untuk lihat apakah polanya patuh di tempat ibadah atau tempat lingkungannya. Jumlahnya ada, tidak terlalu besar,” ungkapnya.

“Dari angka kecil yang lakukan di tempat ibadah, ada berapa temuan. Pertama walaupun ia sadar itu kebutuhan kesehatan tapi lebih me milih karena lebih afdol dan khusyuk beribadah di sana,” sambungnya. (dtk)

Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Resmi Jadi WNI, Syekh Ali Jaber: I Love Indonesia
apahabar.com

Nasional

Puluhan Juta Vaksin Covid-19 Akan Disuntikkan Januari 2021
apahabar.com

Nasional

AJI: Media Harus Perhatikan Keselamatan Jurnalis Saat Liputan Kasus Covid-19
apahabar.com

Nasional

Cerita Ika, Satu-satunya Relawan Perempuan Kemudikan Ambulans
apahabar.com

Nasional

Mengapa Hari Guru Diperingati, Ini Sejarahnya
apahabar.com

Nasional

Mahfud: Pemerintah Akan Proses Hukum Penunggang Aksi Anarkis Tolak UU Cipta Kerja
apahabar.com

Nasional

Ribuan WNI Antusias Mencoblos di 26 TPS Kota Kinabalu Sabah
apahabar.com

Nasional

Debat Capres, Penampilan Cawapres ‘Jomplang’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com