Kepergok Mesum, Dua Sejoli di Tapin Langsung Dinikahkan di Depan Warga Habib Banua Sedih Jokowi Legalkan Produksi Miras, Sentil Para Pembisik Presiden Kronologis Penangkapan Penusuk Wildan, Mahasiswa Tanbu yang Tewas Dikeroyok BRAVO! Para Penusuk Wildan Mahasiswa ULM asal Tanbu Diringkus Polisi Transkrip PPK Banjar Terima Rp10 Juta Beredar, Bawaslu Turun Tangan

Lagi, Warga Kotabaru Geger Penampakan Buaya Raksasa

- Apahabar.com Sabtu, 9 Mei 2020 - 23:16 WIB

Lagi, Warga Kotabaru Geger Penampakan Buaya Raksasa

Warga bantaran sungai di Desa Sakadoyan, Kecamatan Pamukan Utara, tepatnya di kawasan pelabuhan dihebohkan dengan penampakan seekor buaya raksasa, Sabtu (9/5) tadi. Foto-Roby for apahabar.com

apahabar.com, KOTABARU – Dua hari berturut-turut, buaya liar meneror warga Kotabaru, Kalimantan Selatan. Dua bocah dari kecamatan berbeda jadi korban.

Tak sampai di situ. Kali ini, giliran warga bantaran sungai di Desa Sakadoyan, Kecamatan Pamukan Selatan, tepatnya di kawasan pelabuhan dihebohkan dengan penampakan seekor buaya raksasa.

Buaya super jumbo itu muncul dari dasar sungai, dan perlahan merangkak naik ke daratan pada Sabtu (9/5) sore tadi.

Praktis, sejumlah warga yang sedang berada dekat dengan buaya sekira 3 meter terkejut. Mereka kuatir predator itu makin mendekat ke permukiman warga.

“Iya, mas. [Penampakan] Itu saat warga sedang santai sore di pelabuhan menjelang buka puasa,” ujar Rabbiansyah, warga Pamukan Utara sekaligus anggota DPRD Kotabaru dihubungi apahabar.com, malam tadi.

Menurut Roby, buaya besar itu menampakkan diri tidak jauh dengan posisi warga. Hanya sekitar 10 meter.

“Sore tadi, warga santai duduk di pelabuhan. Sekitar jarak 10 meter buaya itu muncul. Dengan rasa takut, bercampur panik, warga sempat memvideokan,” jelasnya.

Adanya penampakan buaya besar tersebut, Roby meminta agar warga bantaran sungai Sekadoyan ekstra waspada.

Khusus untuk para orang tua, agar dapat memberikan pengawasan terhadap anak-anak. Jangan sampai membiarkannya mandi di sungai.

“Intinya, sebagai putera daerah, kita tidak ingin ada kejadian seperti di Karang Payau, dan Sampanahan. Sudah dua bocah menjadi korban diterkam buaya,” pasan Roby.

Sebagai informasi, aliran di Desa Sakadoyan adalah salah satu sungai besar di Kotabaru. Sungai itu menghubungkan antara Desa Rampa Cengal.

Muara sungai Desa Sakadoyan tembus ke Desa Bakau. Sungai itu juga merupakan penghubung jalur laut menuju Kabupaten Kotabaru.

Otomatis, sungai itu juga menjadi salah satu urat nadi perekonomian warga. Sebab, kapal-kapal barang dari Kotabaru, dan sebaliknya melintasi di sungai tersebut.

Sebelumnya, seorang bocah bernama Nurhidayat (12) nyaris jadi santapan buaya liar di sungai Sampanahan, Kamis (7/5) sore.

Sehari sebelumnya hal serupa juga terjadi di Karang Payau, Kecamatan Kelumpang Hulu. Saat itu menimpa Muhammad Nur hingga terluka parah akibat terkaman buaya liar.

Reporter: Masduki
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Warga Banjarmasin Bisa Cetak Akta Kelahiran dan KK Sendiri, Simak Caranya
apahabar.com

Kalsel

Tiru Banjarmasin, 3 Daerah di Kalsel Belum Memenuhi Syarat PSBB
apahabar.com

Kalsel

Batulicin Irigasi Sabet Juara Umum Kampung Tangguh Banua se-Kalsel
apahabar.com

Kalsel

PDAM Intan Banjar Sebut Titik Terdampak Krisis Air Bersih
apahabar.com

Kalsel

Tinjau Proyek Pengerjaan Bandara, Paman Birin: November Akan Soft Launching
apahabar.com

Kalsel

Bhabinkamtibmas Polres HST Sambangi Ponpes Ibnul Amin
apahabar.com

Kalsel

Kapolsek Bintang Ara Bantah Ada Kegiatan Tambang di Wilayah Hukumnya
apahabar.com

Kalsel

Soal Status PDAM Bandarmasih, Ibnu Sina Tunggu Jawaban Paman Birin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com