Mulai Besok, Wisata Dadakan di Liang Anggang Ditutup! Ingat! Pengendara Mobil Jangan Setop di Zona RHK Traffic Light Banjarmasin Dijadikan Bukti Denny Indrayana, Begini Penampakan Surat Pernyataan Komisioner KPU Banjar Ingat! Warga Banjarmasin Tolak Vaksin Covid-19 Dapat Denda dan Diputus BPJS Flash Sale UMKM Binaan Adaro, Ratusan Produk Ludes dalam Sekejap

Langgar Protokol Kesehatan PSBB, 168 Pabrik di Jakarta Disegel

- Apahabar.com Senin, 4 Mei 2020 - 15:49 WIB

Langgar Protokol Kesehatan PSBB, 168 Pabrik di Jakarta Disegel

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengungkapkan sebanyak 168 pabrik di wilayah DKI Jakarta telah disegel karena melanggar protokol kesehatan dalam penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sementara 2.673 pabrik lainnya diberikan peringatan.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah berikan peringatan dan teguran kepada 2.673 pabrik dan industri termasuk perkantoran. Kemudian telah menyegel sementara 168 pabrik,” kata Doni dalam konferensi pers virtual usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo dari Istana Kepresidenan, Bogor, Senin (04/05).

Doni tidak merinci sektor industri yang melanggar PSBB tersebut. Namun, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), hanya terdapat 11 sektor industri yang boleh beroperasi selama PSBB dengan syarat tetap menjalankan protokol kesehatan.

Sementara di Provinsi Riau, Gugus Tugas daerah juga telah menindak hukum kepada masyarakat yang melanggar ketentuan PSBB karena mengadakan acara yang mengundang kerumunan massa.

“Masyarakat yang berkumpul dan tidak sesuai ketentuan akhirnya diperiksa dan diproses untuk masuk pengadilan,” ujar dia.

Doni meminta pemerintah daerah mengawal penerapan PSBB agar tidak longgar. PSBB harus berjalan ketat dan efektif untuk memutus rantai penularan virus Corona baru.

“Tetap harus patuh protokol kesehatan, baik ‘social distancing’ (pembatasan sosial), ‘phsycal distancing’ (pembatasan jarak fisik), cuci tangan, jaga jarak dan segala upaya, agar kita tidak terpapar Covid-19,” ujar dia.

Data terakhir, hingga Minggu (03/05), berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, kasus pasien positif virus mematikan itu di Indonesia mencapai 11.192 orang dengan penambahan 349 kasus positif. Dari 11.192 kasus pasien posititif, 1.876 di antaranya sudah dinyatakan sembuh, dan 845 pasien meninggal dunia.

Sedangkan 236.369 warga dinyatakan sebagai orang dalam pemantauan (ODP), dan 23.130 warga dinyatakan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Mantan Danjen Kopassus Mayjen (purn) Soenarko Dipanggil Bareskrim Sebagai Tersangka Terkait Senpi Ilegal
apahabar.com

Nasional

Polda Metro Jaya: Penangguhan Penahanan 100 Tersangka Kericuhan Mei Sesuai Prosedur
apahabar.com

Nasional

Sandiaga Kibarkan Bendera NU di Kampanye, TKN:  Blunder
apahabar.com

Nasional

Begini Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Awet
apahabar.com

Nasional

Pasutri Penyerang Wiranto Diamankan, Diduga Terpapar ISIS
apahabar.com

Nasional

Bansos Covid-19 Salah Sasaran, Mensos: Masih Bisa Diperbaiki
Gubernur Sulsel

Nasional

Ditetapkan KPK Tersangka, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Bantah Terlibat Suap
apahabar.com

Nasional

Pentingnya Edukasi Keuangan Sejak Dini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com