Catat! 3 Lokasi Pos Jaga PPKM Level IV di Banjarmasin PPKM Level IV, Banjarmasin Dirundung Sederet Masalah Resmi Direvisi! PPKM Level 4 Banjarmasin Hanya Berlaku Hingga 2 Agustus Dear Warga Banjarmasin! Siapkan Kartu Vaksinasi Sebelum Ditanya Petugas PPKM Level 4 Perjuangan Penyintas di Banjarmasin, Jadi Pendonor untuk Selamatkan Pasien Covid-19

Lonjakan Penumpang di Soetta, Pelaku Perjalanan Dinas Mendominasi

- Apahabar.com     Kamis, 21 Mei 2020 - 11:39 WITA

Lonjakan Penumpang di Soetta, Pelaku Perjalanan Dinas Mendominasi

Penumpang melalui titik pemeriksaan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Foto-Angkasa Pura II via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Mayoritas penumpang pesawat melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) kebanyakan dalam rangka perjalanan dinas.

Sebagian besar penumpang yang berangkat adalah mereka memenuhi kriteria melakukan perjalanan dinas. Yaitu yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta di bidang tertentu sebagaimana diperbolehkan di SE No. 04/2020.

“Dalam 10 hari terakhir atau pada 10 – 19 Mei 2020, penumpang yang berangkat dalam rangka perjalanan dinas di tengah pembatasan penerbangan ini setiap harinya mencapai 60-90 persen dari total jumlah penumpang setiap harinya. Kriteria lainnya adalah mereka yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan WNI yang kembali ke Tanah Air dengan penerbangan repatriasi lalu melanjutkan penerbangan ke daerah asal,” kata Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi, Kamis (21/5).

Pihaknya serta pemangku kepentingan di Bandara Soekarno-Hatta berkomitmen dalam memenuhi ketentuan di dalam Surat Edaran No. 04/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Salah satu ketentuan tersebut adalah adanya kriteria pengecualian, atau kriteria orang yang boleh melakukan perjalanan yaitu mereka yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta di bidang: pelayanan percepatan penanganan Covid-19; pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum; kesehatan; kebutuhan dasar; pendukung layanan dasar; dan fungsi ekonomi penting.

Lalu, perjalanan juga diperbolehkan bagi pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau anggota keluarga inti terkena musibah.

Selanjutnya, diperbolehkan juga bagi WNI yang kembali ke Tanah Air dengan penerbangan repatriasi untuk kemudian melanjutkan ke daerah asal (connecting flight). Perjalanan juga boleh dilakukan oleh VIP/VVIP dan perwakilan negara asing.

Setiap orang yang masuk kriteria tersebut harus melampirkan dokumen-dokumen sebagaimana tercantum di dalam SE 04/2020 untuk diperbolehkan melakukan perjalanan.

Adapun penerapan di lapangan, misalnya di Bandara Soekarno-Hatta, pemeriksaan dokumen calon penumpang pesawat dilakukan di bandara oleh stakeholder antara lain Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), maskapai, dan institusi lainnya.

“Para penumpang diizinkan melakukan perjalanan dengan pesawat setelah mendapat klirens dari KKP, dan tentunya setelah menjalani berbagai pemeriksaan termasuk pemeriksaan dokumen dan fisik terkait kesehatan,” katanya.

Agus menekankan bahwa calon penumpang yang sudah membeli tiket juga belum pasti otomatis bisa berangkat.

“Informasi dari KKP, sampai saat ini sudah lebih dari 100 orang yang sudah punya tiket tetapi tidak diizinkan berangkat karena dokumen tidak lengkap, surat keterangan tidak valid, atau kedaluwarsa,” ujar Agus Haryadi.

Bandara Soekarno-Hatta senantiasa melakukan evaluasi dari sisi operasional untuk dilakukan perbaikan-perbaikan dalam pelaksanaan di lapangan, di antaranya dengan menetapkan prosedur baru per 15 Mei 2020 dalam memproses keberangkatan rute domestik di tengah pembatasan penerbangan.

Melalui prosedur baru tersebut, terdapat empat check point bagi calon penumpang pesawat sebelum diperbolehkan naik pesawat. Sejalan dengan adanya prosedur baru dan penggunaan masker oleh calon penumpang, physical distancing tetap terjaga di Soekarno-Hatta.

Check point tersebut adalah: Check point I untuk verifikasi dokumen perjalanan; Check point II pemeriksaan dokumen dan fisik terkait kesehatan; Check point III validasi seluruh dokumen dan klirens dari KKP; Check point IV ketika penumpang check in. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pemerkosaan

Nasional

Suami Perkosa Istri Bisa Dipenjara 12 Tahun, Simak RUU KUHP
apahabar.com

Nasional

Hari Ini, DPR Kirim Draf RUU Cipta Kerja ke Presiden

Nasional

Mantan Danjen Kopassus Mayjen (purn) Soenarko Dipanggil Bareskrim Sebagai Tersangka Terkait Senpi Ilegal
apahabar.com

Nasional

PBNU Imbau Warga Jaga Persatuan Saat Natal
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Ucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri
apahabar.com

Nasional

Buruh Desak Gubernur Tetap Naikkan UMP 2021 Minimal 1,5 Persen
apahabar.com

Nasional

Penyelundupan 245 Ribu Baby Lobster Senilai Rp 37 M ke Singapura Berhasil Digagalkan
apahabar.com

Nasional

Diincar China, Ini Dia ‘Harta Karun’ Indonesia di Laut Natuna
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com