Resmi, Palangka Raya Belum Mau Berlakukan New Normal Susul Tanbu, Giliran 3 Pasien Tapin Sembuh dari Covid-19 Cerita Tukang Cukur Banjarmasin Keluhkan Protokol Covid-19 Pemuda Mandastana Genapi 4 Pasien Sembuh Covid-19 di Batola Kebakaran Jalan Manggis, Los Bedakan Diduga Sengaja Dibakar




Home Hikmah Religi

Sabtu, 16 Mei 2020 - 06:30 WIB

Lumuri Tubuh dengan Kotoran Demi Hindari Zina

rifad - Apahabar.com

Ilustrasi. Foto-net

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Dalam kitab Al Akhlaq Al Islamiyah Iin Nasyi’in diceritakan, ada seorang penjual kain keliling dari Syam memiliki postur tubuh indah dan berwajah tampan. Namun pemuda ini bukan sembarang pemuda, dia juga dianugerahi ketakwaan oleh SWT.

Pada satu hari, ketika sedang menjajakan kainnya, ia dipanggil seorang perempuan. Pemuda ini disuruh masuk ke dalam rumah yang sangat mewah. Begitu pemuda itu memasuki rumah, Wanita ini segera mengunci pintu. Dia ternyata telah lama tergila-gila dengan si pemuda itu.

Pada saat itu tidak ada seorang pun di dalam rumah. Hanya mereka berdua. Wanita itu pun merayunya untuk berzina. Alih-alih terbujuk, pemuda mengingatkan wanita itu akan pedihnya siksa Allah. Namun, usaha pemuda itu sia-sia. Setiap perkataan yang diucapkan si pemuda justru membuat wanita itu semakin nekat. Pemuda juga bergeming. Dia tetap saja menolak.

Alhasil, perempuan itu pun mengancam pemuda itu. Jika dia tidak menurut, wanita itu akan berteriak sekeras-kerasnya. Dia akan mengatakan kepada semua orang jika pemuda itu masuk ke rumah untuk memperkosanya. Mereka akan mempercayai perkataan wanita itu karena kedudukan si wanita. Terlebih, pemuda itu pun sudah telanjur memasuki rumahnya. Perempuan itu mengancam orang-orang akan marah dan menggantungnya hidup-hidup.

Baca juga :  Tarawih di Masjid Nabawi Berdurasi Singkat dengan Makmum Terbatas

Pemuda itu pun mencari jalan keluar. Dia tak mau maksiat tetapi tak mau juga difitnah sebagai pemerkosa. Sejenak, pemuda mendapatkan ide yang nekat. Dia bertekad menjalankan rencana darurat itu demi menyelamatkan ketakwaannya. Dia pun meminta izin kepada wanita itu untuk pergi ke kamar mandi. Dia beralasan hendak bersih-bersih terlebih dahulu sebelum menuruti keinginan wanita tersebut.

Mendengar pemuda itu takluk, dia amat gembira. Dia segera mempersilakan pemuda ke kamar mandi. Di kamar mandi itu, pemuda tersebut bergetar karena takut akan perbuatan maksiat. Sambil menyusun kembali rencananya, dia memasrahkan diri kepada Allah SWT.

“Aku tahu pasti, di antara golongan yang akan mendapatkan naungan pada hari tidak ada naungan lagi di hari kiamat adalah seorang pemuda yang diajak berzina oleh seorang wanita cantik dan berkedudukan, lalu ia mengatakan, ‘Sungguh aku takut pada Allah!’

Setelah itu, pemuda itu menjalankan rencananya. Dia buang air besar dan melumuri tubuhnya dengan kotoran. Dia memenuhi rambut, muka, dada hingga tangan dengan kotoran. Dia sendiri sempat mual dan muntah. Sambil menangis, dia berkata, “Ya Allah ya Rabbi, karena rasa takutku pada-Mulah aku melakukan ini! Maka gantikanlah untukku yang lebih baik.”

Baca juga :  PCNU Banjar Ambil  Sikap Tegas Jelang Pilkada 2020; Netral

Dia pun keluar dari kamar mandi. Begitu perempuan itu melihatnya, ia terkejut bukan main. Dia merasa jijik dan berteriak. Dia mengusir pemuda itu dan mengatainya gila.

Si pemuda pun berjalan keluar sambil berlagak seperti orang gila. Begitu sampai di luar, ia segera mencari tempat yang aman. Dia takut masyarakat menggunjingnya dan barang dagangannya tidak laku. Ia pun merasa lega ketika sampai dirumahnya. Ia langsung melepas pakaian dan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Saat keluar dari kamar mandi, Allah SWT menjadikan bau harum yang luar biasa memancar dari seluruh pori-pori tubuhnya. Bau itu tercium dari jarak beberapa meter. Akhirnya, dia dikenal dengan sebutan Al Miski atau orang yang seharum kesturi.

Dalam riwayat lain menyebutkan pemuda itu adalah Ibnu Sirrin, yakni Abubakar Muhammad bin Sirin al-Bashri (lahir 33 H/653-4 M, meninggal 110 H/729 M) . Di kemudian hari dia menjadi seorang tokoh ulama ahli fiqih dan perawi hadis dari golongan tabi’in yang menetap di Bashrah. Ibnu Sirin juga terkenal kemampuannya dalam menakwilkan mimpi serta atas kesalehannya.

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Akhlak Imam Hanafi dan Imam Malik Ketika Ditanya Siapa yang Lebih Utama
apahabar.com

Religi

Bayangan Kakbah Hilang Sesaat
apahabar.com

Habar

Cegah Penyebaran Corona, Karpet Masjidil Haram dan Nabawi Digulung
apahabar.com

Hikmah

Jalan Panjang Mike Tyson Temukan Islam Hingga Bangga Jadi Muslim
apahabar.com

Habar

Masjidil Haram Dibersihkan 6 kali Sehari, 3.500 Pekerja Dilibatkan
apahabar.com

Habar

Kenang NU Banua di Harlah ke 94; Masyarakat Banjar Loyal dengan NU
apahabar.com

Hikmah

Rukuk dan Keutamaan Mencari Fadhilah dan Ridhwan-Nya
apahabar.com

Hikmah

Rindu Ramadan