Heboh Dikira Disembunyikan Makhluk Gaib, Ibu Muda di HST Akhirnya Ditemukan BREAKING! Warga “Bagandang Nyiru” Cari Ibu Muda yang Hilang di Cukan Lipai HST Kades-BUMDes Saradang Tabalong Ancam Polisikan Warga Penyebar Berita Bohong Kalah 39 Ribu Suara, H2D Pinta MK Kesampingkan Ambang Batas Pacu Sinergitas, Bjb Sekuritas Tandatangani PKS dengan Mandiri Sekuritas

Masih Terngiang, Pesan Guru Zuhdi Soal Hakikat Lebaran Idul Fitri

- Apahabar.com Rabu, 20 Mei 2020 - 11:00 WIB

Masih Terngiang, Pesan Guru Zuhdi Soal Hakikat Lebaran Idul Fitri

KH Ahmad Zuhdiannor. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Lebaran atau hari raya sejatinya tidak dimaknai sekadar makna duniawi tapi juga dimaknai dari sisi ukhrawi. Begitu pesan Almarhum Guru Zuhdi yang kini ramai beredar di media sosial.

“Tidak apa-apa, jangan gengsi, makna hari raya itu bukan baju baru, hari raya itu bukan pulang kampung, hari raya itu bukan soal salam-salaman,” ujar Guru Zuhdi.

Hari raya itu menurut Guru ialah di mana seseorang merdeka dari hawa nafsu. Hari raya itu adalah di mana kesucian kembali kita nikmati setelah dicoreng oleh nafsu, oleh dunia dan lain sebagainya.

“Pada hari itu kita kembali suci setidak-tidaknya tulisan hitam hari ini mudah-mudahan di hari raya ini, tulisan putih berawal sampai akhir hidup kita. Tulisan hitam silam masa lalu hilang dan berganti tulisan putih berawal di hari raya,” jelas Guru.

“Hari raya adalah orang yang hati bersih, hatinya suci, pikirannya bersih, pikirannya suci. Lafadzh yang keluarpun adalah Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahilhamdu,” sambung Guru.

Pesan Guru Zuhdi tersebut sangat relevan jika dikaitkan dengan situasi di masa Pandemi Covid-19 saat ini. Bahwa makna lebaran sebenarnya bukanlah baju baru, pulang kampung, dan bersalam-salaman.

Jauh sebelum Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlaku di empat kabupaten/kota di Kalsel, Guru Zuhdi juga mengajak agar masyarakat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Seperti dalam pesan Guru Zuhdi menjelang wafatnya ketika menyikapi wabah virus Corona. Beliau menyarankan untuk memperbanyak membaca istigfar dan salawat kepada Nabi Muhammad SAW di rumah.

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Tobat Seorang Pemuda, Allah Mengubah Araknya Jadi Cuka
apahabar.com

Habar

Jemaah Umrah dari Indonesia Tiba di Madinah
apahabar.com

Religi

Jaga Ukhuwah Islamiyah, Warga Flamboyan Gelar Bukber
apahabar.com

Religi

Filosofi dan Sejarah dan Peristiwa di Bulan Muharram
apahabar.com

Religi

Apa Itu Encephalitis, Penyakit yang Diderita Mendiang Bek Timnas U-16 Alfin Lestaluhu
apahabar.com

Religi

Hidayah di Puncak Karir, Ini 5 Pesepakbola Dunia Jadi Mualaf
apahabar.com

Habar

Teks Khotbah Id dari MUI: Menguatkan Silaturahim Idulfitri
apahabar.com

Hikmah

Jelang Wafat, Khalifah Umar bin Abdul Aziz Menangisi ‘Jabatannya’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com