Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Masih Terngiang, Pesan Guru Zuhdi Soal Hakikat Lebaran Idul Fitri

- Apahabar.com Rabu, 20 Mei 2020 - 11:00 WIB

Masih Terngiang, Pesan Guru Zuhdi Soal Hakikat Lebaran Idul Fitri

KH Ahmad Zuhdiannor. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Lebaran atau hari raya sejatinya tidak dimaknai sekadar makna duniawi tapi juga dimaknai dari sisi ukhrawi. Begitu pesan Almarhum Guru Zuhdi yang kini ramai beredar di media sosial.

“Tidak apa-apa, jangan gengsi, makna hari raya itu bukan baju baru, hari raya itu bukan pulang kampung, hari raya itu bukan soal salam-salaman,” ujar Guru Zuhdi.

Hari raya itu menurut Guru ialah di mana seseorang merdeka dari hawa nafsu. Hari raya itu adalah di mana kesucian kembali kita nikmati setelah dicoreng oleh nafsu, oleh dunia dan lain sebagainya.

“Pada hari itu kita kembali suci setidak-tidaknya tulisan hitam hari ini mudah-mudahan di hari raya ini, tulisan putih berawal sampai akhir hidup kita. Tulisan hitam silam masa lalu hilang dan berganti tulisan putih berawal di hari raya,” jelas Guru.

“Hari raya adalah orang yang hati bersih, hatinya suci, pikirannya bersih, pikirannya suci. Lafadzh yang keluarpun adalah Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahilhamdu,” sambung Guru.

Pesan Guru Zuhdi tersebut sangat relevan jika dikaitkan dengan situasi di masa Pandemi Covid-19 saat ini. Bahwa makna lebaran sebenarnya bukanlah baju baru, pulang kampung, dan bersalam-salaman.

Jauh sebelum Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlaku di empat kabupaten/kota di Kalsel, Guru Zuhdi juga mengajak agar masyarakat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Seperti dalam pesan Guru Zuhdi menjelang wafatnya ketika menyikapi wabah virus Corona. Beliau menyarankan untuk memperbanyak membaca istigfar dan salawat kepada Nabi Muhammad SAW di rumah.

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Arti Nama Bulan dalam Hijriyah yang Tak Banyak Diketahui
apahabar.com

Religi

Bersama Habib Tohir Al Kaff, Ribuan Jemaah Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pamangkih
apahabar.com

Habar

Kaligrafi Arab Segera Didaftarkan Sebagai Warisan UNESCO
apahabar.com

Habar

Update Haul Sekumpul ke15; Tamu Haul Berdatangan, Penginapan Mulai Terisi
apahabar.com

Religi

Dahsyatnya Hikmah Salat Dhuha, Dilancarkan Rezeki hingga…
apahabar.com

Habar

Pelatihan Ruqyah LDNU Kabupaten Banjar dan JRA Diminati Banyak Peserta
Imbas Corona, Imam Khamenei Sarankan Iktikaf Dibatalkan

Habar

Imbas Corona, Imam Khamenei Sarankan Iktikaf Dibatalkan
3 Hari Jelang Puncak Haul, Peziarah Makin Ramai

Habar

3 Hari Jelang Puncak Haul, Peziarah Makin Ramai
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com