BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Masjid Al-Jihad Banjarmasin Diisukan Terpapar Covid-19, Cek Faktanya

- Apahabar.com Kamis, 14 Mei 2020 - 19:38 WIB

Masjid Al-Jihad Banjarmasin Diisukan Terpapar Covid-19, Cek Faktanya

Larangan Salat Jumat tak menyurutkan niat para jemaah untuk mengikuti salat berjemaah di Masjid Al-Jihad Banjarmasin. Foto sebagai ilustrasi diambil Jumat 27 Maret 2020. Foto-apahabar.com/Riyad Dafhi R

apahabar.com, BANJARMASIN – Berembus kabar jemaah Masjid Al-Jihad Banjarmasin wafat karena Covid-19.

Bahkan disebutkan beberapa pengurus Masjid di kawasan Cempaka Besar ikut menjalani isolasi mandiri karena sakit.

Banyak warganet kemudian meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) me-rapid test para jemaah dan pengurus masjid.

Isu yang tak benar ini buru-buru diklarifikasi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin.

“Itu tidak benar, hoaks,” jelas Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin Machli Riyadi kepada apahabar.com, Kamis (14/5).

Sekali lagi, masyarakat diminta untuk tak mudah percaya begitu saja saat menerima informasi yang belum jelas sumbernya.

“Jadi jangan dinyatakan di Masjid Al-Jihad beredar virus Corona, Itu tidak benar,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan tidak ada kluster atau wilayah penyebaran virus Corona baru khususnya di Masjid Al-Jihad.

“Tak ada pengurus Al-Jihad yang positif terpapar virus Corona,” jelas dia.

Makanya hingga sekarang, Dinkes belum me-rapid test para pengurus atau jemaah masjid.

“Syarat dilakukan rapid test sesuai hasil tracking pasien positif Corona, bukannya permintaan pribadi maka tak mungkin dilakukan,” pungkasnya.

Lebih rinci, Machli menyebut mungkin saja ada jemaah terkonfirmasi positif virus yang berasal dari Wuhan, China.

Lalu, jemaah inilah yang kerap melaksanakan ibadah di Masjid Al Jihad Banjarmasin.

Machli juga menampik jumlah jemaah yang terkonfirmasi positif virus Corona sebagaimana informasi beredar.

“Ya namanya jemaah itu bisa saja berdomisili di mana mana tapi dia ikut salat di sana,” ucapnya.

Senada, pihak masjid setempat juga mengklarifikasi berita yang menyebut pengurus mereka sudah terpapar Covid-19.

“Saat ini beliau dalam keadaan sehat wal afiat dan berada di rumah,” demikian klarifikasi itu via surat edaran.

Kemudian mengenai dua jemaah Masjid Al-Jihad yang meninggal pada Senin lalu (11/05/) hasil rapid test menyatakan negatif.

Dijelaskan pula penutupan sementara Masjid Al-Jihad lebih karena mengikuti anjuran pemerintah terkait PSBB jilid II.

Sebagaimana diketahui, Banjarmasin telah memiliki lima kluster penyebar Covid-19.

Kluster pertama berasal dari pasien Ulin-1. Kluster kedua dari Gowa. Kluster ketiga adalah Pekapuran. Sisanya merupakan kluster Sentral Antasari, dan kluster multifaktor.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Masih Ada Pertanda Hujan di Kalimantan Selatan
apahabar.com

Kalsel

Superqurban Alternatif Gizi Untuk Balita  

Kalsel

Lika-liku Evakuasi Korban Pembunuhan Mertua di Tamban, Takbir Berkumandang
apahabar.com

Kalsel

Kotabaru Masih Marak Peredaran Sabu

Kalsel

Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas
apahabar.com

Kalsel

PSBB Banjarmasin, Belasan Kelurahan Masih Nol Kasus Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Polisi Tangkap Pencuri dan Penadah di Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com