ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Hikmah Religi

Rabu, 6 Mei 2020 - 11:25 WIB

Masuk Surga Karena Sepotong Roti

Redaksi - apahabar.com

Ilustrasi, sepotong roti. Foto-net

Ilustrasi, sepotong roti. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Sepotong roti terlihat sangat remeh bagi orang yang berpunya, namun tidak bagi orang yang sangat memerlukan. Hanya dengan sepotong roti, seseorang dikabarkan diperbolehkan masuk surga. Bagaimana ceritanya?

Diceritakan oleh sahabat Rasulullah SAW bernama Abu Musa Al Asy’ari, dia mengenal seorang laki-laki yang sangat tekun beribadah. Selama tujuh puluh tahun laki-laki itu selalu beribadah di jalan Allah. Tak pernah pula ia meninggalkan tempat ibadah. Hari-harinya dihabiskan untuk mengabdi kepada Allah di tempat ibadah itu karena ia memang tinggal dan menjaganya.

Hingga suatu hari datanglah godaan pada laki-laki tersebut. Ia digoda seorang wanita. Ia masuk dalam jebakan dosa dari wanita tersebut. Selama tujuh hari ia bergelimang dalam dosa melakukan perzinahan. Ia tak punya hubungan apa-apa dengan wanita penggoda tersebut, tetapi melakukan hubungan suami-istri dengan wanita itu.

Tak lama kemudian ia pun tersadar akan dosa-dosanya. Ia pergi meninggalkan sang wanita, dan kembali bertobat. Namun, untuk kembali pada rumah ibadah yang selama ini dijaganya, ia tak sanggup. Ia merasa tak pantas lagi berada di tempat tersebut.

Akhirnya ia memutuskan untuk mengembara. Ke mana pun kakinya melangkah, shalat, sujud, zikir, dan ibadah lainnya tak pernah ditinggalkannya. Dalam pengembaraannya tersebut, akhirnya sampailah ia ke sebuah pondok reyot yang di dalamnya telah tinggal dua belas fakir miskin. Ia bermaksud bermalam di sana karena badannya telah letih karena melakukan perjalanan yang sangat jauh. Ia pun jatuh tertidur bersama penghuni lainnya di tempat tersebut.

Baca juga :  Masuk Islam, Warga AS Ini Dibimbing Langsung Sheikh Al-Sudais

Rupanya, di dekat pondok tinggal seorang dermawan yang setiap malamnya selalu membagi makanan bagi fakir miskin di lingkungan sekitarnya. Biasanya ia membagi-bagikan roti. Ia pun selalu adil membagikan satu potong roti untuk masing-masing orang yang tinggal di pondok tersebut.

Malam itu, laki-laki pengembara yang sedang bertobat tersebut juga mendapatakan jatah pembagian roti dari sang dermawan karena dianggap penghuni tetap pondok tersebut.

Namun, ternyata salah seorang dari fakir miskin penghuni pondok tidak mendapat pembagian jatah roti. “Mengapa saya tidak mendapatkan roti,” ujar sang penghuni pondok pada sang dermawan.

Pertanyaan tersebut dijawab oleh sang dermawan. “Kamu lihat sendiri, roti yang aku bagikan telah habis, padahal aku telah membaginya secara adil, masing-masing satu potong roti untuk setiap orang yang tinggal di sini, seperti hari-hari sebelumnya aku membawa dua belas potong roti,” ujarnya.

Mendengar ungkapan dari orang yang membagikan roti tersebut, maka lelaki yang sedang bertobat itu lalu mengambil roti yang telah diberikan kepadanya dan memberikannya kepada orang yang tidak mendapat bagian tadi. Padahal, perjalanan jauh sebenarnya telah menguras energinya.

Apalagi, ia menjalaninya dengan perut kosong. Di tangannya telah ada satu makanan yang bisa mengisi perutnya. Namun, karena ia merasa itu bukan haknya, ia rela kembali merasakan lapar dan memberikan sepotong roti tersebut pada yang berhak.

Baca juga :  Pesan Rasulullah Bagi Orang yang Sulit Bisa Baca Alquran

Keesokan harinya, laki-laki pengembara yang sedang bertobat itu meninggal dunia. Di hadapan Allah, ditimbanglah amal ibadah yang pernah dilakukan oleh orang yang bertobat itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun dengan dosa yang dilakukannya selama tujuh malam. Ternyata hasil dari timbangan tersebut, amal ibadah yang dilakukan selama tujuh puluh tahun itu dikalahkan oleh kemaksiatan yang dilakukannya selama tujuh malam.

Akan tetapi, timbangan kebaikannya ditambahkan dengan perbuatan baiknya menjelang ajalnya, yaitu memberikan sepotong roti pada fakir miskin yang sangat memerlukannya. Ternyata amal tersebut dapat mengalahkan perbuatan dosanya selama tujuh malam itu.

Kepada anaknya Abu Musa berkata, “Wahai anakku, ingatlah olehmu akan orang yang memiliki sepotong roti itu!”

Amal sedekah bisa menyelamatkan umat manusia dari api neraka. Apalagi, yang bersedekah tersebut merupakan orang yang juga sebenarnya sangat membutuhkan harta tersebut.

Rasulullah SAW bersabda, “Satu dirham bisa mengalahkan 100 ribu dirham.”

Para sahabat bertanya, “Bagaimana bisa demikian?” “Ada orang yang memiliki dua dirham, kemudian dia sedekahkan satu dirham. Sementara itu ada orang yang memiliki banyak harta, kemudian dia mengambil seratus ribu dirham untuk sedekah.” (HR an-Nasai).

Abu Hurairah Radiyallahu Anhu berkata, “Wahai Rasulullah, sedekah yang bagaimana yang paling utama?” Rasulullah pun bersabda, “Kesungguhan seorang muqil, dan mulailah dengan orang yang menjadi tanggunganmu.” Muqil adalah orang yang sedikit hartanya, tetapi dia bersedekah sesuai dengan kemampuannya.

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Ribuan Jemaah Hadiri 7 Hari Wafaftnya Gus Sholah
apahabar.com

Hikmah

Ini 3 Bentuk Kemuliaan yang Diajarkan Rasulullah SAW untuk Umat
Imam Ghazali Ingatkan Pentingnya Fokus Saat Shalat

Ceramah

Imam Ghazali Ingatkan Pentingnya Fokus Saat Shalat
apahabar.com

Habar

Selama Ramadan, Saudi Larang Salat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
apahabar.com

Religi

Dahsyatnya Hikmah Salat Dhuha, Dilancarkan Rezeki hingga…
apahabar.com

Hikmah

Riwayat Tangisan Umar bin Abdul Aziz Ketika Dapat Jabatan
Ini Bukti Cinta Allah kepada Hamba-Nya

Hikmah

Ini Bukti Cinta Allah kepada Hamba-Nya
apahabar.com

Habar

Kemenag Kalsel: Jemaah yang Batal Berangkat Dijadwalkan Tahun Depan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com