Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

MCCC Buat Program Pantau Masyarakat dan Warga Muhammadiyah

- Apahabar.com Senin, 11 Mei 2020 - 06:00 WIB

MCCC Buat Program Pantau Masyarakat dan Warga Muhammadiyah

Logo Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC). Foto-covid19.muhammadiyah.id

apahabar.com, YOGYAKARTA – Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) membuat program pemantauan masyarakat dan warga Muhammadiyah.

Hal ini merupakan upaya memantau penyebaran Covid-19 dan mengampanyekan hal-hal terkait Corona.

Program pemantauan masyarakat dan warga Muhammadiyah itu akan dilaksanakan mulai pimpinan cabang sampai ranting dan didukung Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara langsung.

Wakil Ketua Bidang Kesehatan Masyarakat MCCC, Ahmad Muttaqin, menjelaskan program ini akan menugaskan relawan dari tingkat ranting menghimpun data seluruh warga di daerah masing-masing. Lalu, dilakukan pengisian formulir.

“Pengisian formulir melalui website SafariMU. Melalui SafariMU, seluruh data terkait penyebaran Covid-19 akan terinput secara otomatis,” kata Muttaqin dilansir khazanah.republika.co.id, Minggu (10/05).

Data yang masuk akan mengalami proses rekapitulasi, olah data dan penyajian data. Lalu, hasil data yang telah melalui proses akan dipublikasikan sebagai hasil pemantauan Muhammadiyah dalam penyebaran Covid-19 di seluruh Indonesia.

“Adapun data pemantauan berlaku bagi warga menetap maupun pendatang, ketika sudah diinput relawan dapat melihat data tersebut di website SafariMU,” ujar Muttaqin.

Koordinator Divisi Diseminasi Informasi dan Komunikasi MCCC, Budi Santoso, menambahkan bila hasil dari pemantauan menunjukkan gejala permasalahan psikologis dan medis. Jadi, call center dari MCCC yang akan melayani.

“Terdapat 60 psikolog dan dokter spesialis yang tersebar di seluruh Indonesia secara online siap melayani masyarakat melalui layanan konsultasi online,” kata Budi.

Selain itu, program ini mengeluarkan produk panduan terkait Covid-19 seperti panduan umum, pribadi, komunitas, kelompok khusus dan panduan ibadah. Semua diseminasi di website MCCC, pesan WhatsApp, media cetak, dan edukasi masjid.

Semua informasi itu akan disebarkan di seluruh Indonesia. Kampanye yang akan dilakukan program ini dikemas dalam berbagai bentuk lewat video, infografis, karikatur dan lain-lain yang bertujuan mengkampanyekan antisipasi Covid-19.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Alasan Guru As’ad Mengundurkan Diri dari Majelis Masjid Sungai Jingah Banjarmasin
apahabar.com

Habar

12 Ribu Relawan Sudah Terdaftar, Panitia: Kebersihan dan Kesehatan Masih Diperlukan
apahabar.com

Habar

Suporter Martapura FC Bantu Gratiskan BBM di Haul Sekumpul ke-14
apahabar.com

Habar

“Rambut Rasulullah” di Banjarbaru, Habib Zakaria Bahasyim: Dibakar untuk Pembuktian, Bukan Memusnahkan
apahabar.com

Habar

Saudi Batasi Usia Jemaah, Komnas Haji dan Umrah Sarankan Dua Opsi Keberangkatan
apahabar.com

Habar

Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Jami; Setiap Jemaah Baca Satu Juz Alquran
apahabar.com

Habar

Persiapan Polres Banjar untuk Haul Sekumpul ke 15; Turunkan Speed Boat dan Sulap Water Canon Jadi Tempat Wudhu
apahabar.com

Habar

Sambut Milad Ke-2, Rumah Tahfidz Al Maher Bil Qur’an Selenggarakan Festival Anak Sholeh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com