Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Melihat Risiko Tertular Covid-19 dari Berbicara

- Apahabar.com Kamis, 28 Mei 2020 - 05:30 WIB

Melihat Risiko Tertular Covid-19 dari Berbicara

Ilustrasi. Foto-Pixabay

apahabar.com, JAKARTA – Virus corona baru atau Covid-19 memang benar menyebar terutama melalui kontak orang-ke-orang melalui tetesan air atau droplet dari orang yang terinfeksi ketika mereka batuk, bersin, atau berbicara.

Ketimbang batuk dan bersin yang jelas menunjukkan seseorang sakit, sekedar berbicara tampaknya tidak terlalu mencurigakan. Namun, secara sederhana berbicara bisa menyebarkan virus.

Dalam korespondensi baru New England Journal of Medicine, peneliti dari National Institutes of Health dan Perelman School of Medicine di University of Pennsylvania menulis, berbicara menghasilkan tetesan air atau droplet yang bervariasi dalam ukuran.

Droplet yang lebih besar menimbulkan risiko lebih kecil, karena jatuh dengan cepat ke tanah. Sementara droplet yang lebih kecil dapat mengalami dehidrasi dan bertahan di udara seperti aerosol.

“(Droplet kecil) ini memperluas jangkauan spasial partikel menular yang dipancarkan,” kata para penulis seperti dilansir Health, Selasa (26/05).

Hanya saja, penelitian tidak secara khusus melacak tetesan yang terinfeksi Covid-19 dan seberapa jauh tetesan saat berbicara bergerak. Namun, penelitian menunjukkan banyak droplet dihasilkan melalui berbicara.

Matthew Meselson, PhD, seorang ahli genetika dan biologi molekuler di Universitas Harvard mengatakan, temuan ini menunjukkan pentingnya memakai masker setiap kali diperkirakan orang yang terinfeksi mungkin berada di dekat Anda.

Aturan jarak sosial sejauh enam kaki atau dua meter juga melindungi terhadap tetesan yang keluar dari berbicara.

Lalu, bagaimana dengan berbicara dengan keras, apakah meningkatkan penyebaran Covid-19?

Ya. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) secara khusus menyebut suara keras sebagai kemungkinan vektor untuk Covid-19.

Tapi ini bukan pertama kalinya berbicara dengan suara keras dihubungkan dengan lebih mudahnya penyebaran tetesan. Penelitian dari Prosiding National Academy of Sciences of the United States of America menemukan, ucapan keras bisa memancarkan ribuan tetesan cairan oral per detik.

Laporan yang diterbitkan 13 Mei 2020 itu mengkonfirmasi total volume jumlah tetesan meningkat melalui suara yang keras saat berbicara.

Peneliti juga menemukan, tetesan itu sangat kecil sehingga bisa bertahan di udara hingga 14 menit.

Kombinasi emisi tetesan kecil dan kemampuannya untuk tetap tersuspensi di udara dalam ruang tertutup selama waktu tertentu dapat menjelaskan bagaimana Covid-19 bisa dengan cepat menyebar di ruangan yang orang di dalamnya tidak menunjukkan gejala atau hanya gejala yang sangat ringan.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Tuai Perdebatan Daring, JK Rowling: Karakter yang Dikritik di Novel Troubled Blood Terinspirasi Fakta
apahabar.com

Gaya

Bintang Bollywood Amitabh Bachchan dan Putranya Positif Covid-19
apahabar.com

Gaya

Gugus Tugas Jelaskan Protokol Saat Menerima Kiriman Barang
apahabar.com

Gaya

Intip Pertolongan Pertama yang Benar untuk Korban Patukan King Kobra
apahabar.com

Gaya

Google Memungkinkan Bahasa Isyarat dalam Panggilan Video
apahabar.com

Gaya

Facebook Integrasikan Messenger dan Instagram
apahabar.com

Gaya

Masker Istri KSAD Ditaksir Rp22 Juta Rupanya Masih Mahalan Milik Pria Ini
apahabar.com

Gaya

Era ‘New Normal’, Penggunaan Video Conference Diperkirakan Masih Tinggi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com