Cium Bau Gosong, Honda Jazz Terbakar di Banjarmasin Baru Bebas, Napi di Banjarmasin Tusuk Kekasih Eks Istri Ada Ancaman Baru, Banjarmasin Coret 2 Kluster Penyebar Covid-19 Pasien Covid-19 Kabur, RSDI Banjarbaru Gembok Pintu Lagi, Kluster Gowa Tambah Pasien Covid-19 Kotabaru




Home Hikmah

Selasa, 12 Mei 2020 - 06:00 WIB

Membaca Alquran Suara Keras dan Lembut, Mana yang Lebih Baik?

Triaji Nazulmi - Apahabar.com

Ilustrasi membaca Alquran. Foto- Getty Images/Dan Kitwood

Ilustrasi membaca Alquran. Foto- Getty Images/Dan Kitwood

apahabar.com, JAKARTA – Saat Ramadan, membaca Alquran menjadi salah satu ibadah yang harusnya tidak boleh ketinggalan. Sebab pahala dan sejumlah keuntungan lain dijanjikan Allah bagi yang membaca atau mendengar Alquran.

Dengan keuntungan tersebut, apakah lebih baik membaca Alquran dengan suara lembut atau keras?

Membaca Alquran dengan pengeras suara sempat menimbulkan polemik beberapa waktu lalu di Medan. Polemik yang terjadi karena warga merasa terganggu tersebut kini sudah selesai.

Dalam hadistnya, Nabi Muhammad SAW sempat menyinggung terkait membaca Alquran dengan suara keras atau lembut. Keduanya ternyata sama baiknya.
Rasulullah SAW pernah diceritakan senang mendengar ayat Alquran yang dibacakan padanya. Supaya terdengar, membaca dalam kondisi tersebut harus sedikit lebih keras.
Pada kesempatan lain, Rasulullah SAW memperingatkan umatnya yang membaca Alquran dengan suara keras. Jangan sampai ibadah tersebut mengganggu orang lain.

Baca juga :  Sejarah Bertaburan Muslimah Cerdik Pandai, Fatimah Contohnya

Ulama menyimpulkan membaca Alquran dengan suara keras atau lembut bisa diterapkan dalam ibadah sehari-hari. Pertimbangan bergantung pada kebutuhan yang membaca Alquran dan kondisi lingkungan sekitar.

Dikutip dari Fatawa Islamiyah, Shaikh Muhammad bin Saalih Al-‘Uthaymeen mengingatkan soal membaca Alquran dengan suara keras. Jangan sampai ada yang merasa terganggu karena kerasnya suara saat membaca firman Allah SWT tersebut.

Baca juga :  Syarian Nurdin: Membumikan Alquran Sangat Penting

Membaca Alquran dengan suara keras juga patut dipertimbangkan ulang, jika ada sekelompok orang yang merasa tidak nyaman. Jangan sampai ayat Alquran yang mengajak kebaikan justru menyakiti atau mengganggu aktivitas orang lain yang sedang ibadah, istirahat, atau melakukan kegiatan lain.
Setelah lingkungan sekitar, fokus dan kenyamanan pembaca Alquran menjadi pertimbangan selanjutnya. Jika merasa lebih mudah konsentrasi dengan suara pelan maka bisa dilakukan dengan cara tersebut, demikian juga sebaliknya. (dtk)

Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Rindu Ramadan
apahabar.com

Hikmah

Keistimewaan Zikir
apahabar.com

Hikmah

Apakah Amal yang Ditunjukkan Berarti Riya? Simak Penjelasan Imam Al Ghazali
apahabar.com

Hikmah

Cerita Perempuan Inggris Pertama yang Menunaikan Haji
apahabar.com

Hikmah

Batalkah Puasa Orang yang Menyelam?
Masa Iddah Perempuan dalam Islam, Berikut Perhitungannya

Hikmah

Masa Iddah Perempuan dalam Islam, Berikut Perhitungannya
apahabar.com

Hikmah

Ini Keistimewaan Lailatul Qadar
apahabar.com

Hikmah

Ketika Pahala Zikir Setimpal dengan Haji, Umrah, dan Jihad