Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0

Membaca Alquran Suara Keras dan Lembut, Mana yang Lebih Baik?

- Apahabar.com Selasa, 12 Mei 2020 - 06:00 WIB

Membaca Alquran Suara Keras dan Lembut, Mana yang Lebih Baik?

Ilustrasi membaca Alquran. Foto- Getty Images/Dan Kitwood

apahabar.com, JAKARTA – Saat Ramadan, membaca Alquran menjadi salah satu ibadah yang harusnya tidak boleh ketinggalan. Sebab pahala dan sejumlah keuntungan lain dijanjikan Allah bagi yang membaca atau mendengar Alquran.

Dengan keuntungan tersebut, apakah lebih baik membaca Alquran dengan suara lembut atau keras?

Membaca Alquran dengan pengeras suara sempat menimbulkan polemik beberapa waktu lalu di Medan. Polemik yang terjadi karena warga merasa terganggu tersebut kini sudah selesai.

Dalam hadistnya, Nabi Muhammad SAW sempat menyinggung terkait membaca Alquran dengan suara keras atau lembut. Keduanya ternyata sama baiknya.
Rasulullah SAW pernah diceritakan senang mendengar ayat Alquran yang dibacakan padanya. Supaya terdengar, membaca dalam kondisi tersebut harus sedikit lebih keras.
Pada kesempatan lain, Rasulullah SAW memperingatkan umatnya yang membaca Alquran dengan suara keras. Jangan sampai ibadah tersebut mengganggu orang lain.

Ulama menyimpulkan membaca Alquran dengan suara keras atau lembut bisa diterapkan dalam ibadah sehari-hari. Pertimbangan bergantung pada kebutuhan yang membaca Alquran dan kondisi lingkungan sekitar.

Dikutip dari Fatawa Islamiyah, Shaikh Muhammad bin Saalih Al-‘Uthaymeen mengingatkan soal membaca Alquran dengan suara keras. Jangan sampai ada yang merasa terganggu karena kerasnya suara saat membaca firman Allah SWT tersebut.

Membaca Alquran dengan suara keras juga patut dipertimbangkan ulang, jika ada sekelompok orang yang merasa tidak nyaman. Jangan sampai ayat Alquran yang mengajak kebaikan justru menyakiti atau mengganggu aktivitas orang lain yang sedang ibadah, istirahat, atau melakukan kegiatan lain.
Setelah lingkungan sekitar, fokus dan kenyamanan pembaca Alquran menjadi pertimbangan selanjutnya. Jika merasa lebih mudah konsentrasi dengan suara pelan maka bisa dilakukan dengan cara tersebut, demikian juga sebaliknya. (dtk)

Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Batalkah Puasa Orang yang Menggunakan Obat Tetes Mata dan Telinga, Simak Penjelasannya
apahabar.com

Hikmah

Keutamaan dan Pahala Azan bagi Para Muazin
apahabar.com

Hikmah

Riwayat Tangisan Umar bin Abdul Aziz Ketika Dapat Jabatan
apahabar.com

Hikmah

Menguji Anak Gembala, Sayidina Umar Dibuat Meneteskan Air mata
apahabar.com

Hikmah

Pesantren Diminta Lebih Melek Digital
apahabar.com

Hikmah

Ramadan Bulan Bersedekah
apahabar.com

Hikmah

Cerita Dai Indonesia Ramadan di Macau
apahabar.com

Hikmah

Tak Perlu Pelaris, Simak Kunci Dagang Rasulullah Menurut UAS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com