Enam Tewas, Pencarian Korban di Tambang Emas Kotabaru Disetop Pasca-Penyerangan, Polsek Daha Selatan Siaga Satu  Kecanduan Parah, Oknum Petugas SAR Banjarmasin Lama Ditarget Dear Pekerja Informal Banjarmasin, Silakan Klaim Santunan Update Penyerangan Polsek Daha Selatan, Korban Selamat Diganjar Penghargaan




Home Nasional

Sabtu, 23 Mei 2020 - 19:15 WIB

Mendikbud Klarifikasi Soal Sekolah Dibuka Juli

rifad - Apahabar.com

Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto-Istimewa via Republika.co.id

Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto-Istimewa via Republika.co.id

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, menampik pernyataan pembukaan sekolah merupakan keputusan sepihak Kemendikbud RI.

Sebaliknya, dia mengatakan, keputusan membuka kembali kegiatan belajar mengajar (KBM), merupakan pertimbangan Gugus Tugas Covid-19.

“Harus diketahui bahwa Kemendikbud sudah siap dengan semua skenario. Kami sudah ada berbagai macam. Tapi tentunya keputusan itu ada di dalam Gugus Tugas, bukan Kemendikbud sendiri. Jadi, kami yang akan mengeksekusi dan mengoordinasikan,” ujar Nadiem dalam pernyataan resmi Kemendikbud seperti dikutip dari Republika.co.id, Sabtu (23/05).

Baca juga :  169 Warga Tapin Masuk Daftar Observasi Covid-19

Nadiem menegaskan, pernyataan tersebut juga telah disampaikan secara langsung dalam telekonferensi dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Rabu lalu.

Ia menegaskan, kabar pembukaan sekolah yang akan dilakukan pada awal tahun ajaran baru di bulan Juli 2020, merupakan rumor yang tidak benar. “Kami tidak pernah mengeluarkan pernyataan kepastian, karena memang keputusannya bukan di kami. Jadi mohon stakeholders atau media yang menyebut itu, itu tidak benar,” tegas Nadiem.

Baca juga :  Jokowi Sampaikan Duka untuk Korban Tsunami Banten

Dia melanjutkan, di berbagai negara, awal ajaran baru memang relatif tetap. Namun demikian, penyesuaian metode tetap akan disesuaikan dengan kondisi dan status kesehatan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Kemendikbud menilai saat ini tidak diperlukan adanya perubahan tahun ajaran maupun tahun akademik. Tetapi metode belajarnya apakah belajar dari rumah atau di sekolah akan berdasarkan pertimbangan gugus tugas,” ungkap Nadiem.(Rep)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tertimpa Longsoran Tanah, Pendaki Gunung Sumbing Tewas
apahabar.com

Nasional

Politikus Senior Partai Demokrat Dorong KLB
apahabar.com

Nasional

Jokowi Hadiri KTT ASEAN-RoK di Busan Korsel
apahabar.com

Nasional

Warga Natuna Tolak Evakuasi WNI dari Wuhan, Polda Kepri Kirim 117 Personel
apahabar.com

Nasional

SMSI Kalsel Siap Sukseskan Kongres I di Jakarta
apahabar.com

Nasional

DPR: Segera Ajukan RUU, Supaya Pemindahan Ibu Kota Tak Sekadar Wacana
apahabar.com

Nasional

Lagi, Caleg Terindikasi Money Politics di Banjarmasin Diperiksa
apahabar.com

Nasional

Pengamat: Jokowi Hati-hati dengan Pelonggaran PSBB