Resmi, Palangka Raya Belum Mau Berlakukan New Normal Susul Tanbu, Giliran 3 Pasien Tapin Sembuh dari Covid-19 Cerita Tukang Cukur Banjarmasin Keluhkan Protokol Covid-19 Pemuda Mandastana Genapi 4 Pasien Sembuh Covid-19 di Batola Kebakaran Jalan Manggis, Los Bedakan Diduga Sengaja Dibakar




Home Hikmah Religi

Sabtu, 2 Mei 2020 - 05:15 WIB

Menguji Anak Gembala, Sayidina Umar Dibuat Meneteskan Air mata

Aam - Apahabar.com

ilustrasi.
Sumber: net

ilustrasi. Sumber: net

apahabar.com, JAKARTA – Semula Sayidina Umar bin Khattab RA hanya ingin menguji tanggung jawab seorang anak gembala. Tapi jawaban anak itu membuat Umar diingatkan dengan tanggungjawabnya, seketika air mata Sang Khalifah meleleh dibuatnya.

Abdullah bin Dinar RA bercerita, suatu hari dirinya menemani Khalifah Umar bin Khattab dalam perjalanan dari Madinah menuju Makkah.

Belum sampai tujuan, keduanya lantas beristirahat di dekat padang rumput.

Mereka lantas berpapasan dengan seorang anak gembala. Sang amirul mu`minin berkata, “Aku ingin menguji kejujuran gembala itu. Apakah ia amanah dalam pekerjaannya ataukah tidak.”

Umar lantas berjalan mendekati si anak gembala diikuti Ibnu Dinar.

“Wahai anak gembala,” kata Umar, “Bagaimana kalau engkau menjual kepadaku seekor anak kambing dari ternak ini?”

Baca juga :  Seperti Apa Keseharian Rasulullah Selama Ramadan?

“Aku bukan pemiliknya. Aku hanya seorang budak. Tuanku-lah yang mempunyai kambing-kambing ini,” jawab si gembala.

Umar berkata lagi, “Kalau begitu, bilang saja nanti kepada tuanmu, anak kambing itu berkurang satu karena dimakan serigala.”

Si bocah diam sejenak. Ia lama menatap wajah Amirul Mukminin, seperti keheranan. Ia lalu berkata, “Jika Anda menyuruh saya berbohong, fa ainallah (di mana Allah)?”

Maksudnya, anak ini mengingatkan pria dewasa yang ditemuinya itu, sesungguhnya Allah Maha Melihat.

“Mungkin tuanku tidak melihat, tetapi bagaimana dengan Allah?” tutur dia lagi.

Begitu mendengar perkataan itu Sang Khalifah takjub. Umar adalah seorang khalifah, pemimpin umat yang sangat berwibawa lagi ditakuti, dan tak pernah gentar menghadapi musuh. Akan tetapi, menghadapi anak gembala itu beliau gemetar, dan menangis karena memahami makna kalimat itu.

Baca juga :  Ribuan Jamaah Hadiri Peringatan Haul Guru Cantung ke 16

Kalimat yang mengingatkannya pada keagungan Allah, sekaligus tanggung jawabnya kelak di Hari Kiamat sebagai seorang pemimpin.
Umar kemudian menemui majikan si anak gembala itu. Akhirnya, sahabat Nabi SAW berjuluk al-Faruq itu membelinya, lalu membebaskan si bocah dari status budak.

“Dengan kalimat ‘fa ainallah’ telah kumerdekakan kamu dari perbudakan dan dengan kalimat itu pula insyaallah kamu akan merdeka di akhirat kelak.”

Demikianlah, sikap amanah anak kecil tadi membebaskannya dari belenggu perbudakan sekaligus memberi pelajaran hikmah bagi Sang Pemimpin, bagi kita semua.

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Arab Saudi Berencana Buka 90 Ribu Masjid Minggu Depan
apahabar.com

Religi

Istana Topkapi Simpan Peninggalan Rasulullah SAW, apa saja?
apahabar.com

Habar

Update Haul Sekumpul ke 15: Desa Pesayangan Selatan Dapat Sumbangan 4 Ekor Sapi dan Tambah 2 Dapur Umum
apahabar.com

Hikmah

Mengenal Haram dari Benda dan Cara Mendapatkannya
apahabar.com

Habar

Update Haul Guru Sekumpul ke 15, PLN Imbau Masyarakat Waspada Pasang Umbul-umbul
apahabar.com

Habar

Peringatan Maulid Nabi di Balangan; Habib Syakir Al Baar Tekankan Pentingnya Persatuan Umat
apahabar.com

Hikmah

Tiga Tahap Alquran Diturunkan Allah SWT
Masa Iddah Perempuan dalam Islam, Berikut Perhitungannya

Hikmah

Masa Iddah Perempuan dalam Islam, Berikut Perhitungannya