Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0

Menguji Anak Gembala, Sayidina Umar Dibuat Meneteskan Air mata

- Apahabar.com Sabtu, 2 Mei 2020 - 05:15 WIB

Menguji Anak Gembala, Sayidina Umar Dibuat Meneteskan Air mata

ilustrasi. Sumber: net

apahabar.com, JAKARTA – Semula Sayidina Umar bin Khattab RA hanya ingin menguji tanggung jawab seorang anak gembala. Tapi jawaban anak itu membuat Umar diingatkan dengan tanggungjawabnya, seketika air mata Sang Khalifah meleleh dibuatnya.

Abdullah bin Dinar RA bercerita, suatu hari dirinya menemani Khalifah Umar bin Khattab dalam perjalanan dari Madinah menuju Makkah.

Belum sampai tujuan, keduanya lantas beristirahat di dekat padang rumput.

Mereka lantas berpapasan dengan seorang anak gembala. Sang amirul mu`minin berkata, “Aku ingin menguji kejujuran gembala itu. Apakah ia amanah dalam pekerjaannya ataukah tidak.”

Umar lantas berjalan mendekati si anak gembala diikuti Ibnu Dinar.

“Wahai anak gembala,” kata Umar, “Bagaimana kalau engkau menjual kepadaku seekor anak kambing dari ternak ini?”

“Aku bukan pemiliknya. Aku hanya seorang budak. Tuanku-lah yang mempunyai kambing-kambing ini,” jawab si gembala.

Umar berkata lagi, “Kalau begitu, bilang saja nanti kepada tuanmu, anak kambing itu berkurang satu karena dimakan serigala.”

Si bocah diam sejenak. Ia lama menatap wajah Amirul Mukminin, seperti keheranan. Ia lalu berkata, “Jika Anda menyuruh saya berbohong, fa ainallah (di mana Allah)?”

Maksudnya, anak ini mengingatkan pria dewasa yang ditemuinya itu, sesungguhnya Allah Maha Melihat.

“Mungkin tuanku tidak melihat, tetapi bagaimana dengan Allah?” tutur dia lagi.

Begitu mendengar perkataan itu Sang Khalifah takjub. Umar adalah seorang khalifah, pemimpin umat yang sangat berwibawa lagi ditakuti, dan tak pernah gentar menghadapi musuh. Akan tetapi, menghadapi anak gembala itu beliau gemetar, dan menangis karena memahami makna kalimat itu.

Kalimat yang mengingatkannya pada keagungan Allah, sekaligus tanggung jawabnya kelak di Hari Kiamat sebagai seorang pemimpin.
Umar kemudian menemui majikan si anak gembala itu. Akhirnya, sahabat Nabi SAW berjuluk al-Faruq itu membelinya, lalu membebaskan si bocah dari status budak.

“Dengan kalimat ‘fa ainallah’ telah kumerdekakan kamu dari perbudakan dan dengan kalimat itu pula insyaallah kamu akan merdeka di akhirat kelak.”

Demikianlah, sikap amanah anak kecil tadi membebaskannya dari belenggu perbudakan sekaligus memberi pelajaran hikmah bagi Sang Pemimpin, bagi kita semua.

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Meski Aman, Dinkes Kalsel Antisipasi Masuknya Virus Corona di Momentum Haul Guru Sekumpul ke 15
apahabar.com

Habar

Persiapan Polres Banjar untuk Haul Sekumpul ke 15; Turunkan Speed Boat dan Sulap Water Canon Jadi Tempat Wudhu
apahabar.com

Religi

Doa Orang Sakit Sama dengan Doa Malaikat
apahabar.com

Hikmah

Pelajaran Berharga Dari Sang Wali Allah Habib Basirih
apahabar.com

Habar

Gara-gara Covid-19, Kedah Batalkan Bazar Ramadan dan Idul Fitri
apahabar.com

Habar

Hari Ini, Menag Update Info Haji 2020
apahabar.com

Religi

Kapal Datu Kelampayan Hampir Tenggelam, Ternyata Jin Ini Pelakunya
apahabar.com

Hikmah

Agar Dicintai Allah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com