Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Menguji Anak Gembala, Sayidina Umar Dibuat Meneteskan Air mata

- Apahabar.com Sabtu, 2 Mei 2020 - 05:15 WIB

Menguji Anak Gembala, Sayidina Umar Dibuat Meneteskan Air mata

ilustrasi. Sumber: net

apahabar.com, JAKARTA – Semula Sayidina Umar bin Khattab RA hanya ingin menguji tanggung jawab seorang anak gembala. Tapi jawaban anak itu membuat Umar diingatkan dengan tanggungjawabnya, seketika air mata Sang Khalifah meleleh dibuatnya.

Abdullah bin Dinar RA bercerita, suatu hari dirinya menemani Khalifah Umar bin Khattab dalam perjalanan dari Madinah menuju Makkah.

Belum sampai tujuan, keduanya lantas beristirahat di dekat padang rumput.

Mereka lantas berpapasan dengan seorang anak gembala. Sang amirul mu`minin berkata, “Aku ingin menguji kejujuran gembala itu. Apakah ia amanah dalam pekerjaannya ataukah tidak.”

Umar lantas berjalan mendekati si anak gembala diikuti Ibnu Dinar.

“Wahai anak gembala,” kata Umar, “Bagaimana kalau engkau menjual kepadaku seekor anak kambing dari ternak ini?”

“Aku bukan pemiliknya. Aku hanya seorang budak. Tuanku-lah yang mempunyai kambing-kambing ini,” jawab si gembala.

Umar berkata lagi, “Kalau begitu, bilang saja nanti kepada tuanmu, anak kambing itu berkurang satu karena dimakan serigala.”

Si bocah diam sejenak. Ia lama menatap wajah Amirul Mukminin, seperti keheranan. Ia lalu berkata, “Jika Anda menyuruh saya berbohong, fa ainallah (di mana Allah)?”

Maksudnya, anak ini mengingatkan pria dewasa yang ditemuinya itu, sesungguhnya Allah Maha Melihat.

“Mungkin tuanku tidak melihat, tetapi bagaimana dengan Allah?” tutur dia lagi.

Begitu mendengar perkataan itu Sang Khalifah takjub. Umar adalah seorang khalifah, pemimpin umat yang sangat berwibawa lagi ditakuti, dan tak pernah gentar menghadapi musuh. Akan tetapi, menghadapi anak gembala itu beliau gemetar, dan menangis karena memahami makna kalimat itu.

Kalimat yang mengingatkannya pada keagungan Allah, sekaligus tanggung jawabnya kelak di Hari Kiamat sebagai seorang pemimpin.
Umar kemudian menemui majikan si anak gembala itu. Akhirnya, sahabat Nabi SAW berjuluk al-Faruq itu membelinya, lalu membebaskan si bocah dari status budak.

“Dengan kalimat ‘fa ainallah’ telah kumerdekakan kamu dari perbudakan dan dengan kalimat itu pula insyaallah kamu akan merdeka di akhirat kelak.”

Demikianlah, sikap amanah anak kecil tadi membebaskannya dari belenggu perbudakan sekaligus memberi pelajaran hikmah bagi Sang Pemimpin, bagi kita semua.

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Kisah Foto Guru Sekumpul Selamat dari Kebakaran Hebat di Mahligai Banjarmasin
Dirjen

Habar

Dirjen Haji Tegaskan Pembimbing Haji Harus Profesional
apahabar.com

Religi

Kisah Wali Allah di Banua, Makam Datu Nuraya Disebut Terpanjang di Dunia
biaya umrah

Habar

Ketua Komnas Haji dan Umrah: Biaya Umrah Sulit Turun
apahabar.com

Religi

Dulu Panas Dengar Adzan, Natalia Kini Adem Jadi Mualaf
apahabar.com

Hikmah

Ini Perbedaan Jual-Beli dan Riba
apahabar.com

Habar

Salat Jumat Ditiadakan, Masjid di Martapura Ini Masih Menggelar ‘Diam-diam’
apahabar.com

Hikmah

Makna Berkurban Bagi Umat Islam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com