Hitungan Hari, Kasus Covid-19 di Banjarmasin Diprediksi Tembus 300 Kasus PSBB Berakhir Esok, Banjarbaru Siap Menuju ‘New Normal’ via PKM Banjarmasin ‘New Normal’: Wali Kota Tunggu Pusat , Pakar Tak Sepakat Puncak Covid-19 di Kalsel, Jutaan Warga Diprediksi Terjangkit Tambah Satu Lagi, Balita di Kotabaru Positif Covid-19




Home Habar Religi

Senin, 4 Mei 2020 - 11:05 WIB

Menjelang Akhir Hayat, Guru Zuhdi Sempat Mendirikan Salat

Rizky p - Apahabar.com

Makam KH Ahmad Zuhdiannoor.

Makam KH Ahmad Zuhdiannoor.

apahabar.com, BANJARMASIN – Belum lama ini tersiar kabar saat-saat terakhir menjelang KH Ahmad Zuhdiannor atau Guru Zuhdi wafat. Hal tersebut diceritakan salah seorang muridnya, KH Rasyid Ridha. Dalam penuturannya, anak KH Ahmad Bakeri tersebut Guru Zuhdi sempat mendirikan salat sebelum tak sadarkan diri.

Berikut cerita Guru Rasyid Ridha dalam ceramahnya yang dikutip Abdullah Mubarak Nurin dalam catatannya “Saat-saat Terakhir Abah Guru Zuhdi”.

Pada Sabtu, 18 April 2020, sebelum Ramadan, Almarhum Guru Zuhdi ingin berangkat ke Jakarta. Mengetahui hal itu, Guru Rasyid pun mencoba menunggu beliau di sebuah tempat untuk sekadar berjabat tangan. Sebab, sudah hampir satu bulan tidak bertemu. Saat itu, kata Guru Rasyid kondisi tubuh Guru Zuhdi sudah terlihat agak kurus.

“Aku berobat, doakan saja,” ucap Guru Zuhdi.

“Inggih (iya), kami selalu mendoakan pian (anda), apapun keadaannya,” sahut Guru Rasyid.

Sabtu berangkat, sambung Guru Rasyid, Minggu diperiksa, dan Rabu dilakukan tindakan.

apahabar.com

KH Muhammad Rasyid Ridha

Saat itu, Guru Rasyid diminta untuk mendoakan dan menggelar salat hajat. Setelah salat magrib, kemudian salat hajat, dan ketika hendak menjelang isya, Guru Rasyid mengambil ponsel dan mendapati ada panggilan tak terjawab oleh Guru Zuhdi.

Baca juga :  Pengajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Cara Masuk Surga Lebih Cepat dari Bidadari

Mengetahui hal itu, hati Guru Rasyid merasa deg-degan. Ingin menghubungi balik merasa kurang enak, ada rasa takut (yang diiringi rasa takzim) kepada sang guru. Lalu Guru Rasyid mencoba menghubungi khadam beliau dan menanyakan apakah ada yang ingin disampaikan sang guru?

Setelah ditanyakan kepada sang guru tentang hal itu, dari kejauhan, ternyata sang guru cuma ingin mengucapkan terima kasih karena telah mendoakan beliau.

“Hal ini,” ucap Guru Rasyid “sangat luar biasa, di mana seorang guru mengucapkan terima kasih kepada muridnya karena telah mendoakan beliau.”

Saat itu, suara guru Zuhdi sudah agak berbeda, agak serak. Bisa jadi, kata Guru Rasyid karena kanker paru dan kanker kelenjar getah bening yang ada pada beliau.

Hingga sore Jumat 1 Mei 2020 atau 8 Ramadan, guru sudah tidak sadar. Menurut cerita istri beliau kepada Guru Rasyid, jam 5 sore saat itu, Guru Zuhdi tiba-tiba turun dari ranjang rumah sakit di mana beliau dirawat dan berdiri di sampingnya, kemudian minta dipakaikan sarung, lalu dikasih tasbih, dan kemudian beliau salat. Setelah salat beliau tidak sadar lagi, hingga nafas terakhir.

Baca juga :  Fatwa Salat Idul Fitri Digodok, MUI: Hari Ini Diputuskan

Awal rencana, beliau akan dibawa pulang ke Banjarmasin pada hari sabtu dengan kondisi bagaimana pun. Pesawat juga sudah disiapkan. Namun, hari itu kondisi beliau semakin menurun. Pukul 6 pagi kondisi beliau kritis, dan pukul 06:35, Guru Rasyid mendapat kabar dari ujung telpon oleh khadam beliau bahwa sang Guru telah “Pulang”.

Tepat pada 2 Mei 2020/9 Ramadan 1441, Guru Zuhdi telah Pulang untuk selama-lamanya. Langit mendung menghiasi seluruh kota mengiringi kepergiannya.

“Sekarang, walau beliau tidak ada dari pandangan zahir kita,” ucap Guru Rasyid Ridha, “(insyaallah) beliau tetap ada, melihat kepada kita, membimbing kita, dan jangan sampai kita tidak mengamalkan apa-apa yang (telah) disampaikan beliau.”

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Cegah Penyebaran Corona, MUI Ajak Umat Islam Berperan Aktif
apahabar.com

Religi

SAPUHI Tawarkan Solusi Soal Rekam Biometrik
apahabar.com

Habar

Kiai Ma’ruf Temui 3 Ulama dengan Puluhan Ribu Pengikut di Kalsel
apahabar.com

Habar

Masjid Raksasa di Turki akan Dibuka Beberapa Hari Lagi
apahabar.com

Habar

Panitia Sediakan 78 Dapur Umum di Haul Sekumpul ke-14, Berikut Perinciannya
apahabar.com

Habar

Pengurus Masjid Sabilal Muhtadin Tunjuk KH Hasanuddin sebagai Imam Nisfu Sya’ban
apahabar.com

Habar

Begini Tips Ajak Buah Hati Berpuasa
apahabar.com

Habar

Demi Kenyamaan Jemaah Haul Guru Sekumpul, Ini yang Dilakukan DLH Banjar