Agya Vs Scoopy di Stagen Kotabaru, Gadis 17 Tahun Patah Kaki Hari Ini, 22 Warga Kotabaru Positif Covid-19 Polisi Ungkap Kronologis Kecelakaan Maut di Cempaka yang Tewaskan 1 Pengendara Ratusan Gram Sabu Gagal Edar di Kukar, Polda Kaltim Ringkus 1 Pelaku Mulai Besok, Wisata Dadakan di Liang Anggang Ditutup!

Menlu Kutuk Perlakuan Tak Manusiawi ke ABK WNI di Kapal China

- Apahabar.com Minggu, 10 Mei 2020 - 19:15 WIB

Menlu Kutuk Perlakuan Tak Manusiawi ke ABK WNI di Kapal China

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan keterangan pers mengenai kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dialami puluhan WNI yang bekerja di kapal-kapal China, Minggu (10/05). Foto-Kemlu RI via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengutuk perlakuan tidak manusiawi terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja pada kapal-kapal milik perusahaan China.

“Berdasarkan keterangan para ABK (anak buah kapal), perlakuan ini telah mencederai hak asasi manusia,” kata Menlu Retno saat menyampaikan keterangan pers secara daring dari Jakarta, Minggu (10/05).

Karena perlakuan tidak manusiawi tersebut, sebagian besar dari total 46 WNI yang bekerja di beberapa kapal berbendera China meminta pulang ke Tanah Air. Kapal yang dimaksud adalah Long Xing 629, Long Xing 605, Tian Yu 8, dan Long Xing 606.

Bahkan, terdapat tiga WNI yang meninggal dunia di atas kapal kemudian jenazahnya dilarung ke laut (burial at sea). Satu WNI meninggal dunia setelah dirawat di sebuah rumah sakit di Korea Selatan karena penyakit pneumonia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Menlu setelah berbicara dengan 14 ABK WNI yang dipulangkan dari Korea Selatan pada Jumat (08/05), ia mencatat beberapa pelanggaran yang dilakukan perusahaan kapal yakni soal gaji dan jam kerja. Menurut Retno, sebagian ABK belum menerima gaji sama sekali.

Sebagian lainnya menerima gaji namun tidak sesuai dengan angka yang disebutkan dalam kontrak kerja yang mereka tanda tangani. “Selain itu terdapat permasalahan mengenai jam kerja yang tidak manusiawi. Rata-rata mereka (para ABK) harus bekerja lebih dari 18 jam per hari,” kata Retno.

Dugaan pelanggaran hak asasi manusia tersebut kini sedang diselidiki oleh Bareskrim Polri bekerjasama dengan kepolisian China.

“Indonesia akan memaksimalkan kerja sama hukum dengan otoritas China dalam penyelesaian kasus ini,” Retno menegaskan.

Menlu Retno juga memastikan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini secara tuntas, termasuk pembenahan tata kelola di hulu. Secara bilateral, Kemlu melalui Dubes RI di Beijing telah melakukan pembicaraan dengan Dirjen Asia Kemlu China guna membahas masalah ini.

Dari pertemuan tersebut, kata Retno, pemerintah China menyampaikan perhatian khusus atas peristiwa yang dialami puluhan ABK dan sedang melakukan investigasi terhadap perusahaan perikanan China yang mempekerjakan ABK Indonesia.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Tegaskan Pemerintah Tak Larang Warga Beribadah
apahabar.com

Nasional

Pasutri Penyerang Wiranto Diamankan, Diduga Terpapar ISIS
apahabar.com

Nasional

2 WNI Positif Tertular Virus Corona Terdeteksi Sejak 1 Maret 2020
apahabar.com

Nasional

Kawal Aksi Demo AMP, Seorang Prajurit TNI Tewas Dibacok
apahabar.com

Nasional

DKI Jakarta Diperkirakan Hujan Disertai Petir

Nasional

Jokowi Minta Soal Vaksin Covid-19 Jangan Tergesa-gesa
apahabar.com

Nasional

Quick Count Dimulai, Simak Hasil Dua Lembaga Survei yang Berbeda

Nasional

Mendagri Minta Kepala Daerah Buat Aturan Terkait Kerumunan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com