Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

Menlu Kutuk Perlakuan Tak Manusiawi ke ABK WNI di Kapal China

- Apahabar.com Minggu, 10 Mei 2020 - 19:15 WIB

Menlu Kutuk Perlakuan Tak Manusiawi ke ABK WNI di Kapal China

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan keterangan pers mengenai kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dialami puluhan WNI yang bekerja di kapal-kapal China, Minggu (10/05). Foto-Kemlu RI via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengutuk perlakuan tidak manusiawi terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja pada kapal-kapal milik perusahaan China.

“Berdasarkan keterangan para ABK (anak buah kapal), perlakuan ini telah mencederai hak asasi manusia,” kata Menlu Retno saat menyampaikan keterangan pers secara daring dari Jakarta, Minggu (10/05).

Karena perlakuan tidak manusiawi tersebut, sebagian besar dari total 46 WNI yang bekerja di beberapa kapal berbendera China meminta pulang ke Tanah Air. Kapal yang dimaksud adalah Long Xing 629, Long Xing 605, Tian Yu 8, dan Long Xing 606.

Bahkan, terdapat tiga WNI yang meninggal dunia di atas kapal kemudian jenazahnya dilarung ke laut (burial at sea). Satu WNI meninggal dunia setelah dirawat di sebuah rumah sakit di Korea Selatan karena penyakit pneumonia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Menlu setelah berbicara dengan 14 ABK WNI yang dipulangkan dari Korea Selatan pada Jumat (08/05), ia mencatat beberapa pelanggaran yang dilakukan perusahaan kapal yakni soal gaji dan jam kerja. Menurut Retno, sebagian ABK belum menerima gaji sama sekali.

Sebagian lainnya menerima gaji namun tidak sesuai dengan angka yang disebutkan dalam kontrak kerja yang mereka tanda tangani. “Selain itu terdapat permasalahan mengenai jam kerja yang tidak manusiawi. Rata-rata mereka (para ABK) harus bekerja lebih dari 18 jam per hari,” kata Retno.

Dugaan pelanggaran hak asasi manusia tersebut kini sedang diselidiki oleh Bareskrim Polri bekerjasama dengan kepolisian China.

“Indonesia akan memaksimalkan kerja sama hukum dengan otoritas China dalam penyelesaian kasus ini,” Retno menegaskan.

Menlu Retno juga memastikan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini secara tuntas, termasuk pembenahan tata kelola di hulu. Secara bilateral, Kemlu melalui Dubes RI di Beijing telah melakukan pembicaraan dengan Dirjen Asia Kemlu China guna membahas masalah ini.

Dari pertemuan tersebut, kata Retno, pemerintah China menyampaikan perhatian khusus atas peristiwa yang dialami puluhan ABK dan sedang melakukan investigasi terhadap perusahaan perikanan China yang mempekerjakan ABK Indonesia.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Terkendala Proses di BPOM, Vaksinasi Covid-19 Terancam Molor
apahabar.com

Nasional

Gelar Rapat Terbatas, Jokowi Minta Kondisi Papua Segera Dipulihkan  
apahabar.com

Nasional

51 Orang di Kawasan Tambang PT Freeport Positif Covid-19
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Masukan Kadin dan HIPMI untuk Perbaikan Ekonomi
apahabar.com

Nasional

Polisi Periksa 6 Orang Terkait Insiden Ratusan Siswa Hanyut di Sungai Sempor
apahabar.com

Nasional

China Minta AS Jangan Berlebihan Menyikapi Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Mahfud Md Jenguk Yusuf Mansur
apahabar.com

Nasional

Pemilu 2019, Hasil di TPS Sandiaga Uno Mengejutkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com