Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Miris, Warga Banjarmasin ini Hidup Sebatang Kara Tinggal di Pos

- Apahabar.com Minggu, 17 Mei 2020 - 13:06 WIB

Miris, Warga Banjarmasin ini Hidup Sebatang Kara Tinggal di Pos

Aksi solidaritas "Dari Kita Untuk Kita" menyerahkan bantuan kepada Faisol (43) yang hidup sebatang kara di sebuah pos tanpa rumah. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Begitu malang hidup Faisol. Pria berumur 43 tahun ini hidup sebatang kara tanpa sanak keluarga di Banjarmasin.

Dirinya pun tinggal dan hidup di sebuah pos atau halte yang ada di depan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Antasan Kecil Barat.

Keseharian Faisol bekerja sebagai seorang penjaga malam di kawasan Jalan Antasan Kecil Barat.

Di tengah menghadapi wabah virus corona, Faisol mengaku belum menerima bantuan apapun.

Ia bahkan tak bisa menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) yang digelontorkan pemerintah pusat.

“Iya, ada terdata sebagai penerima BST yang senilai Rp600 ribu mengambil di kantor pos, namun tidak bisa diambil karena nama Kartu Keluarga penerima BST tersebut adalah sepupu, saat ini orangnya bekerja di Palangkaraya,” kisahnya.

Ia pun mengisahkan kehidupannya, untuk mandi dan cuci pakaian dirinya memanfaatkan Sungai Antasan.

Untuk makan ia mengandalkan satu rice cooker, sebagai alat memasak nasi. Lalu satu dispenser untuk minum dari sumbangan warga sekitar.

“Semoga pemerintah atau dinas terkait dapat meninjau dan mendata warga seperti beliau ini, agar mendapat perhatian dan bantuan baik itu berupa uang tunai atau bantuan lainnya,” tutur Fitriansyah, warga Antasan Kecil Barat.

Sementara aksi solidaritas “Dari Kita Untuk Kita” menyalurkan bantuan kepada Faisol dengan menyerahkan paket sembako dan uang tunai untuk keperluannya.

“Saat kami datang ke sini, kami miris, kasihan melihat kondisi beliau yang tanpa rumah dan apa-apa, hanya sendiri. Semoga bisa ada bantuan dari pemerintah baik solusi ataupun bantuan langsung kepada pak Faisol,” kata Qosim, Koordinator aksi “Dari Kita Untuk Kita”.

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sidak PNS Bolos, Bupati Balangan Siapkan Sanksi Tegas
apahabar.com

Kalsel

Waspada Karhutla, Intip Peringatan Dini BMKG Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Kantor Imigrasi Batulicin Terus Pantau Keberadaan Orang Asing
apahabar.com

Kalsel

Sediakan Waktu, Kapolda Kalsel Hadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Handphone Meledak di Kamar Nisa Tanbu, Uang Jutaan Rupiah Terbakar
Resepsi Perkawinan Ditunda, Makanan Dibagikan Saja di Marabahan

Kalsel

Resepsi Perkawinan Ditunda, Makanan Dibagikan Saja di Marabahan
apahabar.com

Kalsel

Batola Tambah Pasien Positif Covid-19, 1 dari Alalak
apahabar.com

Kalsel

Pangdam VI Mulawarman Pimpin Upacara Hari Juang Kartika di Murjani
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com