Enam Tewas, Pencarian Korban di Tambang Emas Kotabaru Disetop Pasca-Penyerangan, Polsek Daha Selatan Siaga Satu  Kecanduan Parah, Oknum Petugas SAR Banjarmasin Lama Ditarget Dear Pekerja Informal Banjarmasin, Silakan Klaim Santunan Update Penyerangan Polsek Daha Selatan, Korban Selamat Diganjar Penghargaan




Home Habar

Senin, 18 Mei 2020 - 06:00 WIB

Muhammadiyah: Salat Id di Lapangan dan Masjid Ditiadakan

Triaji Nazulmi - Apahabar.com

Ilustrasi salat Idulfitri. Foto-zonasultra.com

Ilustrasi salat Idulfitri. Foto-zonasultra.com

apahabar.com, YOGYAKARTA – PP Muhammadiyah sudah mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan Salat Idulfitri 1441 Hijriah. Secara substansi, surat edaran itu menyampaikan agar warga mengikuti fatwa baik dari Majelis Tarjih dan Tajid Muhammadiyah maupun MUI.

Sekretaris PP MUhammadiyah, Agung Danarto, meminta umat Islam pada umumnya dan warga Muhammadiyah pada khususnya untuk menaati fatwa yang ada. Bahkan, ia berharap semua unsur persyarikatan melakukan konsolidasi sebaik-baiknya.

“Agar edaran ini bisa dilaksanakan sebagai bentuk ketaatan kepada kebijakan organisasi,” kata Agung dialnsir dari Republika.co.id, Jumat (15/05).

Agung menilai, umat Islam perlu diberi pencerahan jika wabah pandemi Covid-19 ini ancaman yang nyata terhadap kehidupan umat manusia. Umat Islam diperintahkan untuk menghindarkan kemudharatan apalagi yang mengancam nyawa.

Menurut Agung, umat Islam juga perlu diajak untuk berempati kepada tenaga medis yang berjibaku mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan kehidupan. Sekaligus, ikut berusaha untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Kita tidak boleh menganggap daerah kita sebagai daerah yang tidak mungkin terjangkit wabah corona, menjaga untuk tetap jadi kawasan aman dari Covid-19 jauh lebih mulia daripada menunggu ada yang terpapar baru melakukan antisipasi,” ujar Agung.

Baca juga :  Persiapan Polres Banjar untuk Haul Sekumpul ke 15; Turunkan Speed Boat dan Sulap Water Canon Jadi Tempat Wudhu

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Syamsul Anwar menerangkan, salat Idulfitri di lapangan sebaiknya ditiadakan. Terutama, bila pada 1 Syawal 1441 H keadaan oleh pihak berwenang belum dinyatakan bebas pandemi.

“Lantaran kondisi lingkungan belum dinyatakan oleh pihak berwenang bersih dari Covid-19 dan aman untuk berkumpul banyak orang, maka Shalat Id bagi yang menghendaki dapat dilakukan di rumah masing-masing,” kata Syamsul.

Dapat dilaksanakan lebih khusyuk bersama anggota keluarga dengan cara yang sama seperti Shalat Id di lapangan. Ia menekankan, tidak ada ancaman agama atas orang yang tidak melaksanakannya.

Ia menekankan, pelaksanaan Shalat Id di rumah tidak membuat jenis ibadah baru. Sebab, Shalat Id ditetapkan Rasulullah melalui sunahnya, dan dapat dikerjakan di rumah seperti shalat yang ditetapkan dalam sunah Rasulullah.

“Hanya tempatnya dialihkan ke rumah karena pelaksanaan di lapangan yang melibatkan konsentrasi orang banyak tidak dapat dilakukan, juga tidak dialihkan ke masjid karena ketidakmungkinan berkumpulnya orang banyak di suatu tempat,” ujar Syamsul.

Baca juga :  PCNU Kabupaten Banjar Bentuk “Gerakan Sedekah Tolak Bala”, Ketua: Demi Kemanfaatan Bersama

Menurut Syamsul, meniadakan Shalat Id di lapangan maupun di masjid karena adanya ancaman Covid-19 tidak berarti mengurangi agama. Semua itu dalam rangka perwujudan kemashlahatan manusia berupa perlindungan diri, agama, akal, keluarga dan harta benda.

Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Agus Samsudin, mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan physical distancing dan tetap berada di rumah. Sebab, kita belum tahu kapan pandemi berakhir.

“Saya juga mengajak semua untuk bersatu dan jangan jalan sendiri-sendiri,” kata Agus, Jumat (15/05).

Ia juga menyampaikan perkembangan respon Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam penanganan Covid-19. Hingga 14 Mei 2020, 77 Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) sudah merawat total pasien 4.493 pasien.

Rinciannya, ada ODP sebanyak 2.965 pasien, PDP sebanyak 1.369 pasien, dan terkonfirmasi 159 pasien. Menurut Agus, terdapat tren kenaikan jumlah pasien dari sebelumnya 12 Mei 2020 yang berjumlah total 4.403‬ pasien.

“Dengan 142 kasus terkonfirmasi,” ujar Agus.(Rep)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

Ibadah Malam Nisfu Syakban di Masjid Ditiadakan, Warga Diimbau Patuhi Keputusan

Habar

Ibadah Malam Nisfu Syakban di Masjid Ditiadakan, Warga Diimbau Patuhi Keputusan
apahabar.com

Habar

Rajin Baca Alquran, Joddy Bedjo: Allah Kasih Waktu Tobat
apahabar.com

Habar

Begini Tips Ajak Buah Hati Berpuasa
apahabar.com

Habar

Persiapan Polres Banjar untuk Haul Sekumpul ke 15; Turunkan Speed Boat dan Sulap Water Canon Jadi Tempat Wudhu
apahabar.com

Habar

Mulawarman Peduli: Cerita Jemaah Haul Guru Sekumpul saat Menikmati Sajian Gratis Prajurit TNI
apahabar.com

Habar

12 Pekan Istirahat, Puluhan Ribu Jemaah Rindukan Guru Zuhdi
apahabar.com

Habar

KH Ma’ruf Amin Kunjungi Guru Bakhiet, Polisi Turunkan 300 Personel
apahabar.com

Habar

Masjid Istiqlal Siarkan Langsung Tausiyah Selama Ramadan 2020