BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Mulai Malam Ini, Perbatasan Batola dengan Banjar di Jejangkit Ditutup Total

- Apahabar.com Selasa, 19 Mei 2020 - 21:41 WIB

Mulai Malam Ini, Perbatasan Batola dengan Banjar di Jejangkit Ditutup Total

Gugus Tugas Kecamatan Jejangkit melakukan pemasangan portal di perbatasan Barito Kuala dengan Banjar, Selasa (19/5). Foto-Camat Jejangkit

apahabar.com, MARABAHAN – Warga yang terbiasa melewati Jejangkit atau eks lahan Hari Pangan Sedunia (HPS) untuk mencapai Marabahan atau Martapura, dipastikan harus berpikir ulang.

Mulai pukul 18.00 Wita, Selasa (19/5), jalur perbatasan yang menghubungkan Barito Kuala dengan Banjar tersebut ditutup total dengan portal.

Portal terbuat dari aluminium itu dipasang tepat di depan jembatan Desa Bahandang yang berbatasan langsung dengan Desa Tanjang Landung Kecamatan Sungai Tabuk.

“Penutupan perbatasan ini berkaitan dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Batola. Sebelumnya kami sudah melakukan sosialisasi selama dua hari,” jelas M Mujiburrahman, Camat Jejangkit.

Kendati sudah diportal, penjagaan di perbatasan tetap berlangsung selama 24 jam. Selain petugas dari Polsek, Koramil dan Satpol PP Jejangkit, penjagaan juga dilakukan Relawan Desa Siaga Covid-19 Bahandang

“Untuk kejadian darurat seperti pelayanan kesehatan, warga tetap diarahkan ke RSUD Abdul Aziz Marabahan atau Setara Handil Bakti,” papar Mujiburrahman.

Dengan demikian, portal tidak menggunakan sistem buka tutup, “Sekalipun di perbatasan, jarak ke RSUD Ratu Zaleha Martapura masih lebih jauh,” tandas Mujiburrahman.

Jalur HPS mulai ramai dilewati dalam setahun terakhir, terutama setelah pengaspalan rampung. Biasanya jalur ini dilewati pedagang maupun pekerja yang berdomisili di Martapura atau sebaliknya.

Dalam kondisi normal, waktu tempuh dari Marabahan menuju Martapura atau sebaliknya hanya sekitar 1 jam, lantaran kondisi jalan sudah 95 persen aspal.

Ketika Haul Guru Sekumpul di pertengahan Maret 2020, jalur HPS berhasil memecah kepadatan lalu lintas jalan protokol, terutama pengendara sepeda motor dan mobil-mobil kecil.

apahabar.com

Spanduk pemberitahuan penutupan perbatasan yang dipasang di depan Jalan Hari Pangan Sedunia (HPS). Foto-Camat Jejangkit

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ada Lonjakan Pasien Sembuh dari Covid-19 di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Komentar Cuncung H. Maming Setelah Dipastikan Maju di Pilkada Tanbu
apahabar.com

Kalsel

Ribuan Jemaah ‘Serbu’ Makam H Leman Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Air Mata Kapolsek Menetes, Lihat Kondisi Warga Pedalaman Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Tracking Klaster Gowa Kembali Jaring 3 Positif Covid-19 di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Pemprov dan Kabupaten-Kota di Kalsel Rencanakan Swab Massal
apahabar.com

Kalsel

PWI HST Resmi Dilantik, Ketua Pinta Pemerintah Terbuka Informasi
apahabar.com

Kalsel

Anak Muda di Indonesia Harus Diberi Ruang Untuk Berkarya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com