Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Muncul di Kebun Warga, Orangutan Berhasil Diselamatkan di Bontang

- Apahabar.com Sabtu, 30 Mei 2020 - 21:01 WIB

Muncul di Kebun Warga, Orangutan Berhasil Diselamatkan di Bontang

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur menyelamatkan satu individu orangutan Borneo atau Pongo pygmaeus morio dari kebun masyarakat di Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Jumat (29/5/2020). Foto-KLHK via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur menyelamatkan satu orangutan Borneo atau Pongo pygmaeus morio dari kebun masyarakat di Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Penyelamatan dilakukan setelah mendapat laporan dari masyarakat melalui Call Center Balai Taman Nasional Kutai pada Kamis (28/5).

Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Call Center BKSDA Kalimantan Timur untuk ditindaklanjuti karena lokasinya berada di luar kawasan taman nasional tersebut.

“Kami menugaskan tim Wildlife Rescue Unit (WRU) untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan komunikasi awal kepada masyarakat pelapor untuk mendapatkan gambaran lokasi dan informasi-informasi tambahan lainnya sebagai dasar untuk mempersiapkan perlengkapan-perlengkapan yang diperlukan dalam menggelar operasi penyelamatan satwa liar,” kata Kepala BKSDA Kalimantan Timur Sunandar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/5).

Tim WRU BKSDA Kalimantan Timur yang terdiri dari tiga orang personel teknis dan seorang dokter hewan pun berangkat dari Samarinda menuju lokasi keberadaan orangutan tersebut pada 29 Mei 2020.

Dalam proses penyelamatan, tim dibantu masyarakat dengan menjadi penunjuk jalan ke lokasi bersarangnya orangutan dan persiapan perlengkapan-perlengkapan penyelamatannya.

Lebih lanjut, Kepala Resort KSDA Kutai Timur Bontang Witono, sebagai ketua tim penyelamatan dari lokasi memberikan informasi seputar orangutan yang sudah beberapa hari berada di lokasi tersebut.

“Orangutan telah berada di kebun masyarakat kurang lebih seminggu. Selama itu, setiap hari orangutan tersebut memakan buah nangka yang ada di kebun masyarakat dan mulai memakan umbut pohon kelapa dan kelapa sawit yang ditanam masyarakat sehingga beberapa pohon rusak dan mulai mati, kemudian pada sore hari akan kembali ke hutan di batas kebun untuk bersarang dan istirahat,” ujar dia.

Hal tersebut yang cukup meresahkan dan merugikan masyarakat. Akan tetapi, masyarakat juga telah sadar bahwa orangutan merupakan jenis satwa yang dilindungi undang-undang (UU), sehingga masyarakat berinisiatif hanya melakukan upaya penghalauan mandiri terlebih dahulu.

“Dan kemudian baru melaporkannya untuk penanganan dan penyelamatan lebih lanjut oleh petugas yang berwenang,” kata Witono.

Sementara itu, anggota tim WRU BKSDA Kalimantan Timur Rido mengatakan bahwa proses penyelamatan orangutan ini berjalan cukup lancar dan tidak menemukan kendala yang serius.

“Kesulitan teknis lebih banyak terjadi pada faktor upaya pembiusan orangutan yang bersembunyi di cabang-cabang pohon yang tertutup daun-daun yang cukup lebat dengan ketinggian kurang lebih 10 meter. Upaya pembiusan menggunakan senapan bius dilakukan secara hati-hati dan sesuai prosedur. Akhirnya setelah dua kali upaya penembakan bius, orangutan tersebut dapat terbius kurang lebih pada jam 16.00 Wita dan segera diturunkan dari pohon,” ujar dia.

Orangutan tersebut dapat dievakuasi sepenuhnya pada sore hari sekitar jam 18.00 dan langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan sebelum dimasukkan dalam kandang transfer.

Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan orangutan tersebut merupakan orangutan dewasa liar dalam kondisi sehat, berkelamin jantan, usia kurang lebih 15 tahun, perkiraan berat badan 70 hingga 80 kilogram (kg).

Hasil koordinasi lebih lanjut, berdasarkan laporan penilaian kesehatan satwa, antara tim WRU BKSDA Kalimantan Timur di lapangan, Kepala BKSDA Kalimantan Timur dengan Kepala Balai Taman Nasional Kutai, maka diputuskan orangutan tersebut akan langsung dipindahkan untuk dilepasliarkan di wilayah Resort Sangkima dalam kawasan taman nasional.

Pemantauan lebih lanjut pascapelepasliaran menunjukkan meskipun dilakukan pada malam hari, orangutan tersebut tetap membuat sarang baru sementara. Satwa liar dilindungi itu telah bergerak masuk ke dalam hutan pada keesokan harinya.

“Kami bersyukur, upaya penanganan konflik satwa liar melalui penyelamatan sampai pelepasliaran orangutan ini dapat dilaksanakan dengan lancar, terutama dengan kesadaran dan dukungan masyarakat,” kata Sunandar. (Ant)

Editor: Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Kampanye Cegah Stunting di Penajam Melalui Festival Seafood
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Jadi DKI Jakarta Baru, Hadi Optimistis Pacu Pembangunan
apahabar.com

Kaltim

Rumah Dipasangi Stiker Khusus, Kebutuhan Warga Penajam Aman
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Jadi Ibu Kota, Wagub Hadi Berguru ke Canberra
apahabar.com

Kaltim

Warga Panik, Kapal Bermuatan Elpiji Meledak di Samarinda
apahabar.com

Kaltim

Bertambah 2 Orang, Positif Covid-19 di Kaltim Menjadi 266 Kasus
Bertambah 6, Positif Covid-19 di Kaltim Jadi 17 Orang

Kaltim

Bertambah 6, Positif Covid-19 di Kaltim Jadi 17 Orang
apahabar.com

Kaltim

Ibu Kota Pindah, ASN Penajam Berpotensi Bertambah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com