Istri Polisi Korban Penyerangan Mapolsek Daha: NKRI Harga Mati! PDP-Tracking GTPP Tambah Daftar Warga Kalsel Terjangkit Covid-19 Operasi Anti-Teror di Kalsel, Jumlah Pelaku Kemungkinan Bertambah 5 Terduga Teroris Ditangkap, MUI: Kalsel Bukan Zona Aman PSBB Berakhir, THM-Bioskop di Banjarmasin Terancam Mati Suri




Home Hukum

Selasa, 19 Mei 2020 - 10:05 WIB

Nabi Palsu di HST Direhabilitasi, Jaksa Ajukan Banding

Uploader - Apahabar.com

Terdakwa Nasruddin keluar dari ruang tahanan PN Barabai Kelas II menuju ruang sidang Kartika untuk menjalani sidang perdananya, Rabu, (26/2). Foto-apahabar.com-Lazuardi

Terdakwa Nasruddin keluar dari ruang tahanan PN Barabai Kelas II menuju ruang sidang Kartika untuk menjalani sidang perdananya, Rabu, (26/2). Foto-apahabar.com-Lazuardi

apahabar.com, BARABAI – Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Tengah (Kejari HST) menyatakan banding terhadap putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Barabai. Putusan itu tentang tindak pidana penodaan agama yang didakwakan kepada Nasruddin (61), nabi palsu.

Berdasarkan putusan ‘dissenting opinion’ atau perbedaan pendapat saat sidang putusan pada Rabu (13/5), berdasarkan mayoritas suara dari tiga majelis hakim, akhirnya memutuskan untuk direhabilitasi selama 1 tahun di RSJ Sambang Lihum Kabupaten Banjar, Kalsel.

Jaksa Penuntut umum (JPU) tidak sependat dengan putusan itu. JPU kokoh dengan tuntutannya, sesuai Pasal 156 huruf a KUHP dengan hukuman penjara selama 3 tahun.

Walaupun demikian, Kepala Kejari HST, Trimo mengatakan pada prinsipnya, pihaknya menghargai putusan pengadilan itu.

“Namun setelah kami pelajari secara yuridis, secara hukum maka kami menyatakan banding dengan pertimbangan prinsip hukum itu harus memiliki nilai keadilan, kepastian dan kemanfaatan,” kata Trimo didampingi Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan, Prihanida Dwi Saputra pada apahabar.com, Senin (18/5).

Baca juga :  Sesak Nafas Saat Mudik di HST, Rapid Tes Warga Banjarmasin Reaktif

Dari pertimbangan itu, lanjut Trimo, hasil pemeriksaan di persidangan dan alat bukti yang ada, terdakwa bisa dipidana sesuai tuntutan jaksa.

Sebab saat putusan minggu lalu (Rabu, 13/5) hakim menyatakan terdakwa terbukti sesuai Pasal 156 a. Namun berdasarkan pertimbangan dari keterangan saksi ahli kejiwaan saat pemeriksaan, terdakwa mengalami gangguan jiwa berat berupa Waham Menetap.

Berdasarkan hal itu, terdakwa tidak dapat dipidana melainkan dirawat di RSJ Sambang Lihum.

“Inilah yang akan kami kritisi yang akan kami nyatakan bahwa ini tidak memiliki nilai kepastian hukum, kemanfaatan dan keadilan,” tegas Trimo.

Baca juga :  Sah-Sah Saja Berlagak Polisi India di Banjarmasin

Karena itu, jaksa telah mempelajari pertimbangan-pertimbangan yang dibuat majelis hakim tingkat pertama. Kemudian dinyatakan dengan membuat memori banding.

Pada memori banding ini, jaksa membuat pendapat tidak ada nilai kepastian, keadilan dan kemanfaatan terhadap putusan hakim.

“Kuncinya di sini (memori banding). Nanti akan kami sampaikan ke Pengadilan Tinggi. Setelah akta banding ditanda tangani, paling lambat satu minggu untuk mengirimkan memori banding” kata Trimo.

“Kalau nanti direhab terus pulang, dia kan bisa saja mengulangi perbuatannya lagi. karena yang bersangkutan masih ada pengikutnya,” tutup Trimo.

Reporter:HN Lazuardi
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

OTT Lagi! KPK Tangkap PNS dan Jaksa Kejari Yogyakarta
apahabar.com

Hukum

DPO Sejak 2017, Pelaku Anirat di Guntung Ujung Diringkus
apahabar.com

Hukum

Vanessa Angel Kuat Jadi Tersangka, Ini Faktanya
apahabar.com

Hukum

KPK Tetapkan Eks Bupati Seruyan Darwan Ali Sebagai Tersangka
apahabar.com

Hukum

Polisi Sempat Salah Tangkap Terduga Pengancam Bunuh Jokowi
apahabar.com

Hukum

Gencar Basmi Narkoba, Polres Tapin Utara Amankan Tersangka Saat di Jalan
apahabar.com

Hukum

Diduga Halangi Tim Gugus Tugas Covid-19, Arif Budiman Dilaporkan ke Polisi
apahabar.com

Hukum

Nekat, Remaja Jakarta Bawa 4,97 Kg Sabu ke Banjarmasin