Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Negatif Covid-19, 17 Orang Klaster Gowa di Tapin Dipulangkan

- Apahabar.com Selasa, 5 Mei 2020 - 21:04 WIB

Negatif Covid-19, 17 Orang Klaster Gowa di Tapin Dipulangkan

Proses kepulangan warga Tapin yang diisolasi di SKB Dinas Pendidikan, terkait penanganan kasus Covid-19 usai melakukan riwayah perjalan ke Gowa. Foto-apahabar.com/M Fauzi Fadilah

apahabar.com, RANTAU – Setelah dilakukan 2 kali tes swab 17 Klaster Gowa asal Kabupaten Tapin dinyatakan negatif Covid-19. Mereka pun dipulangkan secara bertahap.

Kepala Dinas Kesehatan Tapin, Alfian Yusuf menegaskan 17 orang itu, sebelumnya sudah melalui isolasi yang ketat.

“Setelah dilakukan pemeriksaan kedua swab, hasil keluar subuh tadi saat sahur 17 orang ini negatif. Mereka disarannya untuk tetap isolasi selama 14 hari, setelah itu boleh untuk berinteraksi dengan masyarat lain,” jelas Alfian, Selasa, (5/5) Pukul 16 tadi saat memantau proses pemulangan.

Mereka sudah hampir 3 pekan berada di rumah isolasi berkelompok di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan.

Lantas, 7 orang di antaranya dipulangkan lebih dulu. Semuanya dari Kecamatan Salam Babaris.

Mereka dipulangkan kerumah masing menggunakan 2 unit mobil.

Ada yang menggunakan ambulans Salam Babaris dan mobil pribadi keluarga si pasien.

Terlihat petugas yang menjemput dan mengantarkan dilengkapi dengan APD lengkap.

Lebih lanjut dijelaskannya kenapa 7 orang itu dipulang ke rumah masing-masing, karena lokasinya memungkinkan. Apalagi itu rumah mereka sendiri.

Meski demikian, istri dan anaknya masih diisolasi mandiri di ruangan khusus di SKB Dinas Pendidikan.

“Adapun beberapa yang masih kita tahan kepulangannya, karena di rumah mereka masih ada istri dan anak. Ditakutkan mereka akan langsung berinteraksi, karena sepulang dari sini masih harus isolasi mandiri 14 hari,” tekan Alfian.

Terkait sebagian yang belum dipulangkan nantinya, menunggu keadaan di kediaman masing-masing. Apakah sudah ada ruangan khususnya, atau dalam artian menyendiri di rumah.

Alfian berharap kepada masyarakat jangan sampai ada diskriminasi untuk para pasien yang sudah selesai menjalani isolasi di SKB Dinas Pendidikan itu.

“Mohon kepada masyarakat untuk menerima kembali mereka sebagai tetangga dan sebagai masyarakat,” harap Alfian

Sebagai catatan, untuk isolasi mandiri di rumah itu nantinya masih akan dipantau oleh relawan desa. Setelah selesai, maka akan diperbolehkan keluar rumah dan boleh dikatakan mereka sudah aman dari Covid-19.

Reporter: Muhammad Fauzi Fadilah
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

2020 Jalan Bebas Hambatan Banjarbaru-Batulicin Bisa Dilewati, Dewan Pesimistis Gunakan APBN
apahabar.com

Kalsel

Drainase Citra Garden, Perumahan Elite di Banjarmasin Dikeluhkan Warga
apahabar.com

Kalsel

Sambi Ibadah, Polsek Karang Bintang Polres Tanah Bumbu Pantau Terapan Protokol Kesehatan
Kalsel Miliki Desa Mandiri di 2020

Kalsel

Kalsel Miliki Desa Mandiri di 2020

Kalsel

Update Terbaru, Siang Ini Masjid Sabilal Gelar Salat Jumat
apahabar.com

Kalsel

Mediasi Berproses, Portal Lahan PT BPP Segera Dicabut
apahabar.com

Kalsel

Debit Air Meninggi, PLN Cepat Lakukan Pemadaman Listrik di Daerah Terdampak Banjir
apahabar.com

Kalsel

Berdalih Ekonomi, Pasutri di Banjarmasin Nekad Bisnis Sabu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com