Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Negatif Covid-19, 17 Orang Klaster Gowa di Tapin Dipulangkan

- Apahabar.com Selasa, 5 Mei 2020 - 21:04 WIB

Negatif Covid-19, 17 Orang Klaster Gowa di Tapin Dipulangkan

Proses kepulangan warga Tapin yang diisolasi di SKB Dinas Pendidikan, terkait penanganan kasus Covid-19 usai melakukan riwayah perjalan ke Gowa. Foto-apahabar.com/M Fauzi Fadilah

apahabar.com, RANTAU – Setelah dilakukan 2 kali tes swab 17 Klaster Gowa asal Kabupaten Tapin dinyatakan negatif Covid-19. Mereka pun dipulangkan secara bertahap.

Kepala Dinas Kesehatan Tapin, Alfian Yusuf menegaskan 17 orang itu, sebelumnya sudah melalui isolasi yang ketat.

“Setelah dilakukan pemeriksaan kedua swab, hasil keluar subuh tadi saat sahur 17 orang ini negatif. Mereka disarannya untuk tetap isolasi selama 14 hari, setelah itu boleh untuk berinteraksi dengan masyarat lain,” jelas Alfian, Selasa, (5/5) Pukul 16 tadi saat memantau proses pemulangan.

Mereka sudah hampir 3 pekan berada di rumah isolasi berkelompok di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan.

Lantas, 7 orang di antaranya dipulangkan lebih dulu. Semuanya dari Kecamatan Salam Babaris.

Mereka dipulangkan kerumah masing menggunakan 2 unit mobil.

Ada yang menggunakan ambulans Salam Babaris dan mobil pribadi keluarga si pasien.

Terlihat petugas yang menjemput dan mengantarkan dilengkapi dengan APD lengkap.

Lebih lanjut dijelaskannya kenapa 7 orang itu dipulang ke rumah masing-masing, karena lokasinya memungkinkan. Apalagi itu rumah mereka sendiri.

Meski demikian, istri dan anaknya masih diisolasi mandiri di ruangan khusus di SKB Dinas Pendidikan.

“Adapun beberapa yang masih kita tahan kepulangannya, karena di rumah mereka masih ada istri dan anak. Ditakutkan mereka akan langsung berinteraksi, karena sepulang dari sini masih harus isolasi mandiri 14 hari,” tekan Alfian.

Terkait sebagian yang belum dipulangkan nantinya, menunggu keadaan di kediaman masing-masing. Apakah sudah ada ruangan khususnya, atau dalam artian menyendiri di rumah.

Alfian berharap kepada masyarakat jangan sampai ada diskriminasi untuk para pasien yang sudah selesai menjalani isolasi di SKB Dinas Pendidikan itu.

“Mohon kepada masyarakat untuk menerima kembali mereka sebagai tetangga dan sebagai masyarakat,” harap Alfian

Sebagai catatan, untuk isolasi mandiri di rumah itu nantinya masih akan dipantau oleh relawan desa. Setelah selesai, maka akan diperbolehkan keluar rumah dan boleh dikatakan mereka sudah aman dari Covid-19.

Reporter: Muhammad Fauzi Fadilah
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sah! Berry Resmi Jabat Wabup HST
apahabar.com

Kalsel

Update Haul Guru Sekumpul; Jalan Ahmad Yani Arah Martapura Ditutup
apahabar.com

Kalsel

Penghitungan Terbaru di Kalsel, 30 April: Jokowi Salip Prabowo di Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Warga RT 15 Desa Baroqah Tanbu Gotong Royong Hindari Ancaman DBD
apahabar.com

Borneo

Bantuan Korem 101 Antasari dan Pemprov Kalsel Sudah Tiba di Palu
Kasdim

Kalsel

Covid-19 Kotabaru Capai 804 Kasus, Kasdim: Warga Harus Makin Disiplin Prokes
apahabar.com

Kalsel

Sri Nurnaningsih: Keterwakilan “Kaum Kartini” di Parlemen Masih Kurang

Kalsel

KPH Tabalong Serahkan Anak Bekantan Hasil Temuan Warga Muara Uya ke BKSDA Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com