Memanas! Aksi #SAVEKPK di Banjarmasin Diwarnai Saling Dorong BREAKING! Banjiri Kamboja Banjarmasin, Massa #SAVEKPK Long March ke DPRD Kalsel Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Gugatan Jilid II H2D ke MK Siang Ini, Denny Gandeng Lawyer “Level Dewa” Somasi Tim BirinMu ke Uhaib, Komnas HAM hingga H2D Pasang Badan

New Normal di Mata Aktivis Sosial dan Kemanusian: Sebaiknya Melewati Pengkajian Mendalam

- Apahabar.com Jumat, 29 Mei 2020 - 21:59 WIB

New Normal di Mata Aktivis Sosial dan Kemanusian: Sebaiknya Melewati Pengkajian Mendalam

Heru Hidayat, Aktivis Sosial dan Kemanusian serta Ketua PKS Kalteng. Foto - Istimewa

apahabar.com, PALANGKA RAYA — Pemerintah bakal memberlakukan tatanan era kehidupan baru atau New Normal, tak terkecuali Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Namun sebaiknya rencana penerapan New Normal harus dikaji secara mendalam baik kajian ilmiah dan lebih pada substansi penyelesaian secara terukur, terstruktur, dan teratur.

“Minimal ada enam poin yang harus diantisipasi dan disiapkan secara terukur, terstruktur dan teratur oleh pemerintah daerah,” kata Aktivis Sosial dan Kemanusian Kalteng, Heru Hidayat, Jumat (28/5).

Pertama, new normal sebaiknya memang saat pandemi mulai terkendali, tingkat pertambahan kasus yang rendah, dan tingkat penularan yang rendah. Dengan begitu, fokus menambah tingkat kesembuhan pasien Covid-19 dan terus mengurangi jumlah pasien positif Covid-19 di masyarakat.

“Artinya kurva harus dalam kondisi minimal melandai terlebih dahulu,” ujar Ketua DPW PKS Kalteng ini.

Jika perlu dilakukan rumusan untuk mengukur tingkat penularan yang disusun para ahli epidemiologi atau menjadi indikator keberhasilan penanganan Covid-19 saat awal, sekarang dan prediksinya.

Kedua, kemampuan data dan pemetaan yang akurat atau detil dalam sebaran dan penanganan pandemi Covid-19 di masyarakat.

Diperlukan test yang masif, sehingga angka dan pola sebarannya terukur sehingga memudahkan untuk pemetaan (mapping) dan tata laksana.

“Maka diperlukan ketersediaan alat rapid test yang cukup dan tingkat akurasi yang teruji dan test swab,” ucapnya.

Ketiga, sosialisasi dan pelibatan para pihak secara masif seperti tokoh masyarakat, pemuda dan jejaring rukun tetangga (RT) dalam penerapan protokol kesehatan.

Sangat penting melakukan komunikasi intensif, sosialisasi ke tokoh masyarakat, dan menjadikan mereka sebagai role model/duta/ speaker.

Jejaring RT ini penting sekali, sehingga perlu model penanganan Covid-19 berbasis masyarakat.

Antisipasi orang tanpa gejala (OTG) atau gejala minimalis dan pelibatan masyarakat agar memahami isolasi mandiri serta gotong royang lingkungan masyarakat. Mencegah berarti upaya deteksi dini harus kuat dan terkontrol dengan baik.

Keempat, tentang regulasi, jaminan kesehatan dan keselamatan bagi masyarakat serta ketersediaan dan harga kebutuhan pokok masyarakat yang stabil pada saat New Normal.

Kelima, kesiapan layanan kesehatan, tenaga kesehatan dan fasilitas pendukung, apabila terjadi lonjakan masyarakat yang terkena pandemi Covid-19 ini. Daya dukung alat pelindung diri (APD) dan lainnya sampai tingkatan puskesmas.

Keenam, harus ada terobosan dan pola pengelolaan anggaran secara efektif, efisien dan transparan oleh Pemerintah Daerah.

Menurut Heru, apabila keenam poin tersebut dilakukan oleh Pemerintah Daerah bersama para pihak, maka akan menambah kepercayaan masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya menumbuhkan kembali sektor perekonomian dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Begitu pula, bagi tenaga kesehatan akan sangat terbantu apabila ada upaya maksimal dari Pemerintah Daerah dalam penanganan pencegahan dan penyediaan fasilitas kesehatan.

Memang di antara tantangannya adalah ketika kemampuan anggaran yang belum sepenuhnya siap pada Pemerintah Daerah, akan menjadi beban tersendiri bagi para Kepala Daerah dan jajarannya untuk bisa mengelola dan melakukan terobosan.

Hal ini harus dilakukan sebagai bagian dari antisipasi menghadapi kondisi pandemi Covid-19 apabila berlangsung lama. Meski demikian, semua berharap agar pandemi Covid-19 ini agar segera berakhir.

Heru juga memberi apresiasi kepada semua pihak yang terus berupaya dalam penanganan pandemi Covid-19 dan menyarankan agar Pemerintah Pusat dan Daerah tetap konsisten untuk bisa memprioritaskan mengenai keselamatan setiap warganya.

Selain itu pemerintah harus melakukan terobosan untuk terus peduli kepada tenaga kesehatan dan masyarakat yang sangat rentan terdampak pandemi Covid-19.

Reporter: Ahc23
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalteng

Gegara Pandemi Covid, RPJMD Kapuas 2018-2023 Direvisi
apahabar.com

Kalteng

KPP Pratama Muara Teweh Lakukan Penagihan Pajak
apahabar.com

Kalteng

Jelang Pilkada, Polresta Palangka Raya Rancang Sistem Pengamanan
apahabar.com

Kalteng

Polres Kapuas Kembali Salurkan Bansos untuk Masyarakat Terdampak Covid-19
Update Covid-19 Kalteng: Ribuan Masker Bekas Raib

Kalteng

Update Covid-19 Kalteng: Ribuan Masker Bekas Karhutla Raib
apahabar.com

Kalteng

Kapuas Perpanjang Masa Status Tanggap Darurat Covid-19
Banjir yang terjadi di wilayah hulu Kabupaten Kapuas, Kalteng. Foto-Istimewa

Kalteng

Banjir di Kapuas Mulai Surut, Kepala BPBD: Tetap Waspada
Infrastruktur Tambak

Kalteng

Pembudidaya Ikan di Kapuas Kuala Harapkan Pembangunan Infrastruktur Tambak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com