Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala

ODP Berkurang, Non Reaktif Mendominasi Hasil Rapid Test di Banjarbaru

- Apahabar.com Selasa, 5 Mei 2020 - 13:15 WIB

ODP Berkurang, Non Reaktif Mendominasi Hasil Rapid Test di Banjarbaru

Telconference GTPP Covid-19 Banjarbaru, Senin (4/5) sore. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Berdasarkan data update GTPP Covid-19 Banjarbaru per Senin (4/5) sore, tercatat pasien dalam pengawasan atau PDP bertambah, sedang orang dalam pemantauan berkurang.

Saat ini PDP berjumlah 3 kasus, atau bertambah 1 kasus dari hari sebelumnya, Minggu (3/5) sore sebanyak 2 kasus. Satu PDP baru tersebut kini dirawat disalah satu rumah sakit di Kalsel.

“PDP baru dirawat di rs Ratu Zaleha,” ujar Juru Bicara GTPP Covid-19 Banjarbaru Rizana Mirza melalui siaran persnya kepada apahabar com, Senin (4/5) sore.

Sementara itu ODP mengalami penurunan sebanyak 12 kasus, dari 182 kasus menjadi 170 kasus saat ini. Dan baik kasus positif maupun terkonfirmasi sembuh masih bertahan di angka yang sama.

“Jadi total ODP 170, PDP 3, Positif 22, dan 3 sembuh,” tambahnya.

Angka ODP dan PDP sendiri terbilang fluktuatif mengikuti perhitungan masa inkubasi maupun menurut hasil alat tes cepat.

Dikatakan Rizana, Pemkot Banjarbaru telah menggunakan ratusan alat pendeteksi dini Covid-19 (rapid test) terhadap orang-orang yang dianggap terindikasi seperti ODP dan PDP.

Total alat rapid test sendiri yang telah digunakan mencapai 330 buah. “Kota Banjarbaru menerima sejumlah 400 buah dari pihak Provinsi,” ucapnya.

Lalu, dari total 330 buah yang telah digunakan, cenderung menunjukkan hasil non reaktif (tidak terpapar virus).

“Jadi setelah kita lakukan tes (rapid test) terhadap 330 orang. Yang menunjukkan reaktif ada 45 orang sementara yang non reaktif jumlahnya mencapai 269 dan sisanya ada yang invalid sebanyak 16 orang,” terangnya.

Dengan hasil tersebut, maka disimpulkan bahwa 269 orang yang semula terindikasi Covid-19 baik berstatus ODP maupun PDP dipastikan negatif dari virus menular ini. Sementara yang invalid akan dilakukan tes ulang lagi.

Lalu bagaimana dengan 45 orang yang menunjukkan reaktif ?

Rizana mengatakan jika beberapa di antaranya juga dinyatakan negatif terpapar Covid-19. Hal ini dibuktikan dari hasil uji Swab.

“Dari 45 yang reaktif ini sudah kita ambil tes swabnya, beberapa di antara negatif (Covid-19) dan beberapa lainnya kita masih menunggu hasil lab, karena ini terus berproses,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, ungkapnya, sisa alat rapid test akan digunakan dalam penelusuran cepat tim gugus tugas atau tracking kontak langsung di lokasi terdekat tempat tinggal pasien positif. Dilihat dari perjalanan pemeriksaannya, wajar jika angka ODP dan PDP cenderung mudah berubah.

Reporter : Nurul Mufidah
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Ingin Tingkatkan UP2K, TP PKK Banjarbaru Kunker ke Lombok
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Tingkatkan Pelayanan Publik, Pemkot Banjarbaru Gelar Bimtek
Said Abdullah Tandatangani Perjanjian Kinerja Pejabat Struktural

Pemko Banjarbaru

Said Abdullah Tandatangani Perjanjian Kinerja Pejabat Struktural
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Pemkot Banjarbaru Terima Ratusan Paket Bantuan Covid-19 dari Yayasan Baitul Maal
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Q-Wedding Expo Angkat Tema¬†”Milenial Sasirangan Love”
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Tinta di Jari Jadi Ciri Khusus ODR di Banjarbaru
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Tinjau Pembangunan Pasar Cempaka, Said Abdullah Minta Kontraktor Berbenah
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Antisipasi Radikalisme, Disdik Banjarbaru: Kepala Sekolah Jadi Ujung Tombak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com