ga('send', 'pageview');
Cerita Sukses Pemuda Kotabaru di Jepang dan Gaet Wanita Mualaf Ribuan Gram Sabu Gagal Edar, BNN Kalsel Diapresiasi Pusat Banjir di Pelaihari, Warga Diminta Waspada Hujan Susulan Dulu Bugar, ‘Kai Api’ Kini Ringkih di RS Ansari Saleh Lagi, Covid-19 Renggut Nyawa Nakes di Puskesmas Banjarmasin




Home Sport

Jumat, 29 Mei 2020 - 05:44 WIB

Opsi LIB Terkait Liga 1 dan 2 2020, Ganti Musim

Redaksi - Apahabar.com

Salah satu laga di Liga 1 2020 sebelum pandemi Covid-19. Foto-net

Salah satu laga di Liga 1 2020 sebelum pandemi Covid-19. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – PT Liga Indonesia Baru (LIB) memiliki opsi terkait Liga 1 dan 2 2020.

Direktur Bisnis LIB Rudy Kangdra mengatakan, ada kemungkinan Liga 1 dan 2 musim 2020 diganti menjadi musim 2020-2021 karena pandemi penyakit virus corona (COVID-19).

Ia menyebut hal itu menjadi salah satu opsi kelanjutan kompetisi, yang diliburkan sejak Maret 2020 karena COVID-19, selain menggulirkan kembali musim 2020 dan menghentikannya lalu membuat turnamen pengganti.

“Jadi ada tiga opsi. Pertama, musim 2020 dilanjutkan. Kedua, musim dihentikan lalu ada turnamen pengganti dan, terakhir, musim 2020 disetop dan ada musim baru. Artinya ada liga musim 2020-2021, kira-kira begitu,” ujar Rudy.

Menurut dia, jika liga dimulai lagi dengan musim terbaru 2020-2021, maka ke depan format seperti itu akan terus dipertahankan.

Jadi, misalnya Liga 1 dan 2 musim 2020-2021 dimulai pada November 2020, maka kompetisi musim 2021-2022 akan berlangsung sejak bulan serupa di tahun berikutnya.

Salah satu sisi positif kebijakan itu, pihak operator yaitu LIB dan PSSI dapat menyusun dengan lebih baik jadwal pertandingan.

Waktu berlangsungnya setiap laga akan disesuaikan dengan berbagai hal terutama yang terkait kepentingan tim nasional Indonesia.

“Dalam keadaan seperti ini kami ingin berbenah. Seandainya membuat kompetisi musim baru memang selesainya lintas tahun tetapi ke depannya jadwal kompetisi jadi teratur. Semua perencanaan akan disesuaikan terutama dengan jadwal tim nasional termasuk pertandingan FIFA,” tutur Rudy.

Baca juga :  Klasemen Sementara Serie A Usai Ronaldo Selamatkan Juve dari Kekalahan

Dia menambahkan, wacana ini sudah didiskusikan dalam pertemuan virtual PSSI, LIB dan 18 tim Liga 1 pada Rabu (27/5).

Mengenai tanggapan sponsor dengan format liga 2020-2021, Rudy menyebut bahwa baik LIB maupun PSSI belum dapat berkomunikasi dengan sponsor selama belum ada keputusan soal berlanjutnya liga.

“Sponsor itu mengikuti regulasi kita sebenarnya. Produknya harus ada baru kita jualan ke sponsor,” tutur Rudy.

Liga 1 dan 2 Indonesia musim 2020 diliburkan sejak pertengahan Maret 2020 karena pandemi COVID-19. PSSI menegaskan bahwa kelanjutan kompetisi itu bergantung pada kebijakan pemerintah.

Melalui SKEP/48/III/2020 yang dikeluarkan pada akhir Maret 2020, PSSI memutuskan bahwa jika pemerintah memperpanjang status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona yang saat ini ditetapkan pada 29 Februari-29 Mei 2020, Liga 1 dan 2 Indonesia 2020 akan disetop.

Akan tetapi, kalau pemerintah tidak memperlama masa darurat tersebut, PSSI akan kembali menggulirkan Liga 1 dan 2 musim 2020 mulai tanggal 1 Juli 2020.

Suara Klub Terpecah

Nasib kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Indonesia masih belum menemui titik terang.

Sebanyak 18 tim yang ikut rapat pada Rabu terbagi ke dalam dua pendapat berlawanan.

Ada yang meminta dilanjutkan dan ada juga yang menolak. Bahkan sebagian mengusulkan liga berlanjut namun bersyarat.

Baca juga :  Klasemen Sementara Serie A Usai Ronaldo Selamatkan Juve dari Kekalahan

Tim-tim yang meminta kompetisi dilanjutkan dengan syarat mengajukan negosiasi kontrak dengan pemain serta penambahan subsidi.

Hal itu tidak terlepas dari anggaran operasional klub yang tersendat akibat pandemi COVID-19.

Hanya Persipura Jayapura satu-satunya tim yang tidak memberikan suara atau abstain.(Ant)

Berikut usulan klub perihal kompetisi 2020 dikutip dari Antara:

1. Persiraja Banda Aceh: Kompetisi lanjut.
2. Borneo FC: Kompetisi lanjut dengan subsidi naik, kontrak nego.
3. Madura United: Kompetisi setop.
4. Persebaya: Kompetisi setop.
5. PSIS Semarang: Kompetisi setop.
6. Persib Bandung: Kompetisi lanjut, nego gaji.
7. Bali United: Kompetisi lanjut, nego gaji.
8. PSM Makassar: Kompetisi setop, menggelar home tournament.
9. Barito Putera: Kompetisi setop, lanjut kompetisi format baru.
10. Persipura: Abstain.
11. Persita Tangerang: Kompetisi setop, menggelar home tournament.
12. Tira Persikabo: Kompetisi lanjut dengan format baru, subsidi naik dan nego kontrak.
13. Persela Lamongan: Kompetisi setop, format baru, dan nego kontrak.
14. Arema: Kompetisi setop/lanjut subsidi naik, nego kontrak gaji.
15. Bhayangkara FC: Kompetisi setop.
16. Persija Jakarta: Kompetisi setop/format baru, subsidi naik, nego kontrak gaji.
17. Persik Kediri: Kompetisi setop, menggelar home tournament.
18. PSS Sleman: Kompetisi setop/lanjut dengan format baru, kalau ada turnamen tidak wajib ikut.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Penilaian Yunan Helmi Terhadap Ady Setiawan
apahabar.com

Sport

Manajer Barito Buka Ruang untuk Diskusi dengan Bartman
apahabar.com

Sport

Dua Kali Gagal Bertemu, SDL Masih Menunggu Barito
apahabar.com

Sport

Menebak Strategi Djanur
apahabar.com

Sport

Manuchehr Jalilov Bintang Kemenangan Persebaya atas Persib
apahabar.com

Sport

Kado Kemerdekaan! Berikut Link Live Streaming Semifinal Piala AFF U-18 Indonesia vs Malaysia Sore Ini
apahabar.com

Sport

Duel Barito vs Kalteng Putra Digelar di Stadion 17 Mei Banjarmasin
apahabar.com

Sport

Pelatih PSIS Sudah Punya Gambaran Kalahkan Barito
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com