Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0

Opsi Terakhir, Joshua Bertarung Tanpa Penonton

- Apahabar.com Jumat, 1 Mei 2020 - 11:15 WIB

Opsi Terakhir, Joshua Bertarung Tanpa Penonton

Petinju Inggris Anthony Joshua. Foto: AFP via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Juara dunia tinju kelas berat asal Inggris Anthony Joshua (AJ) disebu akan bertarung secara tertutup hanya sebagai pilihan terakhir.

Dewan pengawas tinju Inggris (BBBofC) berharap tinju profesional bisa dilanjutkan pada Juli tanpa penonton setelah semuanya tertunda karena pandemi Covid-19.

Ditambahkan bahwa event apapun akan dibatasi hanya lima pertarungan paling banyak, harus ditinjau, dengan penerapan jarak sosial yang ketat bagi siapapun yang hadir.

“Saya ingin memberi kita setiap kesempatan untuk menggelar AJ di hadapan penonton. Kita mungkin harus menggigit peluru dan mengatakan ‘ia hanya akan bertinju sekali tahun ini,” kata menurut promotor Eddie Hearn kepada iFL TV seperti dikutip Reuters, Jumat (1/5).

“Maka jika itu kasusnya, kami setuju ke September atau Oktober. Saya tidak ingin lebih jauh dari itu, ia belum bertinju hampir setahun.

“Pilihan saya adalah AJ dengan penonton di di Inggris Raya. Pilihan saya berikutnya adalah AJ di negara lain dengan penonton. Dan pilihan terakhir saya adalah AJ tanpa penonton.”

Joshua memenangi kembali sabuk IBF, WBA, WBO dan IBO-nya dari petinju Meksiko Amerika Andy Ruiz Jr di Arab Saudi Desember lalu.

Pertarungan dia berikutnya adalah melawan Kubrat Pulev dari Bulgaria pada 20 Juni, namun tertahan.

Dijadwalkan akan digelar di stadion baru Tottenham Hotspur berkapasitas 62.000 tempat duduk di London Utara.

Hearn mengatakan kepada BBC bahwa pertarungan kelas berat yang tertunda antara Dillian Whyte dan petinju Rusia Alexander Povetkin mungkin menjadi pertarungan besar pertama tanpa penonton, namun mengesampingkan penempatannya di lingkungan studio.

“Saya ingin membangun kamp pertarungan, lingkungan yang berbeda, lebih dramatis. Akan tampak spektakuler di TV. Kita perlu mendramatisirnya,” katanya.

“Ini tentang mengambil alih hotel, menguji semua tim, menciptakan kamp pertarungan yang steril di mana tidak seorang pun masuk sampai kita tahu mereka telah mempunyai hasil tes negatif. Ini soal menciptakan area ruang ganti, ring walks. itu akan menambah cerita.”

Hearn juga menyarankan agar para petinju amatir top Inggris untuk mengesampingkan pikiran beralih profesional hingga setelah Olimpiade Tokyo tahun depan karena kesempatan akan terbatas hingga saat itu. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Evan Dimas, Salahudin dan Emas SEA Games 1991
Lagi, Persipura Umumkan Perekrutan Eks Barito Putera

Sport

Lagi, Persipura Umumkan Perekrutan Eks Barito Putera
apahabar.com

Sport

Sirkuit Jalan Raya Mandalika, Tempat MotoGP Indonesia 2021
Lima Kerugian Besar Jika Olimpiade 2020 Tokyo Batal Digelar

Sport

Lima Kerugian Besar Jika Olimpiade 2020 Tokyo Batal Digelar
apahabar.com

Sport

Hujamkan Tujuh Gol, City Sempurna ke Babak Empat Piala FA!
apahabar.com

Sport

Kalah Agregat, Juventus Pecat Maurizio Sarri!
apahabar.com

Sport

Melawan Vietnam di Final SEA Games 2019, Ajang Balas Dendam Timnas Indonesia
apahabar.com

Sport

Bos Baru AS Roma Segera Panggil Francesco Totti Isi Jabatan Teknis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com