Kronologi Pria Kelumpang Tengah Tewas Disengat Ribuan Lebah Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Hari Ini Kuota Internet Belajar Siswa dan Guru Dikirim Langsung ke Nomor Peserta, Berikut Besar Subsidinya Tolak Omnibus Law, Ketua DPRD Kalsel Digelari Juara Stand Up Komedi SHM-MAR Kampanye, Pedagang Keliling Ketiban Berkah

Pandemi Belum Usai, Perusahaan Cina Mau Nambang di Kotabaru

- Apahabar.com Jumat, 8 Mei 2020 - 15:07 WIB

Pandemi Belum Usai, Perusahaan Cina Mau Nambang di Kotabaru

Presiden Divisi Investasi PT Qinfa Mining Industri, Shirley Shi saat dijumpai wartawan di Kotabaru. Foto-istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Saat konsentrasi tengah terfokus pada Covid-19, PT Qinfa Mining Industri (QMI) — perusahaan tambang batu bara asal China — berencana menambang di Kotabaru.

Keseriusan Qinfa dibuktikan dengan pertemuan dengan pihak pemerintah daerah Kotabaru, belum lama tadi.

Dalam pertemuan itu tampak hadir Presiden Divisi Investasi PT Qinfa Mining Industri, Shirley Shi. Shirley dijamu oleh Sekda Kotabaru, Said Akhmad, di ruang rapat Setda Kotabaru.

Said memastikan investasi oleh PT QMI telah masuk dalam tahap perencanaan atau eksplorasi.

Rencananya Qinfa akan melakukan penambangan batu bara melalui bawah tanah, atau underground.

“Jadi, rencananya mereka tidak menambang terbuka. Tapi lewat bawah tanah,” ujar Sekda.

Berkenaan dengan itu, Sekda bilang, perizinan pertambangan sepenuhnya merupakan kewenangan provinsi.

“Soal izin – IUP itu ranahnya provinsi. Kalau daerah kita ini hanya berkenaan dengan advice [saran]. Itu sesuai dengan tata ruang rencana penambangan underground di wilayah Kotabaru,” ujar eks Sekda Tanbu itu.

Pengerukan ’emas hitam’ hitam oleh perusahaan asal Negeri Tirai Bambu itu rencananya bakal dilakukan di Kecamatan Kelumpang Selatan, Kelumpang Barat juga di Pamukan. Total lahan yang akan ditambang seluas 5.728 hektare.

Shirley didampingi juru bicaranya mengatakan sesuai rencana bakal ada lima tambang batu bara di Kotabaru. Produksinya, bahkan mencapai 10 juta ton per tahun.

“Saat ini kami sudah proses pengeboran. Selama 10 bulan sudah mulai operasi produksi nanti,” ujar Shirley Shi.

Produksi batu bara direncanakan tak hanya akan menyuplai keperluan lokal di Indonesia. Tapi, juga ekspor.

“Batu baranya buat memenuhi permintaan lokal dulu berapa. Selebihnya diekspor,” pungkas Shirley.

Reporter: Masduki
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Rupiah Perkasa, Menguat ke Rp14.715/USD
apahabar.com

Ekbis

Harga Cabai di Banjarbaru Naik, Ternyata Ini Penyebabnya
apahabar.com

Ekbis

Desember, Jokowi Digadang Resmikan Operasional Bandara Syamsudin Noor Internasional
apahabar.com

Ekbis

Bursa Saham Global Menguat, IHSG Kembali Menghijau
apahabar.com

Ekbis

Sumpah Pemuda: Transformasi Digital, Telkomsel Andalkan Generasi Muda
Terdampak Covid-19, Industri Penerbangan Diusulkan Butuh Stimulus

Ekbis

Terdampak Covid-19, Industri Penerbangan Diusulkan Butuh Stimulus
apahabar.com

Ekbis

Stimulus Baru The Fed Picu Penguatan Rupiah
apahabar.com

Ekbis

Menkeu: Indonesia Belum Alami Resesi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com