3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Pandemi Covid-19, Bagaimana Penyaluran Zakat Fitrah di Banjarmasin?

- Apahabar.com Kamis, 14 Mei 2020 - 17:07 WIB

Pandemi Covid-19, Bagaimana Penyaluran Zakat Fitrah di Banjarmasin?

Baznas mengeluarkan tata aturan penyerahan zakat saat Ramadan. Foto sebagai ilustrasi-Kompas.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Selama pandemi Covid-19, zakat fitrah tetap jadi kewajiban semua umat Islam. Namun alih-alih menyalurkan zakat, berkumpul di masjid hingga musala pun warga enggan karena pandemi Covid-19.

Secara berangsur, pemerintah hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah meniadakan segala aktivitas di tempat ibadah.

Lantas bagaimana siasat pemerintah untuk mengumpulkan zakat? Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Banjarmasin Murjani Sani menjamin masyarakat tetap bisa mengeluarkan zakat fitrah. Setiap saat. Selama itu dalam momen Ramadan.

Pasalnya, petugas pengumpul zakat di tempat ibadah bakal tetap berjaga secara bertahap setiap hari.

Warga diminta bisa secepatnya dalam proses membayar zakat fitrah di tempat ibadah sekitar guna mengantisipasi penyebaran virus Corona.

“Jika sudah terkumpul zakat fitrahnya hari itu, selanjutnya bisa langsung diserahkan kepada yang membutuhkan,” ujarnya.

Idealnya zakat fitrah dibayarkan sesudah tenggelamnya matahari terakhir pada bulan Ramadan atau sebelum menjelang Salat Idulfitri.

“Setelah itu sudah haram mengeluarkan zakat fitrah,” tegas ketua MUI Banjarmasin itu.

Di sisi lain, ia menerangkan penetapan zakat fitrah makanan pokok atau beras dinilai dengan uang pada tahun ini mengalami peningkatan.

Sekarang pembayaran zakat fitrah dengan uang maksimal Rp50 ribu dan minimal Rp25 ribu.

Uang tersebut sesuai dengan harga beras dengan Pasal 30 Ayat 1 sebanyak 2,5 Kg atau 3,5 Liter beras yang dikonsumsi.

Seperti Beras Unus, Mutiara, Mayang, Beras Rojolele/Pandan Wangi seharga Rp50 ribu, Beras Siam Unus, Karang Dukuh Rp45 ribu, Beras Ganal/Beras IR Rp35 ribu dan Beras Dolog Rp25 ribu.

Itu berdasarkan hasil rapat atau musyawarah yang dipimpin oleh kepala Kemenag, MUI, Baznas dan Bimas Islam.

“Tergantung harga beras, dan saat ini harga beras sedang naik berpengaruh kepada uang zakat fitrah,” ucapnya.

Kemudian, ia mengimbau kepada warga yang ingin membayar zakat fitrah untuk mengikuti protokol kesehatan yang berlaku selama wabah virus Corona.

Misalnya jangan bersentuhan tangan, menjaga jarak jarak dalam kerumunan massa.

Setelah dan sebelum melaksanakan zakat fitrah pun turut membersihkan tangan pakai sabun.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Resmi Keputusan Putra Guru Sekumpul, Kubah Ditutup Sementara
apahabar.com

Kalsel

Baru 6 Pembangkit Listrik di Kotabaru Beroperasi 24 Jam
apahabar.com

Kalsel

Komunitas Adat Terpencil di HST Curi Perhatian PT Indomaret

Kalsel

Sosok Salamah, Korban KDRT Sadis di Kintap Tala yang Sempat Diminta Ortu Pulkam
apahabar.com

Kalsel

Satu Tim Bakal Pasangan Calon Pilwali Banjarmasin Diduga Berbuat Curang
apahabar.com

Kalsel

Sosok HL, Pembunuh Sadis di Kelumpang Kotabaru Tombak Tetangga Sendiri hingga Tewas
apahabar.com

Kalsel

Satu Jemaah Haji Batola Terancam Pulang Terlambat
apahabar.com

Kalsel

Batal Maju di Pilkada, Guru Khalil Belum Putuskan Kembali ke Ponpes
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com