Ini 5 Strategi Indef Selamatkan Perekonomian Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global Pembelaan Lengkap Wahid: Minta Bebas hingga Tak Sita Semua Hartanya Hotel Aria Barito dan Armani: Fasilitas Berbintang Alat Damkar Kelas Melati IPW Desak Kapolda Kalsel Copot AKBP AB Dkk Salut.. AKBP Afeb Dkk Inisiasi Darul Qur’an di Sungai Jingah
agustus

Pandemi Covid-19, Bagaimana Penyaluran Zakat Fitrah di Banjarmasin?

- Apahabar.com     Kamis, 14 Mei 2020 - 17:07 WITA

Pandemi Covid-19, Bagaimana Penyaluran Zakat Fitrah di Banjarmasin?

Baznas mengeluarkan tata aturan penyerahan zakat saat Ramadan. Foto sebagai ilustrasi-Kompas.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Selama pandemi Covid-19, zakat fitrah tetap jadi kewajiban semua umat Islam. Namun alih-alih menyalurkan zakat, berkumpul di masjid hingga musala pun warga enggan karena pandemi Covid-19.

Secara berangsur, pemerintah hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah meniadakan segala aktivitas di tempat ibadah.

Lantas bagaimana siasat pemerintah untuk mengumpulkan zakat? Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Banjarmasin Murjani Sani menjamin masyarakat tetap bisa mengeluarkan zakat fitrah. Setiap saat. Selama itu dalam momen Ramadan.

Pasalnya, petugas pengumpul zakat di tempat ibadah bakal tetap berjaga secara bertahap setiap hari.

Warga diminta bisa secepatnya dalam proses membayar zakat fitrah di tempat ibadah sekitar guna mengantisipasi penyebaran virus Corona.

“Jika sudah terkumpul zakat fitrahnya hari itu, selanjutnya bisa langsung diserahkan kepada yang membutuhkan,” ujarnya.

Idealnya zakat fitrah dibayarkan sesudah tenggelamnya matahari terakhir pada bulan Ramadan atau sebelum menjelang Salat Idulfitri.

“Setelah itu sudah haram mengeluarkan zakat fitrah,” tegas ketua MUI Banjarmasin itu.

Di sisi lain, ia menerangkan penetapan zakat fitrah makanan pokok atau beras dinilai dengan uang pada tahun ini mengalami peningkatan.

Sekarang pembayaran zakat fitrah dengan uang maksimal Rp50 ribu dan minimal Rp25 ribu.

Uang tersebut sesuai dengan harga beras dengan Pasal 30 Ayat 1 sebanyak 2,5 Kg atau 3,5 Liter beras yang dikonsumsi.

Seperti Beras Unus, Mutiara, Mayang, Beras Rojolele/Pandan Wangi seharga Rp50 ribu, Beras Siam Unus, Karang Dukuh Rp45 ribu, Beras Ganal/Beras IR Rp35 ribu dan Beras Dolog Rp25 ribu.

Itu berdasarkan hasil rapat atau musyawarah yang dipimpin oleh kepala Kemenag, MUI, Baznas dan Bimas Islam.

“Tergantung harga beras, dan saat ini harga beras sedang naik berpengaruh kepada uang zakat fitrah,” ucapnya.

Kemudian, ia mengimbau kepada warga yang ingin membayar zakat fitrah untuk mengikuti protokol kesehatan yang berlaku selama wabah virus Corona.

Misalnya jangan bersentuhan tangan, menjaga jarak jarak dalam kerumunan massa.

Setelah dan sebelum melaksanakan zakat fitrah pun turut membersihkan tangan pakai sabun.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Duh, Lahan Terbakar di Tabalong Diduga Sengaja Dibakar Pemiliknya

Kalsel

Laporan Safari Subuh Denny Indrayana Rontok di Bawaslu Kalsel
Korupsi HSU

Kalsel

Sidang Kasus Korupsi HSU, KPK Hadirkan Sekda Adik Bupati
Banjir Banjar

Kalsel

Brakkk! Warung Es Kelapa Muda Mataraman Ambruk Diseret Banjir

Kalsel

Breaking! Heboh Mobil Terbakar di Tapin, 1 Warga Jadi Korban
Pasar Murah

Kalsel

Perdana, Disdag Kalsel Gelar Pasar Murah Terbuka Saat Pandemi
Banjir Kalsel

Kalsel

Terus Mengalir, Giliran HIPMI Tapin Bantu Korban Banjir Kalsel

Kalsel

Anak Muda Banjarmasin Bisa Divaksin Covid-19 Gratis Jika Bawa Dua Lansia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com