Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Pandemi Covid-19, Rambut Ala Virus Corona Tren di Kenya

- Apahabar.com Rabu, 13 Mei 2020 - 08:46 WIB

Pandemi Covid-19, Rambut Ala Virus Corona Tren di Kenya

Rambut Ala Corona. Foto-Odditycentral

apahabar.com, KIBERA – Perhatian dunia fokus ke virus corona. Tak salah jika gaya rambut virus corona pun kini tengah tren di Kenya, Afrika.

Ya, rambut model ini memang terinspirasi dari bentuk virus corona. Karena itu lah para penata rambut di Kibera, Kenya mencari cara untuk tetap bisa mendapatkan penghasilan. Akhirnya muncul ide menarik yang dinilai bisa sebagai solusi, yakni menghadirkan gaya rambut model virus corona.

Gaya rambut virus corona tersebut bukan hanya dibuat dengan desain tampilan seperti replika bentuk virus corona, tetapi juga dibanderol dengan harga sangat murah, yakni hanya kurang dari USD 1. Tak heran gaya rambut virus corona ini tak butuh waktu lama untuk populer, karena banyak dipilih oleh orang-orang yang kekurangan uang.

“Gaya rambut ini lebih terjangkau bagi orang-orang seperti saya yang tidak bisa membayar biaya lebih lagi untuk potongan gaya rambut lain, tapi di sisi lain kami ingin anak-anak kami terlihat stylish,” ujar salah satu ibu di Kibera, seperti dikutip Odditycentral.

Untuk membuat gaya rambut virus corona, tampilan spiky tersebut sang hairstylist yang pertama-tama membagi rambut mereka menjadi 12 bagian. Setelah itu rambut baru dipilin dan dibungkus masing-masing dengan benang hitam tebal. Hasil akhirnya, kurang lebih satu lusin bagian rambut yang telah dipilin tersebut terlihat berdiri seperti paku tajam.

Model rambut lainnya memang lebih mahal yakni USD3 hingga USD5. Berbeda dengan gaya rambut virus corona yang hanya dibanderol seharga USD0.5. Bonusnya pengetahuan perihal virus corona yang diberikan kepada para pelanggan oleh para penata rambut.

“Beberapa orang dewasa tidak percaya bahwa virus corona itu nyata, tapi justru kebanyakan anak-anak muda lah yang menjaga kebersihan diri mereka dengan mencuci tangan dan memakai masker. Orang dewasa tidak banyak yang melakukan hal tersebut, ini juga yang jadi alasan kenapa kami punya ide tentang hairstyle virus corona,” jelas hairdresser Sharon Refa. (okz)

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Planet Pasta Indonesia Banjarmasin, Menikmati Menu Italia Layaknya di Rumah Sendiri
apahabar.com

Gaya

Gus Nabil: Kementan Harus Berbasis Riset Terkait Kalung Anticorona
apahabar.com

Gaya

Wow, Chicken Steak di Solchic Banjarmasin Berukuran Jumbo dan Murah Meriah
apahabar.com

Gaya

Bermodal Tirai Shower, Inilah Marion Donovan Sang Penemu Pampers
apahabar.com

Gaya

Waspada! Penyakit ISPA Paling Banyak Menyerang di Musim Hujan
apahabar.com

Gaya

Orang Kaya Tertua di Dunia Ternyata Konglomerat Asal Negeri Tetangga
apahabar.com

Gaya

Kenali 10 Jenis Kurma dan Khasiatnya
apahabar.com

Gaya

Ini 5 Tanda Ayam Sudah Tak Layak Dikonsumsi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com