Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0

Pandemi Covid-19, Rambut Ala Virus Corona Tren di Kenya

- Apahabar.com Rabu, 13 Mei 2020 - 08:46 WIB

Pandemi Covid-19, Rambut Ala Virus Corona Tren di Kenya

Rambut Ala Corona. Foto-Odditycentral

apahabar.com, KIBERA – Perhatian dunia fokus ke virus corona. Tak salah jika gaya rambut virus corona pun kini tengah tren di Kenya, Afrika.

Ya, rambut model ini memang terinspirasi dari bentuk virus corona. Karena itu lah para penata rambut di Kibera, Kenya mencari cara untuk tetap bisa mendapatkan penghasilan. Akhirnya muncul ide menarik yang dinilai bisa sebagai solusi, yakni menghadirkan gaya rambut model virus corona.

Gaya rambut virus corona tersebut bukan hanya dibuat dengan desain tampilan seperti replika bentuk virus corona, tetapi juga dibanderol dengan harga sangat murah, yakni hanya kurang dari USD 1. Tak heran gaya rambut virus corona ini tak butuh waktu lama untuk populer, karena banyak dipilih oleh orang-orang yang kekurangan uang.

“Gaya rambut ini lebih terjangkau bagi orang-orang seperti saya yang tidak bisa membayar biaya lebih lagi untuk potongan gaya rambut lain, tapi di sisi lain kami ingin anak-anak kami terlihat stylish,” ujar salah satu ibu di Kibera, seperti dikutip Odditycentral.

Untuk membuat gaya rambut virus corona, tampilan spiky tersebut sang hairstylist yang pertama-tama membagi rambut mereka menjadi 12 bagian. Setelah itu rambut baru dipilin dan dibungkus masing-masing dengan benang hitam tebal. Hasil akhirnya, kurang lebih satu lusin bagian rambut yang telah dipilin tersebut terlihat berdiri seperti paku tajam.

Model rambut lainnya memang lebih mahal yakni USD3 hingga USD5. Berbeda dengan gaya rambut virus corona yang hanya dibanderol seharga USD0.5. Bonusnya pengetahuan perihal virus corona yang diberikan kepada para pelanggan oleh para penata rambut.

“Beberapa orang dewasa tidak percaya bahwa virus corona itu nyata, tapi justru kebanyakan anak-anak muda lah yang menjaga kebersihan diri mereka dengan mencuci tangan dan memakai masker. Orang dewasa tidak banyak yang melakukan hal tersebut, ini juga yang jadi alasan kenapa kami punya ide tentang hairstyle virus corona,” jelas hairdresser Sharon Refa. (okz)

Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Gaji Cuma Rp4 Juta, Apa Penting Beli Sepeda?
apahabar.com

Gaya

Dari Whatsapp Kini Bisa Kirim Uang dan Bayar Tagihan
apahabar.com

Gaya

85 Warga Asing Positif HIV/AIDS
apahabar.com

Gaya

Bersama Andre Taulany di Tema Indonesia, Sule Buka Alasan Cintai Nathalie Holscher
apahabar.com

Gaya

Sinar Matahari Bunuh Virus Corona, Apa Iya?
apahabar.com

Gaya

Virus Corona Bisa Lebih Rentan Menyerang Pria, Mitos atau Fakta?
apahabar.com

Gaya

4 Manfaat dan Aturan Meminum Air Lemon
apahabar.com

Gaya

Cara Agar Tidak Kaki Lecet Pakai Sepatu Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com