BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Panduan Cegah Covid-19 di Tempat Kerja dalam Era New Normal

- Apahabar.com Rabu, 27 Mei 2020 - 05:45 WIB

Panduan Cegah Covid-19 di Tempat Kerja dalam Era New Normal

New Normal. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Walau masih pandemic Covid-19, pemerintah sudah menggaungkan new normal. Namun pengaturan lingkungan kerja juga tidak bisa dibuat normal seperti sebelum adanya pandemi Covid-19.

“Seluruh dunia pun juga sudah mengakui bahwa kita semua tidak akan bisa kembali ke kondisi normal seperti jaman dulu lagi sebelum ada pandemi Covid-19,” kata Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto.

Yuri mengatakan, upaya untuk hidup normal yang baru harus dilakukan dengan selalu melaksanakan protokol kesehatan seperti rutin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak fisik, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan, sehingga tetap aman dari COVID-19 dan tetap produktif.

Beberapa waktu yang lalu, Kemenkes juga telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Menkes Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa dunia usaha dan pekerja memiliki kontribusi besar dalam memutus mata rantai penularan karena besarnya populasi mereka, tingginya mobilitas, serta interaksi penduduk yang umumnya beraktivitas kerja.

“Tempat kerja sebagai lokasi interaksi dan berkumpulnya orang merupakan faktor risiko yang perlu diantisipasi penularannya,” katanya di Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2020.

Perlu Mitigasi

Terawan mengatakan, dengan masih diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka perlu dilakukan upaya mitigasi dan kesiapan tempat kerja untuk dapat beradaptasi melalui perubahan pola hidup di tengah situasi COVID-19.

Dilansir dari laman Sehat Negeriku yang dikelola Kemenkes, berikut ini panduan pencegahan penularan COVID-19 di lingkungan kerja selama berlakunya PSBB:

  1. Kebijakan Manajemen dalam Pencegahan Penularan COVID-19
  2. Pihak manajemen agar senantiasa memantau dan memperbaharui perkembangan informasi tentang COVID-19 di wilayahnya. (Secara berkala dapat diakses di http://infeksiemerging.kemkes.go.id. dan kebijakan Pemerintah Daerah setempat).
  3. Pembentukan Tim Penanganan COVID-19 di tempat kerja yang terdiri dari Pimpinan, bagian kepegawaian, bagian K3 dan petugas Kesehatan yang diperkuat dengan Surat Keputusan dari Pimpinan Tempat Kerja.
  4. Pimpinan atau pemberi kerja memberikan kebijakan dan prosedur untuk pekerja melaporkan setiap ada kasus dicurigai Covid-19 (gejala demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/sesak nafas) untuk dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan.
  5. Tidak memperlakukan kasus positif sebagai suatu stigma.
  6. Pengaturan bekerja dari rumah (work from home).

Tentukan Pekerja Esensial

Menentukan pekerja esensial yang perlu tetap bekerja/datang ke tempat kerja dan pekerja yang dapat melakukan pekerjaan dari rumah.

  1. Jika ada pekerja esensial yang harus tetap bekerja selama PSBB berlangsung:
  2. Di pintu masuk tempat kerja lakukan pengukuran suhu dengan menggunakan thermogun, dan sebelum masuk kerja terapkan Self Assessment Risiko Covid-19 untuk memastikan pekerja yang akan masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit virus ini.
  3. Pengaturan waktu kerja tidak terlalu panjang (lembur) yang akan mengakibatkan pekerja kekurangan waktu untuk beristirahat yang dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan/imunitas tubuh.
  4. Untuk pekerja shift:

Jika memungkinkan tiadakan shift 3 (waktu kerja yang dimulai pada malam hingga pagi hari)Bagi pekerja shift 3 atur agar yang bekerja terutama pekerja berusia kurang dari 50 tahun. Mewajibkan pekerja menggunakan masker sejak perjalanan dari/ke rumah, dan selama di tempat kerja.

  1. Mengatur asupan nutrisi makanan yang diberikan oleh tempat kerja, pilih buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, jambu, dan sebagainya untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh. Jika memungkinkan pekerja dapat diberikan suplemen vitamin C.
  2. Memfasilitasi tempat kerja yang aman dan sehat.

Poin di bawah masih terkait dengan nomor 6 mengenai “memfasilitas tempat kerja yang aman dan sehat”

Kebersihan Tempat Kerja

a. Higiene dan sanitasi lingkungan kerja

Memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan desinfektan yang sesuai (setiap 4 jam sekali). Terutama pegangan pintu dan tangga, tombol lift, peralatan kantor yang digunakan bersama, area dan fasilitas umum lainya. Menjaga kualitas udara tempat kerja dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ruangan kerja, pembersihan filter AC.

b. Sarana cuci tangan

Menyediakan lebih banyak sarana cuci tangan (sabun dan air mengalir). Memberikan petunjuk lokasi sarana cuci tanganMemasang poster edukasi cara mencuci tangan yang benarMenyediakan handsanitizer dengan konsentrasi alkohol minimal 70% di tempat-tempat yang diperlukan (seperti pintu masuk, ruang meeting, pintu lift, dll)

c. Physical Distancing dalam semua aktivitas kerja. Pengaturan jarak antar pekerja minimal 1 meter pada setiap aktifitas kerja (pengaturan meja kerja/workstation, pengaturan kursi saat di kantin, dll).

d. Mengampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui Pola Hidup Sehat dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tempat kerja sebagai berikut:

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)

Mendorong pekerja mencuci tangan saat tiba di tempat kerja, sebelum makan, setelah kontak dengan pelanggan/pertemuan dengan orang lain, setelah dari kamar mandi, setelah memegang benda yang kemungkinan terkontaminasi.

Etika batuk Membudayakan etika batuk (tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam) dan jika menggunakan tisu untuk menutup batuk dan pilek, buang tisu bekas ke tempat sampah yang tertutup dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelahnya.

Olahraga bersama sebelum kerja dengan tetap menjaga jarak aman, dan anjuran berjemur matahari saat jam istirahat. Makan makanan dengan gizi seimbang. Hindari penggunaan alat pribadi secara bersama seperti alat sholat, alat makan, dan lain-lain. (dtk)

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Soal Video Bullying Siswi SMA, Kementerian PPPA Lakukan Koordinasi Penanganan Daerah
apahabar.com

Nasional

Kasus Penyiraman Asep Tak Kunjung Tuntas, Pelaku Diduga Orang Dalam
apahabar.com

Nasional

Viral Tak Capai Target Penjualan, Sales HP Dihukum Makan Terasi
apahabar.com

Nasional

Menpora Imbau Instansi Pemerintah Gaungkan PON 2020
apahabar.com

Nasional

Sesmenko Perekonomian Jelaskan Apa Itu Omnibus Law di Banjarbaru
apahabar.com

Nasional

Menhan Prabowo Pelajari Kemungkinan Kepulangan Habib Rizieq
apahabar.com

Nasional

Aa Gym: Hentikan Tindakan yang Bisa Memecah Belah Bangsa
apahabar.com

Nasional

Ini Alasan Winda Earl Tak Pernah Ambil Tabungan Rp 20 M di Maybank
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com