Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Pasar Ditutup Imbas PSBB, Wakil Rakyat Banjarmasin: Kaji Ulang

- Apahabar.com Selasa, 12 Mei 2020 - 13:55 WIB

Pasar Ditutup Imbas PSBB, Wakil Rakyat Banjarmasin: Kaji Ulang

Puluhan pedagang memprotes rencana penutupan Pasar Sentral Antasari selama PSBB Jilid II berkumpul sejak Selasa (12/5) sekitar pukul 10.00 tadi. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Penutupan pasar atau pusat pertokoan non-pangan di Banjarmasin terus menuai kontroversi.

Terbaru, Ketua Komisi II, M. Faisal Hariyadi memandang kebijakan itu perlu dikaji ulang.

Sebagaimana diketahui, ihwal penutupan pasar sekunder tertuang dalam Peraturan wali kota (Perwali) nomor 37 tahun 2020.

Beleid itu hasil revisi dari Perwali 33/2020 tentang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Banjarmasin.

Penutupan, kata Faisal, dapat menimbulkan reaksi luar biasa dari para pedagang.

“Penduduk Banjarmasin menggantungkan hidup dari sektor non-formal seperti pedagang barang dan jasa. Jika aturan-aturan ini diterapkan, dampak ekonominya luar biasa. Apalagi jelang Lebaran seperti saat ini,” kata Faisal dihubungi apahabar.com, Selasa (12/5).

Politikus PAN itu minta agar Pemkot Banjarmasin mengkaji ulang guna menghindari bertambahnya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Lebih bijaksana jika dibatasi jam operasionalnya saja, tanpa harus ditutup total. Untuk pemilik toko mungkin tidak masalah dengan kebijakan ini, namun tidak bagi karyawan yang menggantungkan hidup bekerja di toko,” terangnya.

PSBB lanjut Faisal, jangan sampai menimbulkan gejolak ekonomi yang terlampau besar bagi kehidupan sosial di masyarakat.

“Dalam waktu dekat kami akan lakukan rapat dengan Pemkot Banjarmasin, membahas persoalan ini. PSBB jangan sampai mematikan mata pencaharian masyarakat. Jika memang harus dilakukan penutupan, Pemkot Banjarmasin harus segera mendata dan memberikan bantuan sosial bagi warga yang terdampak, salah satu contoh karyawan toko yang tutup sementara,” tandasnya.

Protes terhadap penutupan pasar sekunder atau non bahan pokok (bapok) terus menggelinding. Kali ini, datang dari para pedagang Sentral Antasari Banjarmasin.

Mereka yang kecewa dengan keputusan tertera di Perwali Nomor 37 Tahun 2020 itu tampak memenuhi salah satu pasar induk di Banjarmasin itu, Selasa (12/5) pagi.

Adapun Perwali 37/200 merupakan hasil revisi dari Perwali Nomor 33 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dinilai pemerintah kurang maksimal membatasi gerak warga saat pandemi Covid-19.

Koordinator Pasar Sentral Antasari meminta Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina turun tangan. Mereka ingin Ibnu melakukan dialog sebelum melakukan penutupan.

“Biar kebijakan penutupan tak sepihak saja,” jelas dia.

apahabar.com

Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, M. Faisal Hariyadi. Foto-foto apahabar.com/ Ahya Firmansyah

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Demo DPRD Kalsel, Enam Sikap Mahasiswa ke Pemerintah
apahabar.com

Kalsel

Serapan Rendah, Wali Kota Banjarmasin Pangkas Tunjangan ASN
apahabar.com

Kalsel

4 Rumah dan 4 Kios Terbakar di Cendrawasih Subuh Tadi
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini Kondisi Cuaca Kalsel Bersahabat
apahabar.com

Kalsel

KMP Bamega Jaya Berhenti Beroperasi untuk Sementara
apahabar.com

Kalsel

Demi Adipura, Kodim 1006/Martapura Siap Galakkan Jumat Bersih
apahabar.com

Kalsel

Positif Covid-19 di Kalsel Bertambah? Berikut Penjelasan Gugus Tugas
apahabar.com

Kalsel

Alasan Keselamatan Pengendara, Tiga Jembatan di Banjarmasin Diperkokoh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com