INNALILLAHI, Anggota TNI AL Ditemukan Membusuk di Indekos Banjarmasin Pembunuhan Wakar di Kelayan B Sudah Direncanakan, Pelaku Khilaf karena Luka Lama Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang

Pasar Ramai Lagi, Jokowi Minta Protokol Kesehatan Diterapkan

- Apahabar.com Selasa, 19 Mei 2020 - 13:27 WIB

Pasar Ramai Lagi, Jokowi Minta Protokol Kesehatan Diterapkan

Warga berbelanja pakaian yang dijual pedagang kaki lima di Jalan Jati Baru II, Tanah Abang, Jakarta, Senin (18/05). Meski kawasan niaga Pasar Tanah Abang telah tutup selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB), namun sebagian oknum pedagang tetap menggelar lapaknya di sejumlah titik seperti di atas trotoar dan di gang perkampungan setempat. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memahami keinginan masyarakat untuk berbelanja jelang Idulfitri, namun petugas diminta untuk terus mengingatkan dan menegakkan protokol kesehatan di pasar-pasar yang mulai dipenuhi warga.

“Saya melihat pasar-pasar tradisional saat ini sudah mulai ramai karena masyarakat banyak yang belanja dalam rangka hari raya. Saya ingin dipastikan ada pengaturan jarak yang baik, memakai masker, petugas di lapangan betul-betul bekerja untuk mengingatkan mengenai protokol kesehatan secara terus-menerus,” kata Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (19/05).

Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam rapat terbatas dengan tema “Persiapan Idul Fitri 1441 H” yang diikuti Wakil Presiden Ma’ruf Amin, para menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat terkait lainnya.

“Yang sudah sering saya sampaikan, kunci pengendalian penyebaran Covid ini adalah kedisplinan kita semua untuk cuci tangan, untuk menjaga jarak aman, untuk memakai masker dan menghindari kerumuman atau keramaian atau konsentrasi massa,” ungkap Presiden.

Jokowi meminta agar masyarakat pun disiplin mengikuti protokol kesehatan tersebut.

Sejumlah pasar tradisional dalam beberapa hari terakhir tampak dipadati masyarakat misalnya lapak pedagang kali lima (PKL) di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat sejak Minggu (17/05) hingga hari ini, meski pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berlaku di wilayah DKI Jakarta.

Lapak PKL yang digelar di Jalan Jatibaru II dan para pengunjung sibuk melihat barang dagangan kebanyakan model pakaian, sebagian bahkan membawa anak-anak mereka. Pengunjung tampak tidak mempedulikan imbauan pemerintah untuk melakukan physical distancing (jaga jarak) karena mereka tak jarang saling bertabrakan bahu atau badan.

Selain di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Pasar Anyar Bogor juga tampak dipadati warga pada Minggu (17/05) untuk berbelanja kebutuhan Lebaran tanpa mempedulikan aturan PSBB Bogor.

Kebanyakan lapak pedagang itu berjualan barang-barang yang tidak dikecualikan selama masa PSBB, seperti pakaian dan perlengkapan aksesoris lainnya.

Padahal pasar tradisional di sejumlah daerah diketahui menjadi klaster penyebaran Covid-19 seperti terjadi di beberapa pasar di Surabaya. Pemkot Surabaya bahkan telah menutup sejumlah pasar yang menjadi klaster penyebaran Covid-19 yaitu pasar Simo dan Simo Gunung, pasar Kupang Gunung, pasar Jojoran I, pasar Gresik PPI, pasar Kapasan dan Pusat Grosir Surabaya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Menpora Era Orde Baru Gugur karena Covid-19
apahabar.com

Nasional

Menang Telak di Bali, Jokowi Ucapkan Terima Kasih
apahabar.com

Nasional

Komnas HAM Mendeteksi Ada Kelompok Penyusup di Wamena
apahabar.com

Nasional

Panglima TNI Akan Berkantor di Papua Sampai Kondisi Aman
apahabar.com

Nasional

Gempa Ambon, Korban Meninggal Jadi 20 Orang dan 152 Luka-luka
apahabar.com

Nasional

Hari Bumi 2019, Pencinta Alam Kalsel Tegaskan Sikap Save Meratus!
apahabar.com

Nasional

Helikopter Jatuh di Tasikmalaya, 4 Orang Luka-luka
apahabar.com

Nasional

Total 125 Jenazah Diidentifikasi di Penutupan Operasi DVI Lion Air
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com