Tugboat Syarasd Satu Tenggelam di Muara Pegah Kaltim, 9 ABK Selamat Ditengarai Membelot, Berikut 8 Pengurus DPC Demokrat di Kalsel yang Ikut KLB Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa 3 Rumah di Mekarpura Kotabaru POPULER SEPEKAN: Viral Penjual Gorengan di Sekumpul, Adaro-Pama Cerai, hingga Transkrip PPK Banjar Tolak KLB, Simak Sikap Demokrat Kalteng

Pasar Sekunder Ditutup, Lutfi Kritik PSBB Banjarmasin Jilid II  

- Apahabar.com Rabu, 13 Mei 2020 - 17:50 WIB

Pasar Sekunder Ditutup, Lutfi Kritik PSBB Banjarmasin Jilid II   

Puluhan pedagang memprotes rencana penutupan Pasar Sentral Antasari selama PSBB Jilid II berkumpul sejak Selasa (12/5) sekitar pukul 10.00 tadi. Foto-dok/apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lanjutan yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin menuai kritikan.

Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan Muhammad Lutfi Saifuddin mengatakan, PSBB bukan berarti harus menghentikan kegiatan ekonomi di daerah. Apalagi hingga menutup pasar sekunder lantaran tidak termasuk pasar yang menjual bahan pokok.

Harusnya, ujar politisi Partai Gerindra ini, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui instansi terkait dapat melakukan pendekatan humanis. Bukan malah menutup usaha masyarakat untuk mengais rezeki.

Ia mengingatkan, jangan sampai ada tindakan represif ketika menghadapi para pedagang yang tetap membuka usahanya di masa PSBB tahap kedua ini.

Mengingat mereka juga perlu uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yang selama ini menjadi mata pencaharian utamanya.

“Kita harus mengerti bahwa mereka melakukan aktivitas niaga ini hanya untuk menyambung hidup,” tuturnya.

Ia mengingatkan pemerintah agar masalah ini jangan sampai menjadi polemik apalagi menimbulkan perlawanan dari para pedagang yang juga terdampak Covid-19 karena sepinya pembeli yang datang.

Salah satu cara yang dapat ditempuh pemerintah adalah dengan melakukan pembatasan waktu operasional, yang tentunya dapat menjadi jalan tengah bagi semua pihak.

“Pembatasan ini kan bukan berarti menutup aktivitas masyarakat,” tambah Lutfi..

Apalagi dari hasil monitoring yang dilakukan selama masa reses pekan lalu, Lutfi juga menemukan banyaknya warga yang awalnya pedagang dan pegiat usaha kecil, saat ini justru mengalami kondisi ekonomi yang memprihatinkan akibat tidak adanya pemasukan karena efek pandemi Corona.

Seperti diberitakan sebelumnya, penegakkan Surat Edaran dari Wali Kota Banjarmasin tentang larangan pasar sekunder buka selama masa penerapan PSBB jilid II mendapat perlawanan dari pedagang di Pasar Sentra Antasari dan juga Pasar Sudimampir Barat.

Surat tersebut dinilai tidak menjadi solusi bagi upaya memutus mata rantai Covid-19. Justru menimbulkan masalah baru karena para pedagang yang terdampak tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Padahal selama pandemi, mereka juga cenderung sepi pembeli yang berdampak pada rendahnya pemasukan. Terlebih bagi mereka yang memiliki pegawai, yang tentunya mengharapkan adanya bonus menjelang Idul Fitri seperti saat ini.

apahabar.com

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, M Lutfi Saifuddin. Foto-Rizal Khalqi/apahabar.com

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Update Kalsel 13 September: Hanya 4 Daerah Sumbang Kasus Covid-19
Banjir Bincau

Kalsel

Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan
apahabar.com

Kalsel

Terpidana Korupsi Jembatan Mandastana Mulai Mengembalikan Uang
apahabar.com

Kalsel

Pemkab Tanbu akan Putus Kontrak Pegawai Indisipliner dan Hobi Nongkrong
apahabar.com

Kalsel

Selepas Bahas 3 Raperda Usulan Wali Kota, DPRD Banjarbaru Segera Bentuk Pansus
apahabar.com

Kalsel

Lagi, Warga Banjarmasin Tewas Kesetrum
apahabar.com

Kalsel

Tinjau Pusat Keramaian, Dandim Banjarmasin: Kesadaran Masih 75 Persen
apahabar.com

Kalsel

Miliki Kasus Tertinggi, Teluk Dalam Prioritas Zona Hijau Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com